Kiat Mengelola Pelanggan Agar Bisnis Semakin Maju

DALAM bisnis, yang namanya pelanggan atau customer atau sambalu atau apalah namanya adalah jantungnya.

Jika kita bicara tentang bisnis pasti bicara tentang pelanggan. Keberadaannya adalah mutlak sehingga tak bisa ditawar- tawar lagi. Tak ada pelanggan tak ada bisnis, tak ada uang.

Semuanya menjadi nothing.

Secara kasat mata kita bisa melihat bahwa usaha atau bisnis yang semakin maju pasti yang semakin banyak pelanggannya.

Sebaliknya usaha yang semakin berkurang pelanggan-nya bisa menjadi pertanda bisnisnya mengalami penurunan, menjadi lampu kuning dan jika dibiarkan merah dan usahanya berhenti total.

Pelangganlah yang membeli produk kita. Pelangganlah yang meningkatkan omzet penjualan. Dari omzet penjualan
akan menentukan keuntungan yang pada gilirannya membuat perusahaan eksis beroperasi dengan baik.

Untuk mendongkrak omzet penjualan ada dua strategi yang umum dijalankan oleh perusahaan yaitu menggaet pelanggan baru sebanyak-banyaknya (customer acquitition), atau fokus pada mempertahankan pelanggan lama lalu mendorong peningkatan frekuensi/pembelian dari pelanggan ( loyalty dan retention customer).

Apa akibatnya jika perhatian kepada pelanggan baru Dan lama tidak seimbang? Dalam kenyataan perusahaan cenderung memanjakan pelanggan baru dengan harapan hadiah/souvenir langsung. Ini membuat pelanggan lama jumlah pelanggan terus bertambah. Pelanggan baru diberi kadang menjadi cemburu. Kelanjutan cemburu pelanggan bisa menjadi malas berhubungan lagi dengan perusahaan.

Berdasarkan penelitian jika pelanggan dibiarkan terus, rata-rata akan hilang 10 persen setiap tahunnya. Mereka hilang kemungkinan besar pindah ke kompetiter. Sehingga memburu pelanggan baru sementara pelanggan lama dilupakan jelas merupakan kesalahan yang teramat sangat besar!!!.

Idealnya program loyalty customer dijalankan dengan baik. Mereka pelanggan lama sudah berhubungan dengan perusahaan sekian tahun bahkan puluhan tahun, mereka telah memberikan sumbangan besar bagi perusahaan. Wajar jika program loyalty dan retention customer dijalankan untuk membuat pelanggan lama bertahan sehingga meski pelanggan baru bertambah sedikit saja totally jumlah pelanggannya tetap meningkat.

Mengakuisi pelanggan baru juga bukan hal murah.

Biayanya bisa 5 kali lipat lebih besar daripada biaya untuk mempertahankan pelanggan lama. Hal ini disebabkan karena dalam pengakuisisian pelanggan memerlukan se- jumlah besar upaya apalagi jika harus memindahkan dari kompetiter yang sudah setia di sana.

Nah, bagaimana mempertahankan pelanggan lama? Buatlah program agar mereka merasa bahwa kita masih mengingat mereka, Kirimi ucapan/kue ulang tahun, berikan souvenir langsung atau program undian berhadiah atau kejutan lainnya.

Mereka bukan hanya setia tetapi juga membawa teman/handai tolan dan saudara-saudaranya
untuk menambah pelanggan Anda. Kadang hal-hal kecil bisa membuat pelanggan menjadi akrab.

Kiat lain yang perlu Anda lakukan untuk mengelola pelanggan adalah dengan membuat sebuah database pelanggan. Jika pelanggan Anda sudah semakin banyak, maka hal ini sangat penting Anda lakukan. Karena dengan membuat database, maka data pelanggan Anda akan lebih mudah dikelola dan dipantau.

Di perusahaan yang sudah maju hal ini banuak diterapkan, yaitu dengan menggunakan sebuah aplikasi yang disebut CRM (Customer Relationship Management).

Jika bisnis Anda belum begitu besar, manajemen pelanggan pun perlu dilakukukan agar kita mudah menjalin relasi dengan mereka. Misalnya dengan mengirimkan email yang berisi tentang solusi kebutuhan mereka. Setidaknya hal ini akan membuat pelanggan Anda merasa tetap diperhatikan.

Aplikasi yang kami kembangkan juga dilengkapi dengan database pelanggan, sehhingga kita bisa mengelola data pelanggan, yang meiputi nama, alamat, email dan no HP.

Nah, Anda bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk membina dan melakukan relasi dengan customer setia Anda. Sehingga jika suatu saat Anda memiliki produk baru, Anda bisa memasarkan melalui kontak yang sudah Anda miliki.

 

Referensi :

Buku 99 Cara Bebas Finansial (dengan modifikasi)

Manajemen Permodalan Untuk Usaha Kecil Menengah

Pengertian Manajemen Permodalan

Manajemen Permodalan merupakan bagian yang paling fundamental dan paling urgen yang direncanakan dalam mencapai tujuan perusahaan. Sering kali perusahaan sulit untuk berkembang karena gagal melakukan manajemen permodalan. Akibatnya, usaha menjadi stagnan dan sulit melaju lebih cepat.

Bagi perusahaan yang masih baru merintis atau usaha yang masih dalam skala kecil menengah, pengelolaan modal ini sangat penting. Oleh karena itu perlu adanya manajemen agar mampu mengelola modal sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Ada beberapa cara untuk mengelola modal, diantaranya yaitu dengan teknik investasi modal dan pencarian sumber-sumber modal lain secara efektif dan efisien.

Permodalan ini merupakan sesuatu yang sangat urgen demi kelancaran menjalankan kegiatan usaha dalam suatu perusahaan yaitu bagaimana mengelola keuangan usaha, perusahaan agar lancar, mendatangkan manfaat jangka panjang.

Tentu saja ada berbagai problem yang sering kali dihadapi oleh pelaku usaha dalam mendapatkan modal, terutama modal keuangan. Beberapa permasalahan yang erat hubungannya dengan pengelolaan keuangan adalah sebagai berikut:

  1. Berapa jumlah dana yang dibutuhkan untuk menjalankan perusahaan?
  2. Bagaimana cara mendapatkan dana untuk modal usaha?
  3. Bagaimana mengalokasikan dana yang terbatas untuk mendatangkan manfaat semaksimal mungkin?
  4. Bagaimana cara mengatur aktiva (kekayaan) tetap, dan aktiva (kekayaan) lancar?
  5. Bagaimana cara menghitung dan mendistribusikan keuntungan yang didapat?
  6. Bagaimana langkah mengelola modal kerja?
  7. Alat apa yang digunakan untuk mengukur kinerja sebuah usaha?

Untuk menjawab permasalahan tersebut, kita perlu memahami bagaimana cara mengelola keuangan sebuah bisnis dalam perusahaan agar tidak terjerumus dalam kerugian. Oleh karena itu penting bagi Anda pelaku usaha untuk mengelola dana agar nantinya usaha Anda dapat berjalan dengan lancar.

Fungsi pengelolaan keuangan meliputi (1) cara mengivestasikan atau menggunakan dana, (b) cara mencari sumber-sumber dana.

Cara Menginvestasikan Dana

Tak dapat dipungkiri, dana merupakan darah segar bagi kelangsungan hidup usaha. Tanpa adanya dana, maka perusahaan akan kesulitan untuk eksis dan terus bertahan. Bagi perusahaan rintisan (startup) suntikan dana menjadi angin segar bagi keberlangsungan perusahaan untuk jangka yang lebih panjang.

Dana dalam perusahaan dapat dialokasikan untuk pembelian bahan, upah buruh, aktiva dan membayar berbagai biaya untuk kegiatan operasional perusahaan. Dana secara umum digunakan pengaturan investasi untuk berbagai aktivitas, seperti:

a. Kas, sebagai bagian dari modal kerja yang dapat berupa uang tunai dan uang dibank yang pencairannya dapat setiap waktu. Motivasi memegang uang kas tertentu:

1. Motif spekulasi dimaksudkan pemegangan uang tunai bertujuan untuk memanfaatkan kesempatan pertama untuk meraih keuntungan. Dengan adanya kas di tangan, maka transaksi per kas pertama yang biasa mendadak dan dalam waktu relatif singkat dan dengan leluasa bisa segera dilakukan.

2. Motif berjaga-jaga dimaksudkan sebagai usaha perusahaan menyediakan uang tunai untuk berjaga-jaga. Motif ini bertujuan untuk menjaga kemung-kinan timbulnya hambatan terhadap kontinuitas proses usaha perusahaan.

3. Motif transaksi dimaksudkan untuk menutup transaksi operasional setiap hari yang merupakan rutinitas kegiatan perusahaan. Transaksi pada umumnya dapat ditutup dengan cara tunai dan cara kredit.

b. Piutang, dimaksudkan sebagai sejumlah tagihan terhadap pi-hak lain akibat transaksi usaha yang disetujui dengan pem-bayaran yang ditunda selama jangka waktu tertentu.

c. Persediaan barang merupakan jenis investasi modal kerja yang dinamis, baik di perusahaan perdagangan maupun manufaktur. Untuk perusahaan perdagangan jenis persediaan berupa barang dagangan. Untuk perusahaan yang melakukan proses produksi, jenis persediaan dibagi dalam 3 bentuk persediaan, yaitu: (1) bahan mentah , (2) barang sedang dalam proses atau (3) barang jadi.

d. Mesin, peralatan yang digunakan untuk proses produksi dan diperhitungkan sebagai biaya overhead pabrik.

e. Gedung dan bangunan

f. Aktiva tetap lain, seperti tanah.

Cara Mencari Sumber-sumber dana

Dana dalam perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber pendanaan, baik sumber dana internal maupun sumber dana ekstemal seperti:

a. Modal sendiri, merupakan sejumlah harta pemilik yang diikut-sertakan dalam melakukan kegiatan usaha perusahaan. Modal tersebut kelak akan turut diperhitungkan menerima laba dan menanggung kerugiaan dalam kegiatan usaha apabila rugi.

b. Hutang jangka pendek merupakan kredit dengan jangka waktu paling lama 12 bulan. Kredit ini sebagian besar berupa kredit perdagangan untuk menggerakkan kegiatan usaha, seperti:

  1. Kredit penjual
  2. Kredit Pembeli
  3. Kredit rekening koran
  4. Kredit wesel
  5. Kredit promis

c. Hutang jangka menengah merupakan jenis hutang yang jangka waktunya antara 1-5 tahun.

d. Hutang jangka panjang kredit dengan jangka waktu lima tahun atau lebih.

e. Sumber pendanaan lain yang sah, seperti modal ventura, dan Iain-Iain.

Rangkuman

Secara umum dapat kita rangkum bahwa pengelolaan permodalan meliputi hal-hal berikut :

1.    Pengelolaan modal meliputi dua tugas utama yaitu mengalokasikan dalam dana untuk membiayai usaha dan kegiatan mencari sumber-sumber modal usaha.

2.    Alokasi dana adalah menginvestasikan dana untuk pengadaan aset tetap seperti tanah, gedung dan kendaraan serta untuk pengadaan aset lancar seperti dana kas, dana pembayaran upah, piutang, dan persediaan.

3.    Sumber dana usaha dapat diperoleh dari dua sumber yaitu sumber internal dari dalam perusahaan dan sumber eksternal dari luar perusahaan.

4.     Sumber internal dapat diambil dari laba perusahaan yang ditahan dan dari modal sendiri. Sedangkan sumber eksternal diperoleh dari utang kepada pihak luar perusahaan seperti bank dan lembaga keuangan lainnya.

5.    Penggunaan dana dan pencarian sumber dana haruslah dipilih dengan kriteria efektif dan efisien.

Update Terbaru DPOS TOKO PRO Versi 2.6.18 Tanggal 21/4/2020

Berikut ini update Aplikasi DPOS TOKO PRO versi 2.6.18
21/4/2020
– cetak barcode ukuran kertas label no 103 (32x64mm)
– tipe barcode Code128
– fix bug kasir tanggal
– fix import menggunakan PDO

1. Cetak Barcode

Pada pembaharuan kali ini, tim developer telah memperbaiki beberapa fitur penting yang cukup banyak dipakai oleh pengguna.

Salah satu fitur penting yang kita update adalah Cetak Barcode.

Kali ini kita melakukan update ukuran kertas label barcode yang support untuk digunakan mencetak.

Jika pada versi sebelumnya untuk mencetak barcode menggunakan ukuran kertas A4 secara umum, kali ini lebih spesifik yaitu menggunakan ukuran kertas label yang biasa digunakan untuk cetak label.

Kami masih belum mencoba untuk mencetak menggunakan kertas khusus barcode serta printer cetak barcode yang biasa dipakai. Namun ke depan kami akan mencoba untuk mengembangkan ke arah sana agar bisa support printer barcode.

Ukuran kertas barcode yang kita support yaitu kertas label harga No. 103 dengan ukuran 32x64mm.

Kertas ini jenis stricker yang banyak dijumpai di toko kertas, atau toko peralatan kantor, biasanya digunakan untuk mencetak label harga atau label undangan.

2. Tipe Barcode Code128

Pada versi sebelumnya kita menggunakan tipe Code39 yang ternyata banyak yang tidak support, oleh karena itu kita update ke menggunakan tipe Code128

3. Bug Tanggal Pada Kasir

Pada versi sebelumnya sering kita dapati keluhan dari pengguna aplikasi bahwa ketika membuka menu penjualan sering muncul alert error dan tidak mau menampilkan table penjualan.

Setelah kami cek ternyata hal ini terjadi karena format tanggal yang diinput di kasir tidak tercantum alias kosong, sehinga menimbulkan bug error.

Error ini sudah kami perbaiki dan tidak ada masalah.

4. Import Barang Banyak Menggunakan Excel

Salah satu fitur penting yang sering dikeluhkan oleh pengguna adalah fitur import barang.

Fitur ini sangat penting karena pengguna dapat dengan mudah memasukkan barang tanpa harus menginput satu persatu, tapi cukup dengan mengimport file excel yang sudah diisi sesuai format yang ada.

Kendala yang banyak dijumpai adalah, ketika import barang dengan jumlah banyak sering gagal, alias tidak dapat memasukkan barang secara komplit.

Barang yang masuk hanya sekitar 500 item saja. Hal ini dikarenakan sistem import ke database lambat.

Kami sudah melakukan perbaikan, sehingga proses import lebih cepat. Bahkan Untuk produk yang sangat banyak misalnya diatas 10ribu item, hanya memerlukan waktu beberapa detik.

 

Penggunaan Teknologi Barcode dalam Dunia Bisnis

Definisi Barcode

Ada banyak definisi barcode yang mana semua definisi tersebut merujuk pada satu hal yang sama. Berikut ini beberapa penjelasan tentang barcode yang sering dikenal.

  1. Barcode secara harfiah berarti kode berbentuk garis
  2. Sebagai kumpulan kode yang berbentuk garis masing-masing ketebalan berbeda sesuai dengan isi kodenya.
  3. Informasi pada readable machine dalam format visual yang tercetak. Umumnya barcode berbentuk garis garis vertikal tipis tebal yang terpisah oleh jarak tertentu.
  4. Jenis kode yang mewakili data atau informasi tertentu biasanya jenis harga barang seperti makanan dan buku. Kode berbentuk batangan balok dan berwarna hitam putih ini mengandung satu kumpulan kombinasi batang yang berlainan ukuran yang disusun sedemikian rupa kode ini dicetak di atas kotak pembungkus makanan.

Manfaat Barcode

Berikut ini merupakan manfaat yang dapat diambil dari penggunaan barcode cara lain

  1. Akurasi
    Meningkatkan akurasi dengan mengurangi kesalahan manusia dari memasukkan data secara manual atau item yang salah baca atau salah label.
  2. Kemudahan pemakaian
    Barcode mudah digunakan. menggunakan hardware were yang tepat bisa memaksimalkan proses otomatisasi pengumpulan data. tentu lebih mudah membuat inventarisasi dengan sistem barcode dibanding dengan cara manual.
  3. Keseragaman pengumpulan data
    Beagam standar pemenuhan dan  simbol arcode yang terstandarisasi menjamin informasi yang disampaikan dengan cara yang benar sehingga bisa diterima dan dipahami secara umum.
  4. Feedback yang tepat waktu
    Barcode menawarkan feedback yang tepat waktu. Begitu muncul data bisa diterima dengan cepat sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat berdasarkan waktu terbaru.
  5. Keamanan
    Pada bisnis ritel seperti supermarket banyak pembeli nakal yang menukar harga produk harga dengan harga yang lebih murah. Kesalahan yang sama bisa terjadi pada saat menempel label pada saat kasir menghitung total belanja. Dengan menggunakan barcode, memungkinkan ini dapat ditekan.
  6. Meningkatkan produktivitas
    Barcode membuat aktivitas operasional dalam bisnis menjadi lebih singkat.
  7. Meningkatkan profit
    Peningkatan efisiensi yang diberikan barcode mungkinkan perusahaan menghemat biaya sehingga profit bisnis nya jadi meningkat

Penggunaan Teknologi Barcode

Setelah anda memahami pengertian dari teknologi barcode serta manfaatnya, tentu anda ingin mengetahui bagaimana teknologi tersebut dan dimanfaatkan dalam dunia bisnis.

Pada bagian ini khusus membahas bagaimana langkah-langkah penerapan sistem barcode dalam dunia bisnis, Bberapa diantaranya jenis usaha apa saja yang bisa menerapkan teknologi barcode ( walaupun sebenarnya semua jenis usaha tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan teknologi barcode tersebut), Bagaimana cara mendaftarkan teknologi barcode di negeri ini.

Jenis-jenis usaha yang menggunakan teknologi barcode

hampir semua jenis industri pada masa sekarang ini menggunakan teknologi barcode karena penggunaan sendiri sangat bermanfaat, sehingga perusahaan atau industri bisa meningkatkan profitnya.
berikut ini beberapa jenis industri atau perusahaan yang memanfaatkan serta menggunakan teknologi barcode

  1. Manufaktur
    banyak hal detail dalam operasional industri manufaktur perlu diawasi secara ketat. karena sedikit saja kesalahan komponen, semisal masalah stok barang, bisa menyebabkan inefisiensi. Dalam hal ini barcode sering digabungkan dengan sistem MRP atau Manufacturing Requirement Planning agar bisnis data yang akurat terutama dalam sistem kerja di pergudangan.
  2. Pergudangan
    Pihak yang menangani bagian pergudangan seharusnya menggunakan barcode. Jika anda harus mendata seluruh produk cara manual, bisa dibayangkan pekerjaan tersebut akan memakan waktu yang sangat lama.
  3. Jasa distribusi
    Jika perusahaan anda konsisten melakukan pengecekan barang sok atau keluar, sudah seharusnya Anda menggunakan barcode, karena dijamin lebih cepat dan akurat untuk mengetahui stok barang yang anda punya pada suatu waktu.
  4. Penjualan retail atau eceran
    Seperti yang sudah dicontohkan sebelumnya, seorang kasir harus melakukan pengecekan seluruh barang secara manual dengan mengetikkan setiap jenis barang beserta harganya.
    Peluang untuk membuat kesalahan tentu sangat besar. Perusahaan akan terancam bangkrut karena kurang teliti dan kurang akurat dari pegawainya dalam proses penginputan barang. Sekarang ini semuanya menuntut efisien yaitu efisiensi yang diciptakan dengan memanfaatkan barcode. Usaha jenis ini merupakan yang paling banyak menggunakan teknologi barcode.
  5. Transportasi
    Apa yang muncul dalam pikiran anda ketika berbicara tentang pengiriman paket tepat waktu?
    jawabannya tentu Fedex atau UPS.
    Mengapa?
    Karena kedua perusahaan tersebut sedang merajai bisnis pengiriman paket di dunia karena mereka membuat sistem pengangkutan barang lebih efektif. Kunci utama keberhasilan dan terletak pada pemanfaatan teknologi barcode. Lihat saja ketika mereka memasukkan data pada portable data Collector, tetap berkomunikasi melalui sistem database secara tepat waktu.

Sebetulnya masih banyak industri lain yang menggunakan barcode tidak terbatas pada industri konstruksi, bidang kesehatan, farmasi, instansi pemerintah dan swasta, security system, starter pack label, event organizer, maupun toko ritel, atau toko kelontong, tetapi juga kartu identitas, absensi, manajemen dokumen, dan lain-lain.

Memang setelah menggunakan sistem barcode ini perusahaan banyak merasakan manfaatnya seperti adanya peningkatan yang signifikan terhadap kualitas dan akurasi pengolahan data di bandeng sistem manual.

Anda pasti juga akan menggunakan teknologi barcode dalam bisnis Anda bukan?

 

sumber : Buku Implementasi Teknologi Barcode dalam Dunia Bisnis

Pengertian Rekonsiliasi Bank dalam Akuntansi Keuangan

Definisi Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi Bank adalah suatu prosedur pengendalian terhadap kas di bank, dengan membandingkan catatan akuntansi kas menurut perusahaan.

Secara periodeik bank mengirimkan laporan berupa bank statement yang birisi semua transaksi penyetoran dan pengambilan oleh deposan (depositor) selama periode tertentu.

Rekonsiliasi bank dilakukan untuk menunjukkan dan menjelaskan adanya perbedaan antara catatan kas menurut bank dan menurut perusahaan.

Jika perbedaan dihasilkan dari transaksi yang belum dicatat bank, maka catatan perusahaan dianggap benar. Sebaliknya jika perbedaan dihasilkan dari kesalahan dalam catatan perusahaan dan catatan bank, maka diperlukan penyesuaian.

Tujuan Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank dilakukan dengan tujuan menentukan saldo kas (bank) yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan (neraca), mengamankan kekayaan perusahaan dan mendeteksi kemungkinan adanya penyalahgunaan kas di bank.

Pada umumnya, perbedaan antara saldo kas menurut catatan perusahaan dan catatan bank disebabkan oleh 2 faktor, yaitu perbedaan waktu dan kesalahan mencatat.

Perbedaan waktu

Pengakuan adanya setoran dalam perjalanan (deposit intransit) yaitu setoran yang dilakukan oleh perusahaan tetapi pihak bank belum menerima kau belum mengkredit rekening perusahaan.

Akibatnya, saldo kas menurut bank terlalu rendah dibanding saldo kas yang benar.

Cek yang belum diuangkan outstanding check, yaitu cek yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai tanda pembayaran kepada pihak lain tetapi pihak penerima belum menguangkan cek tersebut ke bank. akibatnya belum mengetahui adanya pengeluaran oleh perusahaan, dan perusahaan sudah mencatat adanya pengeluaran.

akibatnya saldo kas menurut bank lalu besar dibandingkan dengan saldo kas yang benar.

Kesalahan pencatatan

Kesalahan pencatatan oleh bank atau perusahaan adalah kesalahan pencatatan yang terjadi pada bank atau pada perusahaan.

Akibat yang terjadi karena kesalahan ini berbeda-beda tergantung pada jenis kesalahan yang ada. Format rekonsiliasi bank dipengaruhi tujuan rekonsiliasi yang dilaksanakan.

Penyebab perbedaan antara saldo menurut pembukuan perusahaan dengan laporan bank adalah sebagai berikut :

Bank Belum mencatat transaksi tertentu

  1. Setoran dalam perjalanan. Perusahaan telah mencatat setoran ke bank, tapi bank bank belum mencatatnya.
  2. Cek dalam perjalanan

Perusahaan belum mencatat transaksi tertentu

  1. Biaya administrasi bank
  2. Pendapatan bunga atau giro
  3. Cek kosong
  4. Cek dikembalikan kepada penyetor karena alasan lain, diantaranya :
    • Rekening penarik cek telah ditutup
    • Cek telah kadaluarsa
    • Tanda tangan tercantum pada cek tidak sah
    • Terdapat kesalahan pada penulisan cek.

Tahap Pencatatan Rekonsiliasi Bank

Berikut ini tahap-tahap pencatatan rekonsiliasi bank

  1. Mulailah dengan saldo yang tercantum dalam laporan bank dan saldo yang tercantum dalam rekening kas  perusahaan (disebut dengan saldo per buku). Kedua angka tersebut mungkin tidak sama karena adanya perbedaan dalam pembukuan dan karena sebab-sebab yang telah diterangkan.
  2. Tambahkan atau kurangkan saldo per bank, hal-hal yang tercantum dalam pembukuan perusahaan tetapi tidak tercantum dalam laporan bank
    • tambahkan setoran dalam perjalanan pada saldo per bank
    • kurangkan cek dalam perjalanan dari saldo ke bank
  3. Tambahkan atau kurangkan pada saldo per buku, hal-hal yang tercantum dalam laporan bank tetapi tidak tercatat dalam pembukuan perusahaan.
  4. Hitunglah saldo per bank yang telah disesuaikan dan saldo per buku yang telah disesuaikan. Kedua saldo tersebut harus sama.
  5. Buatlah jurnal untuk setiap hal yang terdapat pada 3 butir di atas, yaitu hal-hal yang tercantum pada sisi per buku )perusahaan) dalam rekonsiliasi bank.
  6. Perbaiki semua kesalahan yang terdapat dalam pembukuan perusahaan, dan sampaikan pemberitahuan kepada bank jika bank telah melakukan kesalahan.

Bentuk Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank dapat dibuat dalam 2 macam cara yang berbeda :

  1. Rekonsiliasi saldo bank dan saldo yang benar
    • Bentuk ini disusun dalam dua seksi, dalam seksi pertama, saldo rekening koran disesuaikan dengan saldo kas yang benar, dan seksi kedua saldo buku disesuaikan dengan saldo kas yang sama. Karena itu, seksi pertama akan memuat pos-pos yang belum dicatat bank dan juga koreksi kesalahan yang dilakukan bank, sedang seksi kedua berisi pos-pos yang belum dicatat deposan dalam koreksi kesalahan yang dilakukan dalam pembukuan deposan.
  2. Rekonsiliasi bank ke saldo buku
    • Rekonsiliasai saldo bank dan saldo buku untuk mencapai suatu jumlah yang benar mempunyai dua manfaat yaitu :
      • menghitung angka kas yang benar
      • menunjukkan secara terpisah semua pos yang memerlukan penyesuaian pada buku deposan

Istilah-istilah pada peraga rekonsiliasi saldo bank dan saldo yang benar

  1. Deposan adalah penyetor
  2. Deposito dalam perjalanan adalah suatu setoran yang dilakukan mendekati akhir bulan dan dicatat pada pembukuan deposan/penyetor diterima oleh bank ketika disajikan rekening koran
  3. Cek yang beredar adalah cek yang sudah bisa dicairkan tapi belum dicairkan oleh deposan
  4. Beban jasa bank adalah biaya bulanan jasa bank yang secara langsung mengurangi saldo rekening deposan
  5. Cek kosong adalah pengambilan cek pelanggan tapi dananya tidak mencukupi

 

Jenis-jenis Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari maksud dan tujuan pembuatan laporan keuangan tersebut.

Masing-masing laporan keuangan memiliki arti sendiri dalam melihat kondisi keuangan perusahaan baik secara bagian maupun secara keseluruhan.

Namun pada praktiknya perusahaan dituntut untuk menyusun beberapa jenis laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, terutama untuk kepentingan diri sendiri maupun untuk kepentingan pihak lain.

Penyusunan laporan keuangan terkadang disesuaikan dengan kondisi perubahan kebutuhan perusahaan.

Jenis laporan keuangan sangat beragam, baik berupa laporan utama maupun laporan pendukung. Jenis-jenis laporan keuangan disesuaikan dengan kegiatan usaha perusahaan yang bersangkutan dan pihak yang keterkaitan untuk memerlukan informasi keuangan pada suatu perusahaan tertentu.

Meurut Munawir yang berjudul “Analisa Laporan Keuangan” menyatakan : “Laporan keuangan pada umumnya terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Modal atau Laba yang Ditahan, walaupun dalam prakteknya sering diikutsertakan beberapa daftar yang sifatnya untuk memperoleh kejelasan lebih lanjut. Misalnya Laporan perubahan Modal Kerja, Laporan Arus Kas, Perhitungan Harga Pokok, maupun daftar-daftar lampiran yang lain.”

Dari kutipan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan modal atau laba yang ditahan dan daftar – daftar yang diperlukan untuk penjelasan lebih lanjut merupakan suatu laporan keuangan yang umum digunakan.

Menurut ikatan Akuntansi Indonesia dalam bukunya yang berjudul “Standar Akuntansi Keuangan” adalah sebagai berikut : “Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan perubahan Posisi Keuangan, ( yang disajikan dalam berbagai cara, misalnya Laporan Arus Kas atau Laporan Arus Dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Di samping itu juga termasuk skedul informasi keuangan segmen industri dan geograis serta pengungkapan perubahan harga.”

Dari penjelasan di atas, ditekankan mengenai kelengkapan laporan keuangan yang meliputi Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Posisi Keuangan (yang disajikan dalam berbagai cara misalnya Laporan Arus Kas atau Laporan Arus Dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Jenis laporan keuangan menurut Sofyan Syafri Harahap yang berjudul “Analisa Kritis atas Laporan Keuangan” menyatakan : “Jenis laporan keuangan terdiri dari jenis laporan keuangan utama dan pendukung, seperti Daftar Neraca, Perhitungan Laba Rugi, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana, Laporan Arus Kas, Laporan Harga Pokok Produksi, Laporan Laba DItahan, Laporan Perubahan Modal, dan Laporan Kegiatan Keuangan.”

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa jenis laporan keuangan terdiri dari :

Neraca

Neraca merupakan laporan keuangan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada waktu tertentu.

Neraca menyajikan dalam data historikal aktiva yang merupakan sumber operasi perusahaan yang dijalankan, utang yaitu kewajiban perusahaan, dan modal dari pemegang saham perusahaan.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi yaitu laporan keuangan yang berisikan informasi tentang keuntungan atau kerugian yang diderita oleh perusahaan dalam satu periode tertentu.

Pada laporan ini disajikan data pendapatan sebagai hasil usaha perusahaan dan beban sebagai pengeluaran operasional perusahaan.

Laporan Perubahan Posisi Keuangan

Laporan perubahan posisi keuangan biasanya disebut daftar sumber penggunaan dana, menunjukkan asal kas diperoleh dan bagaimana digunakan.

Laporan perubahan posisi keuangan menyediakan latar belakang historis dari pola aliran dana.

Laporan ini terbagi menjadi dua yaitu : Laporan perubahan modal kerja dan laporan arus kas.

Laporan perubahan modal kerja menyajikan data-data aktiva lancar dan utang lancar, sedangkan laporan arus kas menyajikan data-data mengenai arus kas dari kegiatan operasioal, kegiatan investasi, kegiatan keuangan/pembiayaan dan saldo kas awal serta saldo kas akhir.

Catatan dan Laporan lain sebagai penjelasan bagi laporan keuangan

Catatan dan laporan lain merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari laporan keuangan.

Catatan ini bergantung pada kebijakan akuntansi yang digunakan pada waktu mempersiapkan laporan keuangan dan memberikan tambahan detail mengenai beberapa bagian laporan keuangan.

Misalnya Laporan Harga PokokProduksi, Laporan Perubahan Modal dan Laba Ditahan, Laporan Kegiatan Keuangan.