8 Langkah Penting Dalam Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) Yang Benar

Pengertian SDM dalam Manajemen SDM

SDM adalah bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dalam mengelola perusahaan, karena Manusia (karyawan) merupakan elemen yang bertindak sebagai motor penggerak dalam kegiatan usaha, sehingga  perlu dikelola secara baik dan profesional.

Tugas dari Manajer SDM dalam melakukan manajemen SDM adalah memastikan orang-orang yang bekerja di perusahaan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga mampu meningkatkan produktifitas perusahaan.

Pengelolaan manusia sebagai aset yang paling penting dalam perusahaan dimulai dari beberapa langkah berikut ini :

Langkah ke-1adalah analisis jabatan yang meliputi:

(a) penentuan jabatan yang dibutuhkan dan akan diterapkan dalam perusahaan,

(b) penentuan tugas, kewenangan dan tanggungjawab dari masing-masing jabatan,

(c) penentuan kualifikasi seseorang untuk menduduki jabatan tertentu.

Langkah ke-2 adalah perencanaan tenaga kerja, yang meliputi

(a) menentukan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, dan

(b) persyaratan yang dibutuhkan.

Langkah ke-3 adalah pengadaan tenaga kerja yang meliputi

(a) penarikan/rekrutmen dan

(b) seleksi.

Langkah ke-4 adalah pendidikan dan pengembangan skill.

Langkah ke-5 adalah menentukan upah/gaji/kompensasi yang akan diterima karyawan.

Langkah ke-6 adalah perencanaan karir pegawai,

Langkah ke-7 adalah kebijakan kesejahteraan pegawai dan

Langkah ke-8 adalah pemutusan hubungan kerja dengan pensiun.

Kedelapan langkah di atas menjadi acuan utama bagi sebuah perusahaan dalam melakukan manajemen SDM jika ingin meningkatan kinerjanya.

Analisis Jabatan

Di antara komponen organisasi dan manajemen SDM yang paling urgen dalam perusahaan yaitu penentuan pekerjaan atau jabatan. Untuk mencapai tujuan, perusahaan perlu menetapkan jenis-jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan.

Manajer SDM mutlak harus mempunyai data yang lengkap dan valid mengenai semua jabatan yang ada agar dapat melaksanakan setiap fungsi manajemen dengan baik dan benar.

Data mengenai jabatan tersebut diperoleh dari hasil analisis jabatan. Yaitu melalui proses mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan suatu jabatan dalam perusahaan.

Untuk itu perlu diketahui jenis jabatan apa saja yang harus dikerjakan, bagaimana cara mengerjakannya, mengapa pekerjaan itu harus dilakukan serta apa saja persyaratan untuk menduduki suatu jabatan. Oleh karena itu, analisis jabatan perlu dilakukan dalam menyusun organisasi perusahaan.

Dari hasil analisis jabatan akan diperoleh dua hal yaitu:

(a) uraian data jabatan,

(b) spesifikasi jabatan.

Uraian mengenai jabatan meliputi hal-hal sebagai berikut:

(1). Identitas atau nama jabatan,

(2) Fungsi jabatan,

(3) Uraian tugas pekerjaan,

(4) Wewenang,

(5) Pejabat,

(6) Tanggungjawab pejabat,

(7) Hubungan kerja,

(8) Bahan, alat, dan mesin yang digunakan, dan

(9) Kondisi kerja.

Sedangkan spesifikasi jabatan sendiri memuat syarat-syarat minimum yang harus dipenuhi oleh sesorang yang dapat melaksanakan pekerjaan tersebut. Isi uraian jabatan meliputi:

(1) persyaratan minimum jenjang pendidikan,

(2) persyaratan pengalaman kerja,

(3) persyaratan psikologi,

(4) persyaratan khusus lainnya.

Perencanaan Tenaga Kerja

Perencanaan sumber daya manusia (SDM) atau human resources adalah kegiatan merencanakan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai dengan hasil analisis jabatan yang sudah dibuat.

Di dalam melakukan manajemen SDM, sangat diperlukan perencanaan agar dapat dicapai hasil yang diinginkan.

Perencanaan meliputi penentuan jumlah tenaga kerja, serta persyaratan yang diinginkan.

Perkiraan tentang jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan didasarkan pada berbagai pertimbangan antara lain tentang rencana produksi yang dihasilkan serta.

Perkiraan jumlah produksi ini dapat dipakai untuk memperkirakan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengerjakan kegiatan atau tugas tersebut.

Untuk tenaga pada level manajerial biasanya didasarkan pada jumlah jabatan yang tersedia dalam struktur organisasi tersebut. Perencanaan tenaga kerja dilakukan untuk (a) memenuhi kebutuhan karyawan baru akibat pembukaan usaha baru atau pembukaan cabang, dan (b) adanya karyawan yang keluar karena pensiun atau dikeluarkan oleh perusahaan.

Pengadaan Tenaga Kerja

Setelah melakukan analisa tenaga kerja, proses selanjutnya adalah melakukan pengadaan tenaga kerja. Pengadaan karyawan atau biasa disebut rekruitmen merupakan sebuah kegiatan untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat dan sesuai untuk memenuhi kebutuhan organisasi dalam rangka mencapai tujuan bisnis. Kebutuhan tenaga kerja yang telah ditentukan perlu direkrut sesegera mungkin. Oleh karena itu pengadaan tenaga kerja ini meliputi

(a) penarikan tenaga kerja,

(2) seleksi tenaga kerja dan

(c) penempatan tenaga kerja.

Penarikan atau rekruitmen yaitu upaya untuk mencari calon karyawan yang memenuhi syarat tertentu atau berdasarkan kualifikasi tertentu sehingga dapat dipilih orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan yang ada.

Proses penarikan pegawai juga disesuaikan dengan kebutuhan dan persyaratan yang diinginkan. Penarikan dapat dilakukan melalui kenalan, iklan, bursa tenaga kerja, dari perguruan tinggi, dan dari pusat-pusat pelatihan calon pegawai.

Agar dapat terjaring tenaga kerja yang sesuai dengan keinginan, maka dalam informasi perlu dijelaskan persyaratannya, misalnya usia, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman dan persyaratan lainnya.

Tenaga kerja dapat berasal dari dalam perusahaan (sumber internal) atau sumer dari luar perusahaan (eksternal). Sumber internal berasal dari aryawan dalam perusahaan itu sendiri untuk menduduki jabatan pada perusahaan yang baru. Sementara sumber eksternal (dari luar perusahaan) dapat diperoleh melalui iklan, perguruan tinggi atau sumber lainnya. Perusahaan ekspansi atau perluasan, dapat menggunakan sumber internal dan eksternal.

Setelah penarikan, selanjutnya dilakukan seleksi. Seleksi adalah proses untuk mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi syarat sesuai ketentuan organisasi. Tujuan seleksi adalah untuk mendapatkan tenaga kerja yang paling tepat untuk menduduki jabatan tertentu. Menyeleksi calon tenaga kerja dapat dilakukan dengan:

(1) seleksi surat lamaran,

(2) tes umum,

(c) wawancara,

(d) psiko-tes, dan

(e) tes kesehatan.

Bagi karyawan yang telah lolos seleksi mereka dapat langsung memperoleh penempatan kerja karena sudah berpengalaman. Penempatan kerja berkaitan dengan pencocokan seseorang dengan jabatan yang akan dipangkunya berdasarkan kebutuhan jabatan. Selanjutnya diadakan oroientasi/pengenalan di mana uraian tugas digunakan untuk menyampaikan informasi tentang tugas-tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Tetapi bagi mereka yang belum berpengalaman perlu diberikan pendidikan dan pelatihan lebih dahulu.

Pelatihan dan Pengembangan

Bagi pelamar yang belum memiliki pengalaman kerja perlu diberi pelatihan atau training.

Tujuannya adalah untuk membiasakan mereka bekerja di lingkungan perusahaan sehingga dapat segera beradaptasi. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan keahlian mereka bertambah atau meningkat sehingga mereka siap untuk dipekerjakan. Materi pelatihan diberikan kepada mereka sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan.

Di samping itu dipertimbangkan juga minat dan bakat karyawan. Jangka waktu pelatihan pun ditentukan sesuai kebutuhan pengalaman karyawan. Tempat pelatihan bisa dipilih di dalam atau di luar perusahaan.

Begitu pula manajemen juga harus melaksanakan fungsi pengembangan pada karyawan yang sudah bekerja sebelumnya melalui pendidikan dan pelatihan. Pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sehingga mampu memenuhi tuntutan organisasi dalam mengahadapi perkembangan dan persaingan.

Kebijakan Kompensasi

Program kompensasi perlu diperhatikan dalam rangka mempertahankan karyawan yang profesional dan berkualitas. Kompensasi adalah imbalan yang diterima karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka.

Kompensasi pada umumnya terdiri dari upah atau gaji, tunjangan perumahan, tunjangan hari tua, insentif dan premi.

Tugas perusahaan adalah menentukan kompensasi yang akan diterima karyawan.

Besarnya kompensasi dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain:

(a) jabatan,

(b) pendidikan,

(c) wewenang dan tanggungjawab,

(d) faktor-faktor lainnya.

Kompensasi dari waktu ke waktu akan meningkat dan diberikan dalam bentuk uang maupun bukan uang.

Perencanaan Karir

Perencanaan karir adalah perjalanan kerja karyawan selama berada dalam perusahaan.

Karyawan dapat merencanakan jenjang karirnya sejak mulai kerja sampai berhenti bekerja. Karir karywan lebih banyak ditentukan oleh kinerja karyawan yang bersangkutan. Selain perencanaan karir, perusahaan juga harus melakukan evaluasi kinerja karywan.

Penilaian kinerja merupakan proses untuk menilai prestasi kerja karyawan sehingga dapat memberikan umpan balik kepada karywan dan organisasi tentang pelaksanaan kerja mereka dan dapat dijadikan dasar sebagai program perbaikan kinerja, penyesuaian kompensasi/upah, promosi jabatan dan pengembangan karir.

Kebijakan Kesejahteraan

Kebijakan kesejahteraan karyawan dapat diberikan dalam bentuk keselamatan dan kesehatan kerja, baik fisik maupun mental karyawan.

Kondisi fisik meliputi penyakit dan kecelakaan kerja, seperti kehilangan nyawa, cacat atau penyakit lainnya. Sedangkan kesehatan psikologis mental adalah penyakit akibat stress dan kondisi kerja yang tidak memuaskan.

Pemutusan Hubungan Kerja

Dalam Manajemen SDM tidak hanya mengurusi pegawai yang masih produktif, akan tetapi juga terkait pemutusan hubungan kerja. Pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakn kebijakan sebuah perusahaan untuk memberhentikan karyawan dari tugas tertentu. Pemutusan hubungan kerja dapat disebabkan oleh berbagai sebab:

a. Memasuki masa pensiun karena usia.

b. Permintaan pengunduran diri

c. Pemecatan karena melakukan kesalahan,

d. Pensiun dini

e. Meninggal dunia.

Pengertian Promosi ,Tujuan Serta Strategi yang Digunakan

Dalam sebuah bisnis, peran promosi sangatlah penting. Bahkan bisa jadi kegiatan ini menjadi ujung tombak dalam strategi pemasaran dalam berbagai lini bisnis.

Promosi menjadi faktor penentu peningkatan penjualan produk dalam sebuah bisnis. Banyak perusahaan yang mengalokasi dana yang besar untuk melakukan promosi besar demi meningkatkan omset penjualan.

Suatu produk seberapapun baiknya dan bagaimanapun bagusnya, jika tidak diinformasikan kepada konsumen menjadikan produk itu tidak dikenal dan tidak dipahami sehingga kerja perusahaan itu akan sia-sia, oleh karena itu perusahaan itu harus menginformasikan produk yang diciptakan kepada konsumen dan berusaha untuk dimengerti dan dikenal.

Tentu saja untuk mencapainya diperlukan usaha yang semaksimal mungkin untuk mempengaruhi dan membujuk konsumen agar mau membeli serta mengerti apa yang telah diciptakan oleh perusahaan tersebut.

Usaha yang dilakukan untuk menginformasikan produk tersebut dilakukan dengan usaha yang disebut promosi.

Definisi Promosi

Promosi adalah sebuah metode komunikasi yang persuasif, mengajak, membujuk dan meyakinkan untuk mengarahkan calon konsumen pada tingkatan pertukaran dalam pemasaran.

Kegiatan promosi ini dapat dilakukan melalui beberapa cara yaitu dengan metode periklanan, personal selling, promosi penjualan dan publisitas.

Promosi yang dilakukan dengan perencanaan yang baik diharapkan bisa memberikan kontribusi yang maksimal bagi peningkatan sales / penjualan dan bagian pasar yang telah ada sebelumnya bagi perusahaan dan organisasi.

Tujuan Promosi

Ada beberapa tujuan dilakukannya promosi dalam sebuah bisnis. Berikut ini merupakan tujuan promosi yang sering dijadikan acuan :

  1. Memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang produk kepada pihak lain terutama konsumen.
  2. Memberikan informasi kepada pihak lain terutama konsumen mengenai hasil yang telah dikeluarkan oleh perusahaan yang sebaiknya diketahui oleh pihak lain terutama konsumen.
  3. Membujuk pelanggan untuk memilih dan membeli suatu produk yang dihasilkan.
  4. Memberikan persepsi produk yang dibutuhkan kepada pelanggan.
  5. Mengimbangi kelemahan unsur bauran pemasaran yang lain.
  6. Menanamkan citra yang baik yang telah dihasilkan
  7. Mendorong untuk memilih dan membeli suatu produk yang dihasilkan.

Cara Promosi

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan promosi. Tentu saja tidak semua cara ini akan berhasil, karena untuk melihat efektif tidaknya sebuah promosi perlu dilakukan evaluasi dan analisa lebih mendalam. Namun setidaknya ada gambaran tentang bagaimana cara melakukan promosi yang kerap dilakukan oleh pelaku usaha secara umum. Berikut ini beberapa cara promosi yang sering dipakai dalam dunia bisnis :

a)  Periklanan

Periklanan merupakan pesan yang disiarkan oleh perusahaan melalui mass media, seperti media cetak (koran, pamflet,brosur) maupun media elektronik (radio, televisi, internet).

Kegiatan periklanan yaitu sebuah kegiatan menyebarluaskan informasi atau pesan kepada masyarakat luas.

Kegiatan periklanan adalah suatu alat untuk membuka komunikasi dua arah antara penjual dan pembeli. Sehingga keinginan mereka dapat dipenuhi dengan cara yang lebih efektif dan efisien.

Adanya komunikasi dua arah ini menciptakan terjadinya pertukaran yang saling menguntungkan antara perusahaan itu sendiri dengan konsumen yang potensial. Media yang sering digunakan adalah surat kabar, majalah, media elektronik baik tv atau radio, billboard dan sebagainya.

b) Personal selling

Personal selling adalah:interaksi antara individu yang saling bertemu muka dengan tujuan untuk menimbulkan penjualan.

Dalam kegiatan personall selling ini lebih fleksibel dibandingkan dengan metode yang lainnya, karena tenaga-tenaga penjualan dapat langsung mengetahui minat dan antusiasnya (perilaku) konsumen dan sekaligus dapat mengetahui reaksi yang timbul secara langsung dari konsumen sehingga dapat mengadakan dan memberikan reaksi timbal balik dengan segera.

c). Publisitas

Publisitas adalah rangsangan terhadap permintaan suatu produk barang atau jasa dari organisasi dengan meminta untuk menyusun berita yang menarik tentang produk barang atau jasa dari organisasi tersebut pada media publisitas seperti radio, televisi atau pertunjukan yang digelar tanpa dibiayai oleh sponsor. Cara ini sangat baik karena publisitas dapat menjangkau pembeli potensial yang tak dapat dijangkau oleh periklanan dan personal selling,cara ini juga lebih efektif karena penyampaiannya dilakukan secara rinci dan mendetail sehingga merupakan suatu berita yang baru dan menarik. Jenis- jenis publisitas antara lain melalui (a) artikel, (b) berita yang memuat hasil konferensi press perusahaan dan (c) berit editorial.

d)    Promosi Penjualan

Alat kegiatan promosi selain periklanan, personal selling dan publisitas adalah promosi penjualan yang dilakukan dengan peragaan , pertunjukan,pameran, demonstrasi dan berbagai macam usaha penjualan yang bersifat tidak rutin. Promosi penjualan dapat dikatakan sebagai semua bentuk intensif untuk mencapai penjualannya dengan cara sebagai berikut: 1) pemberian contoh barang, 2) pemberian kupon barang, 3)pemberian undian, 4)pemberian zakat.

Strategi Marketing Mix

Strategi Marketing Mix dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya dapat dilihat dalam gambar seperti berikut ini.

1.  Konsumen sasaran.

Agar sukses di pasar yang penuh persaingan dewasa ini, perusahaan harus menempatkan pelanggan (konsumen) di tengah untuk merebut pelanggan dari tangan pesaing dengan menawarkan nilai yang lebih besar (big values).

Tetapi sebelum dapat memuaskan konsumen, perusahaan sebelumnya perlu memahami kebutuhan dan keinginan pasar. Jadi, pemasaran yang mantap memerlukan analisis konsumen secara detail dan hati-hati. Perusahaan mengetahui bahwa perusahaan tidak mungkin memuaskan semua konsumen pada suatu pasar tertentu dengan cara yang sama.

Ada berbagai macam konsumen dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Beberapa perusahaan terkadang memiliki posisi yang lebih baik untuk melayani segmen pasar tertentu. Oleh karena itu perusahaan harus membagi-bagi pasar, memilih segmen pasar yang paling baik dan mendesain strategi untuk melayani segmen yang dipilihnya lebih baik dari pada para pesaingnya dengan tetap menghasilkan laba. Proses ini melibatkan empat langkah: (1) pengukuran permintaan dan peramalan, (2) segmentasi pasar, (3) membidik pasar, dan (4) memposisikan diri di pasar.

2.  Mengembangkan Marketing mix

Setelah memutuskan strategi pemasaran untuk bersaing secara keseluruhan, perusahaan harus siap untuk mulai merencanakan bauran pemasaran yaitu (a) produk, (b) harga, (c) distribusi dan (4) promosi. Bauran pemasaran merupakan perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan dan dapat dipadukan oleh perusahaan untuk mendapatkan respon yang diinginkan dalam pasar sasaran.

3.  Pengelolaan pemasaran.

Perusahaan yang ingin melakukan strategi bauran pemasaran, haruslah melakukan analisis lingkungan pemasaran lebih dahulu. Berdasarkan hasil analisis pemasaran itulah, perusahaan dapat melakukan perencanaan yang meliputi pengembangan rencana strategik dan rencana pemasaran. Kegiatan selanjutnya adalah menjalankan rencana pemasaran dan diakhiri dengan pengendalian pemasaran dengan pengukuran hasil, evaluasi hasil dan mengambil tindakan perbaikan.

4.  Lingkungan pemasaran.

Kegiatan perusahaan berlangsung dalam lingkungan pemasaran yang kompleks yang terdiri dari keuatan-kekuatan yang tidak dapat dikendalikan perusahaan. Lingkungan pemasaran tersebut akan menghasilkan ancaman dan peluang. Perusahaan harus berhati-hati dalam menghadapi lingkungan yang terdiri dari para pemasok, masyarakat, para penyalur/perantara dan pesaing. Selain itu juga terdapat lingkungan lain, seperti lingkungan ekonomi dan demografi, lingkungan teknologi, lingkungan sosial budaya serta lingkungan politik pada daerah pemasaran. Perusahaan harus berhati-hati menganalisis lingkungan ini agar dapat menghindari ancaman dan dapat mengambil manfaat dari peluang.

 

Kiat Sukses dalam Membangun Bisnis

Bisnis merupakan salah satu sumber pandapatan yang banyak dilakukan oleh orang. Karena untuk memulai bisnis ini cukuo sederhana, mulai dari jualan di tepi jalan, sampai sebuah bisnis multi nasional.

Saat ini banyak orang yang mulai terjun ke dunia bisnis, mulai dari artis sampai orang bekerja di kantoran. Karena mereka menganggap bahwa bisnis bisa dilakukan siapa saja, dan bisa dijalankan kapan saja.

Lalu, bagaimana memulai sebuah bisnis yang berhasil? Pertanyaan itu sering ditanyakan orang, terutama oleh orang yang baru ingin memulai menjalankan bisnis.

Namun, belum pernah ditemukan jawaban yang pasti. Ada banyak pendapat dan referensi yang menjelaskan tentang bagaimana cara meraih keberhasilan dalam sebuah bisnis.

Banyak pula buku-buku tentang bisnis yang bisa dijadikan referensi untuk memulai menjalankan bisnis.

Meskipun demikian, sukses tergantung pada kemampuan untuk menemukan peluang bisnis, dan segera bertindak (take action) dengan mengelola sumber daya (resources) yang dibutuhkan untuk menawarkan sesuatu yang menarik bagi pelanggan, dan mengambil risiko (take risk) yang ada. Hal ini penting bagi kewirausahaan dalam konteks bisnis.

Yang berperan penting dalam proses keseluruhan adalah mental wirausaha. Tentu saja mental ini tidak muncul dalam sekejap, namun perlu dilatih dan dikembangkan sehingga menjadi sebuah mindset yang melekat dalam setiap tindakan seseorang dalam menjalankan usaha.

Orang yang memiliki mindset pebisnis, ia mampu mengambil inisiatif untuk menciptakan peluang serta melakukan penawaran menarik yang bernilai kepada calon pelanggan.

Kemampuan pengusaha untuk melakukan hal ini dengan berhasil tergantung pada empat 4 faktor, yaitu: (a) Motivasi, (2) kemampuan), (3) ide produk yang dijual, dan (4) sumber daya. Adapun penjelasan mengenai masing-masing faktor sebagai berikut:

a. Motivasi (dorongan untuk memulai usaha)

Motivasi sangat penting dalam meraih keberhasilan dalam dunia bisnis.

Bahkan sekarng ini banyak muncul motivator-motivator bisnis yang memberikan seminar dan coaching atau mentoring kepada pelaku bisnis yang masih pemula, agar bisa menjadi lebih sukses.

Di Indonesia sendiri banyak motivator bisnis yang sangat terkenal, misalnya Tung Desem Waringin, Mardigu WP, Dewa Eka Prayoga dan lain lain. Mereka memberikan mentoring bisnis agar siapapun yang ingin memulai bisnis dari awal bisa tetap semangat dan lebih cerdas dalam menjalankan bisnis.

Tak dapat dipungkiri bahwa untuk meraih keberhasilan, individu atau kelompok memerlukan motivasi yang tinggi dan dorongan untuk memulai bisnis sampai meraih keberhasilan.

Hal ini dicerminkan, misalnya, bagaimana dari ketangguhan mereka dalam menghadapi rintangan yang menghalangi, bagaimana mereka mencari informasi dan bagaimana mereka bersikap terhadap berbagai peluang yang ada.

Indikator tambahan adalah komitmen dan perilaku kerja mereka (kualitas, efisiensi, jam kerja yang panjang), pengorbanan sebelumnya dalam memulai bisnis, dan dukungan keluarga atau mitra bisnis.

b. Kemampuan (pengetahuan dan keterampilan teknis bisnis)

Pertanyaan penting lainnya adalah apakah individu atau orang lain yang terlibat memiliki kemampuan tertentu -ini dapat berupa pengetahuan, keterampilan teknis atau manajerial yang berhubungan dengan bisnis yang akan dijalankan. Satu jalan untuk mengisi kekurangan di bidang ini adalah bergabung dengan orang lain yang memiliki keterampilan yang dibutuhkan atau mempekerjakannya.

c. Gagasan dan Ide (sesuatu yang akan dipasarkan)

Hal penting yang ditentukan di sini adalah kelayakan dari ide, proyek, produk, atau layanan yang ditawarkan.

Dengan kata lain, apakah ide, produk, atau layanan itu sesuai dengan kebutuhan atau keinginan sejumlah pelanggan yang mampu membeli produk tersebut dan mau menggunakan/ membeli dalam jumlah yang sesuai, sehingga proyek bisnis secara keseluruhan menjadi bernilai (memberi keuntungan, dalam konteks bisnis.

Bagaimana produk itu bisa menjadi sesuatu yang lebih diinginkan atau lebih baik dari yang telah ada dan bagaimana reaksi pesaing?

d. Sumber daya. 

Pada akhirnya, kemampuan personal yang bekerja di dalam perusahaan untuk menguasai dan mengelola sumber daya yang ada, tidak hanya akan mempengaruhi kinerja usaha tersebut, tapi juga apakah mereka bisa memulai bisnis itu atau tidak.

Sumber daya itu meliputi modal, uang, tempat usaha, bahan baku, peralatan, dan tenaga kerja. Ketersediaan infrastruktur (seperti listrik, telepon, jalan) dan layanan pendukung juga sangat penting.

Nah, setelah membaca beberapa faktor yang telah disebutkan di atas, apakah Anda sudah siap menjalankan bisnis?

Sumber referensi :

Buku Modul 3 Manajemen Usaha Kecil – Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan

Pengertian Kliring Menurut Para Ahli

Alat pembayaran nontunai sudah berkembang dan semakin lazim dipakai masyarakat. Kenyataan ini memperlihatkan kepada kita bahwa jasa pembayaran nontunai yang dilakukan bank maupun lembaga selain bank, baik dalam proses pengiriman dana, penyelenggara kliring maupun sistem penyelesaian akhir (settlement) sudah tersedia dan dapat berlangsung di Indonesia. Transaksi pembayaran nontunai dengan nilai besar diselenggarakan Bank Indonesia melalui sistem BI-RTGS (Real Time Gross Settlement) dan Sistem Kliring.

Pengertian Kliring

Ada beberapa pengertian kliring yang dikemukakan oleh berbagai sumber, diantaranya:

  1. Kliring berasal dari istilah kata dalam bahasa inggris “Clearing“ sebagai suatu istilah dalam dunia perbankan dan keuangan yang menunjukkan suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut.
  2. Kasmir mendefinisikan kliring sebagai jasa penyelesaian hutang pihutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring. Kliring juga dapat diartikan sebagai suatu proses penyelesaian pembukuan dan pembayaran antar bank dengan memindahkan saldo kepada pihak yang berhak.
  3. Pengertian  kliring  menurut  Peraturan  Bank  Indonesia  No.1/3/PBI/1999 tanggal  13  Agustus  1999  perihal  Penyelenggaraan  Kliring  Lokal  dan Penyelesaian  Akhir  Transaksi  Pembayaran  Atas  Hasil  Kliring  Lokal adalah  pertukaran  warkat  atau  data  keuangan  elektronik  antarbank (DKE), baik atas nama bank maupun nasabah yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Dalam penyelenggaraan kliring, bank sebagai  perantara  pelaksana  kliring  melaksanakan  perhitungan  dan pembuatan bilyet saldo kliring yang didasarkan pada data keuangan elektronik disertai dengan penyampaian warkat dari peserta kepada penyelenggara untuk diteruskan kepada peserta penerima.
  4. Menurut The New Glorier Webster International Dictionary of The English Language, kliring adalah the act exchanging draft and each other and settling the differences yang dapat diartikan sebagai kegiatan tukar menukar warkat dari bank satu dengan bank lainnya dan menetapkan perbedaan–perbedaannya.
  5. Pengertian kliring menurut Peraturan Bank Indonesia No.7/18/PBI/2005 tanggal 22 Juli 2005 adalah: “Kliring merupakan pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar bank baik atas nama bank maupun nasabah yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu”.
  6. Muhammad dan Dwi Suwiknyo mendefinisikan kliring sebagai proses penyelesaian utang piutang antar bank yang diselenggarakan pada suatu tempat dan waktu tertentu.
  7. Totok Budisantoso dan Sigit Triandaru mengemukakan bahwa kliring antarbank adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antarbank baik atas nama bank maupun nasabah yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.
  8. Kliring adalah jasa penyelesaian hutang piutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat–warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring. Penyelesaian hutang pihutang yang dimaksud adalah penagihan cek atau bilyet giro melalui bank dengan menggunakan warkat (surat perintah pembayaran/penagihan). Kliring adalah proses perhitungan, pelunasan, dan pertukaran warkat–warkat kliring antar bank anggota yang dikoordinasi Bank Indonesia.

Dengan berdasarkan berbagai pendapat yang telah dikemukakan mengenai pengertian kliring, maka dapat disimpulkan bahwa kliring merupakan suatu tata cara perhitungan utang piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan surat-surat berharga dari suatu bank terhadap bank lainnya, dengan maksud agar penyelesaiannya dapat terselenggara dengan mudah dan tata cara aman, serta untuk memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran (LLP) giral.

Tujuan Kliring

Tujuan utama dari pelaksanaan kliring (clearing) adalah :

  1. Untuk memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral antar bank.
  2. Agar perhitungan penyelesaian hutang pihutang dapat dilaksanakan lebih mudah, aman dan efisien.
  3. Sebagai salah satu pelayanan bank kepada nasabahnya, terutama dalam hal keamanan dan biaya yang dikeluarkan.

Dengan timbulnya aktivitas kliring, akan mempermudah penarikan nasabah dan penyelesaian inkaso atau transfer bagi bank peserta kliring. Karena dengan kliring waktu penagihan menjadi lebih cepat terutama untuk warkat dalam jumlah yang banyak. Secara umum, kliring melibatkan lembaga keuangan yang memiliki permodalan yang kuat yang dikenal dengan sebutan Mitra Pengembang Sentral (MPS) atau disebut juga central counterparty. MPS menjadi pihak dalam setiap transaksi yang terjadi baik sebagai penjual maupun sebagai pembeli.

Kliring dilaksanakan dan di koordinasi oleh lembaga kliring yang berupa bank sentral atau yang lebih dikenal dengan Bank Indonesia. Tujuan dari diadakannya lembaga kliring adalah agar dapat mengatur dan mengawasi pelaksanaan kliring antar bank. Dengan melibatkan bank lain sebagai peserta kliring langsung aktif (PLA) maupun peserta kliring langsung pasif (PLP). Lembaga kliring menjadi tempat berkumpulnya semua anggota clearingman dan clearinggirl dari bank anggotanya untuk melakukan perhitungan, pelunasan, dan pertukaran warkat – warkat kliring.

Sistem Kliring 

Saat ini penyelenggaraan kliring lokal dilakukan dengan menggunakan 5 (lima) macam sistem kliring, yaitu :

  1. Sistem manual
    • Sistem manual adalah system penyelenggaraan kliring local yang dalam pelaksanaan perhitungan, pembuatan Bilyet Saldo Kliring serta pemilahan warkat dilakukan secara manual oleh setiap peserta kliring.
    • Dalam system manual kliring dilakukan oleh non-KBI yang wilayahnya jauh dari KBI dengan jumlah bank peserta dan jumlah warkatnya sedikit.
  2. Sistem Semi Otomasi
    • Sistem semi otomatisasi yaitu system penyelenggaraan kliring local yang dalam pelaksanaan perhitungan dan pembuatan Bilyet Saldo Kliring dilakukan secara otomasi, sedangkan pemilahan warkat dilakukan secara manual oleh peserta.
    • Pada proses Sistem Semi Otomasi, perhitungan kliring akan didasarkan pada DKE yang dibuat oleh peserta kliring sesuai dengan warkat yang dikliringkan.
    • Kliring yang menerapkan system semi otomasi biasanya dilakukan oleh KBI dengan jumlah bank peserta dan jumlah warkat sedikit dilakukan dengan system kliring Semi Otomasi Kliring Lokal (SOKL). Pada system kliring ini bank menyampaikan file dalam disket yang berisi informasi tentang catatan kliring ke penyelenggara kliring (KBI atau bank pemerintah yang ditunjuk).
  3. Sistem Otomasi
    • Sistem otomasi yaitu system penyelenggaraan kliring local yang dalam dan pelaksanaan perhitungan, pembuatan Bilyet Saldo Kliring dan pemilahan warkat dilakukan oleh penyelenggara secara otomasi.
    • Pada proses sistem otomasi, perhitungan kliring akan didasarkan pada warkat yang dibuat oleh peserta kliring sesuai dengan warkat yang dikliringkan oleh peserta kliring.
    • Selain itu, pada system ini semua proses mulai dari perhitungan, rekapitulasi, dan pembuatan laporan kliring dilakukan secara otomasi. Sistem otomasi kliring dimulai dari penerimaan warkat kliring dari semua peserta kliring oleh KBI penyelenggara kliring sebagai input untuk mesin reader/sorter.
  4. Sistem Elektronik
    • Kliring yang dilakukan oleh KBI dengan jumlah bank peserta dan jumlah warkat sangat banyak dilakukan dengan system kliring elektronik.
    • Pada system kliring ini proses perhitungan, rekapitulasi, dan pembuatan laporan kliring (Bilyet Saldo Kliring) dilakukan secara elektronik melalui terminal elektronik di bank peserta kliring tidak perlu datang ke tempat kliring untuk menyampaikan warkat kliring.
    • Untuk pertukaran warkat dan rekonsiliasi dilakukan secara otomasi melalui computer pusat kliring elektronik. Dengan system ini, proses kliring dapat diselesaikan dengan lebih cepat, akurat, dan aman, serta mengurangi resiko tidak terprosesnya warkat kliring. Dalam pemrosesan data secara elektronik, mesin akan membaca Magnetic Ink Character Renognition atau MICR pada tiap lembar cek nasabah.
  5. Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia, yang selanjutnya disebut SKNBI adalah sistem kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debet dan kliring kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional.

Sumber referensi :

DASAR-DASAR PERBANKAN Kelas  X  JILID 2

Pengertian Komunikasi Data (Lengkap dan Terperinci)

Pengertian Komunikasi Data

Komunikasi Data adalah bentuk komunikasi yang secara khusus berkaitan dengan transmisi atau pemindahan data antara komputer-komputer, komputer dengan piranti-piranti yang lain dalam bentuk data digital yang dikirimkan melalui media Komunikasi Data

Komunikasi Data saat ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, karena telah diterapkan dalam berbagai bentuk aplikasi misal: komunikasi antar komputer yang populer dengan istilah internet, Handphone ke komputer, Handphone ke Handphone, komputer atau handphone ke perangkat lain misal: printer, fax, telpon, camera video dll.

Model Komunikasi Data

Komunikasi data Simplex: satu arah

Komunikasi data Half Duplex: Dua arah bergantian

Komunikasi data Full Duplex : Dua arah bisa bersamaan

Komponen Komunikasi Data

Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data, berupa komputer, alat lainnya seperti handphone, video kamera, dan lainnya yang sejenis. Penerima, adalah piranti yang menerima data, juga bisa berupa komputer, alat lainnya seperti handphone, video kamera, dan lainnya yang sejenis.

a. Pesan / Data, adalah informasi yang akan dipindahkan bisa berupa apa saja, teks, angka, gambar, suara, video, atau kombinasi dari semuanya.

b. Media pengiriman, adalah media atau saluran yang digunakan untuk mengirimkan data, bisa berupa kabel, cahaya maupun gelombang magnetik

c. Protokol, adalah aturan-aturan yang harus disepakati oleh dua atau lebih alat untuk dapat saling berkomunikasi. Tanpa protocol, dua alat atau lebih mungkin saja bisa saling terhubung tetapi tidak dapat saling berkomunikasi, sehingga message yang dikirim tidak dapat diterima oleh alat yang dituju.

Berbagai standar komunikasi data

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.

Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.

Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar teknis, untuk menspesifikasi bagaimana membangun komputer atau menghubungkan peralatan perangkat keras.

Protokol secara umum digunakan pada komunikasi real-time dimana standar digunakan untuk mengatur struktur dari informasi untuk penyimpanan jangka panjang.

Sangat susah untuk menggeneralisir protokol dikarenakan protokol memiliki banyak variasi di dalam tujuan penggunaanya. Kebanyakan protokol memiliki salah satu atau beberapa dari hal berikut:

  1. Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer atau mesin lainnya.
  2. Melakukan metode “jabat-tangan” (handshaking).
  3. Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
  4. Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
  5. Bagaimana format pesan yang digunakan.
  6. Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
  7. Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya
  8. Mengakhiri suatu koneksi.

Karakteristik dasar komunikasi data

a. Pengiriman
Sistem harus mengirimkan data ke tujuan yang sesuai. Data harus diterima oleh perangkat yang dimaksudkan atau pengguna dan hanya oleh perangkat atau pengguna.

b. Akurasi
Sistem harus memberikan data yang akurat. Data yang telah diubah dalam transmisi dan meninggalkan sumber, data  yang tidak dikoreksi tidak dapat digunakan.

c. Ketepatan waktu
Sistem harus mengirimkan data pada waktu yang tepat. Terlambat nya dikirimkannya data maka tidak akan berguna. Dalam kasus video dan audio, pengiriman waktu yang tepat berarti memberikan data seperti yang diproduksi atau seperti aslinya, dalam urutan yang sama ketika dibuat, dan tanpa penundaan yang signifikan. Semacam ini disebut pengiriman transmisi realtime.

d. Jitter
Jitter mengacu pada variasi waktu kedatangan paket. Ini adalah keterlambatan yang tidak merata dalam pengiriman paket audio atau video. Sebagai contoh, mari kita asumsikan bahwa paket video yang dikirim setiap 3D ms. Jika beberapa dari paket datang dengan delay 3D ms dan yang lain dengan delay 4D ms, akan menghasilkan kualitas yang tidak merata dalam video tersebut.