Jenis-jenis Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari maksud dan tujuan pembuatan laporan keuangan tersebut.

Masing-masing laporan keuangan memiliki arti sendiri dalam melihat kondisi keuangan perusahaan baik secara bagian maupun secara keseluruhan.

Namun pada praktiknya perusahaan dituntut untuk menyusun beberapa jenis laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, terutama untuk kepentingan diri sendiri maupun untuk kepentingan pihak lain.

Penyusunan laporan keuangan terkadang disesuaikan dengan kondisi perubahan kebutuhan perusahaan.

Jenis laporan keuangan sangat beragam, baik berupa laporan utama maupun laporan pendukung. Jenis-jenis laporan keuangan disesuaikan dengan kegiatan usaha perusahaan yang bersangkutan dan pihak yang keterkaitan untuk memerlukan informasi keuangan pada suatu perusahaan tertentu.

Meurut Munawir yang berjudul “Analisa Laporan Keuangan” menyatakan : “Laporan keuangan pada umumnya terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Modal atau Laba yang Ditahan, walaupun dalam prakteknya sering diikutsertakan beberapa daftar yang sifatnya untuk memperoleh kejelasan lebih lanjut. Misalnya Laporan perubahan Modal Kerja, Laporan Arus Kas, Perhitungan Harga Pokok, maupun daftar-daftar lampiran yang lain.”

Dari kutipan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan modal atau laba yang ditahan dan daftar – daftar yang diperlukan untuk penjelasan lebih lanjut merupakan suatu laporan keuangan yang umum digunakan.

Menurut ikatan Akuntansi Indonesia dalam bukunya yang berjudul “Standar Akuntansi Keuangan” adalah sebagai berikut : “Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan perubahan Posisi Keuangan, ( yang disajikan dalam berbagai cara, misalnya Laporan Arus Kas atau Laporan Arus Dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Di samping itu juga termasuk skedul informasi keuangan segmen industri dan geograis serta pengungkapan perubahan harga.”

Dari penjelasan di atas, ditekankan mengenai kelengkapan laporan keuangan yang meliputi Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Posisi Keuangan (yang disajikan dalam berbagai cara misalnya Laporan Arus Kas atau Laporan Arus Dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Jenis laporan keuangan menurut Sofyan Syafri Harahap yang berjudul “Analisa Kritis atas Laporan Keuangan” menyatakan : “Jenis laporan keuangan terdiri dari jenis laporan keuangan utama dan pendukung, seperti Daftar Neraca, Perhitungan Laba Rugi, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana, Laporan Arus Kas, Laporan Harga Pokok Produksi, Laporan Laba DItahan, Laporan Perubahan Modal, dan Laporan Kegiatan Keuangan.”

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa jenis laporan keuangan terdiri dari :

Neraca

Neraca merupakan laporan keuangan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada waktu tertentu.

Neraca menyajikan dalam data historikal aktiva yang merupakan sumber operasi perusahaan yang dijalankan, utang yaitu kewajiban perusahaan, dan modal dari pemegang saham perusahaan.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi yaitu laporan keuangan yang berisikan informasi tentang keuntungan atau kerugian yang diderita oleh perusahaan dalam satu periode tertentu.

Pada laporan ini disajikan data pendapatan sebagai hasil usaha perusahaan dan beban sebagai pengeluaran operasional perusahaan.

Laporan Perubahan Posisi Keuangan

Laporan perubahan posisi keuangan biasanya disebut daftar sumber penggunaan dana, menunjukkan asal kas diperoleh dan bagaimana digunakan.

Laporan perubahan posisi keuangan menyediakan latar belakang historis dari pola aliran dana.

Laporan ini terbagi menjadi dua yaitu : Laporan perubahan modal kerja dan laporan arus kas.

Laporan perubahan modal kerja menyajikan data-data aktiva lancar dan utang lancar, sedangkan laporan arus kas menyajikan data-data mengenai arus kas dari kegiatan operasioal, kegiatan investasi, kegiatan keuangan/pembiayaan dan saldo kas awal serta saldo kas akhir.

Catatan dan Laporan lain sebagai penjelasan bagi laporan keuangan

Catatan dan laporan lain merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari laporan keuangan.

Catatan ini bergantung pada kebijakan akuntansi yang digunakan pada waktu mempersiapkan laporan keuangan dan memberikan tambahan detail mengenai beberapa bagian laporan keuangan.

Misalnya Laporan Harga PokokProduksi, Laporan Perubahan Modal dan Laba Ditahan, Laporan Kegiatan Keuangan.

 

This entry was posted in .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *