Asuransi Kredit - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Kali ini kita akan membahas tentang salah satu istilah yang berkaitan dengan keuangan, yaitu Asuransi Kredit. Bisa jadi tak banyak yang mengetahui tentang pengertian Asuransi Kredit walaupun mungkin kita pernah menggunakannya. Dalam bidang finansial, istilah ini memiliki beberapa arti. Disini kita akan membahas Asuransi Kredit yang masih memiliki keterkaitan dengan keuangan. Pembahasan mengenai Asuransi Kredit biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Asuransi, Bank dan Jaminan.

Definisi Asuransi Kredit

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

Asuransi yang memberikan pertanggungan kepada kreditur atas risiko terjadinya kerugian karena kredit macet (credit insurance).

Simak penjelasan tentang Asuransi Kredit lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Asuransi Kredit.

Apa Itu Asuransi Kredit?

Asuransi kredit adalah proteksi yang diberikan oleh pihak asuransi kepada bank umum/lembaga pembiayaan keuangan atas risiko kegagalan debitur dalam melunasi kredit atau pinjaman yang diberikan oleh bank umum/lembaga pembiayaan keuangan.

Kriteria Kredit yang Dijamin Asuransi Kredit

Kriteria kredit yang dapat dijamin pada asuransi kredit adalah sebagai berikut:

  1. Kredit yang diberikan berdasarkan norma-norma perkreditan yang sehat, wajar, dan berlaku umum
  2. Sesuai dengan Manual Pemberian Kredit dari SE Bank Indonesia
  3. Debitur memiliki izin usaha yang ditentukan oleh pihak yang berwenang dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
  4. Debitur tidak sedang dalam proses kepailitan atau telah dinyatakan pailit.
  5. Debitur tidak memiliki tunggakan kredit yang digolongkan kualitas kredit diragukan.

Resiko yang Dijamin dan Tidak Dijamin Asuransi Kredit

Resiko yang Dijamin Asuransi Kredit

1. Debitur tidak melunasi kredit saat kredit yang bersangkutan sudah memasuki jatuh tempo dengan ketentuan usaha debitur sudah tidak berjalan lagi.

2. Debitur dinyatakan dalam keadaan tidak bisa membayar hutang (insolvent) dan untuk itu harus memenuhi salah satu dari hal-hal berikut:

  • Debitur dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri yang berwenang
  • Debitur dikenakan likuidasi berdasarkan keputusan Pengadilan yang berwenang dan untuk itu telah ditunjuk likuidatur.
  • Debitur, sepanjang bukan Badan Hukum ditempatkan dibawah pengampunan.

3. Debitur melarikan diri/menghilang/tidak lagi diketahui keberadaannya.

4. Terjadi penarikan kembali kredit sebelum jangka waktu kredit berakhir yaitu khusus untuk kredit dengan jangka waktu lebih dari dua tahun, dengan syarat bahwa penarikan kembali kredit tersebut memenuhi salah satu ketentuan berikut:

  • Dimaksudkan untuk mencegah atau mengurangi terjadinya kerugian yang lebih besar apabila kredit tersebut dilanjutkan.
  • Disebabkan karena adanya ketidaksesuaian atau penyimpangan yang dilakukan debitur atas ketentuan-ketentuan dalam perjanjian kredit.

5. Resiko lain-lain yang disepakati antara tertanggung dan penanggung yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama atau Surat Kesepakatan Bersama.

 

Resiko yang Tidak Dijamin Asuransi Kredit

  1. Reaksi nuklir, sentuhan radio aktif, radiasi dan reaksi inti atom yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi dan mengakibatkan kegagalan usaha debitur tanpa memandang bagaimana dan dimana terjadinya.
  2. Kerugian yang diderita debitur yang disebabkan oleh resiko-resiko yang wajib ditutup pertanggungannya dalam asuransi kerugian dengan nilai penuh atau minimal sama dengan pokok kreditnya.
  3. Terjadi salah satu resiko politik yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi dan mengakibatkan kegagalan usaha debitur untuk melunasi kreditnya.
  4. Tindakan hukum yang dilakukan oleh Pemerintah terhadap debitur dan atau usaha debitur yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi dan mengakibatkan debitur bank tidak mampu melunasi kreditnya.
  5. Bencana alam.
  6. Kesalahan/kelalaian yang dilakukan oleh bank/lembaga pembiayaan keuangan.

Cari Istilah Keuangan

×