Audit Kas - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Kali ini kita akan membahas mengenai istilah yang berhubungan dengan keuangan, yaitu Audit Kas. Bisa jadi tak banyak yang mengetahui tentang pengertian Audit Kas meskipun mungkin kita pernah memakainya. Jika berbicara finansial, istilah ini memiliki beberapa arti. Disini kita akan membahas Audit Kas yang berhubungan dengan keuangan. Pembahasan mengenai Audit Kas biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Audit, Auditor dan Audit Eksternal.

Definisi Audit Kas

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

“Pemeriksaan buku khusus mengenai transaksi kas dalam jangka waktu tertentu untuk meneliti kelengkapan, kebenaran, dan sahnya transaksi kas itu, serta untuk menetapkan apakah seluruh penerimaan kas telah dibukukan (cash audit).”

Simak penjelasan tentang Audit Kas lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Audit Kas.

Apa itu Audit Kas?

Dalam suatu perusahaan pastinya ada kas yang disimpan untuk melakukan pembayaran ataupun sebagai harta dari perusahaan itu sendiri. Kas terdiri dari uang tunai (uang logam dan uang kertas), pos wesel, certified check, cashiers check, cek pribadi, dan bank draft, serta dana yang disimpan di Bank yang pengambilannya tidak dibatasi oleh bank atau perjanjian yang lain.

Dalam setiap transaksi pastinya terdapat pencatatan dan bukti pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan tersebut oleh karena itu, audit kas di sini berperan sebagai men-tracking pembelanjaan apa saja yang dilakukan oleh perusahaan tersebut dan menganalisanya. Jika terjadi ketidaksesuaian dalam penghitungan seharusnya dari pembelanjaan tersebut, maka dapat terlihat dari mana kekurangan tersebut berasal dan lari ke mana uang tersebut.

Prosedur Audit Kas

  1. Siapkan schedule utama dari kas dan setara kas.
  2. Lakukan perhitungan kas (cash count) secara mendadak dan serentak untuk semua jenis kas yang ada di perusahaan serta dibuatkan berita acara pemeriksaan.
  3. Yakinkan bahwa buku kas telah ditutup per tanggal pemeriksaan dan semua bukti pengeluaran dan penerimaan telah dibukukan.
  4. Bandingkan saldo kas menurut perhitungan kas dengan saldo buku kas.
  5. Apabila perhitungan kas dilakukan sesudah tanggal neraca, lakukan prosedur penarikan mundur (trace back) ke tanggal neraca dan bila dilakukan sebelum tanggal neraca lakukan penarikan maju (trace forward) ke tanggal neraca.
  6. Bandingkan saldo buku besar dengan saldo perhitungan kas setelah prosedur penarikan per tanggal neraca.
  7. Periksa penjumlahan (footing/cross footing) lembaran-lembaran buku kas, perhatikan pemindahan saldo pada lembaran tersebut ke lembaran berikutnya.
  8. Jika kas kecil menggunakan sistem dana tetap (imprest fund), teliti apakah sudah ada pertanggungjawaban dari dana tetap sebelum diadakan pengisian kembali.
  9. Pastikan bila ada kas yang dalam mata uang asing telah dikonversikan ke dalam kurs yang benar per tanggal neraca.
  10. Buat daftar koreksi yang diperlukan.
  11. Buat kesimpulan dan komentar hasil pemeriksaan kas yang perlu diketahui oleh para partner serta saran perbaikan kepada pihak manajemen yang juga merupakan salah satu penilaian terhadap mutu audit.

Cari Istilah Keuangan

×