Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Biaya Bukan Biaya Bunga - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Biaya Bukan Biaya Bunga merupakan istilah yang biasanya berkaitan dengan bidang keuangan. Mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang pengertian Biaya Bukan Biaya Bunga meskipun mungkin kita pernah memakainya. Dalam bidang finansial, istilah ini memiliki beberapa arti. Berikut ini penjelasan singkat yang kita dapatkan dari beberapa sumber. Pembahasan mengenai Biaya Bukan Biaya Bunga biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Biaya, Bunga dan Bank.

Definisi Biaya Bukan Biaya Bunga

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

Biaya operasi tetap bank yang dapat diperhitungkan dengan pendapatan dari pinjaman, denda keterlambatan, iuran tahunan dan biaya atas fasilitas kredit atau pemberian jasa di luar kredit, misalnya biaya gaji, biaya peralatan, biaya sewa gedung dan perlengkapannya, pajak, dan biaya lain termasuk cadangan penghapusan kredit macet (noninterest expense).

Simak penjelasan tentang Biaya Bukan Biaya Bunga lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Biaya Bukan Biaya Bunga.

Apa Itu Biaya Bukan Biaya Bunga?

Biaya bukan biaya bunga adalah biaya operasional bank atau lembaga keuangan yang diklasifikasikan secara terpisah dari biaya bunga dan cadangan kerugian kredit. Contoh-contoh biaya bukan biaya bunga adalah gaji, bonus, dan tunjangan karyawan; penyewaan atau penyewaan peralatan; biaya teknologi informasi, sewa, layanan telekomunikasi, pajak, layanan profesional, pemasaran; dan amortisasi benda tak berwujud. Biaya bukan biaya bunga adalah biaya selain pembayaran bunga deposito dan obligasi. Biaya-biaya ini seringkali merupakan biaya operasional yang dikeluarkan dalam menjalankan bank sehari-hari.

Biaya bukan biaya bunga biasanya lebih tinggi untuk bank investasi daripada bank komersial. Alasan utamanya adalah bahwa bank investasi lebih bergantung pada perdagangan, manajemen aset, dan layanan konsultasi pasar modal, yang semuanya membutuhkan tingkat kompensasi karyawan yang lebih tinggi.

Cari Istilah Keuangan

×