Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Boikot - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Tahukah Anda dengan istilah Boikot? Bisa jadi tak banyak yang mengetahui tentang arti Boikot meskipun mungkin kita pernah memakainya. Jika berbicara finansial, istilah ini memiliki beberapa definisi. Kali ini kita akan membahas Boikot yang masih memiliki keterkaitan dengan keuangan. Pembahasan mengenai Boikot biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Bisnis, Wirausaha dan Kapitalisme.

Definisi Boikot

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

“tindakan pencegahan kelangsungan suatu bisnis dengan memaksa orang untuk tidak membeli produk perusahaan tersebut; 2. memaksa orang untuk tidak melakukan bisnis dengan pihak tertentu (boycott)”

Definisi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

“bersekongkol menolak untuk bekerja sama (berurusan dagang, berbicara, ikut serta, dan sebagainya)”

Simak penjelasan tentang Boikot lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Boikot.

Apa itu Boikot?

Arti boikot adalah suatu wujud protes sekelompok orang terhadap seseorang atau organisasi tertentu dengan cara menolak untuk menggunakan, membeli, atau berurusan dengan pihak yang diboikot.

Umumnya boikot dilakukan secara terorganisir dan tidak melibatkan tindak kekerasan dengan tujuan untuk memaksa pihak yang diboikot mengubah suatu kebijakan. Boikot juga bisa diartikan sebagai suatu tindakan persekongkolan sekelompok orang untuk menolak bekerjasama, menggunakan, atau berurusan dengan seseorang, produk, atau organisasi tertentu. Aksi boikot umumnya dilakukan karena munculnya perlakuan yang dianggap tidak adil sehingga dibutuhkan tindakan protes yang masif secara bersama-sama untuk mengubahnya.

Sejarah Boikot

Kata boikot berasal dari nama Charles Boycott yang merupakan seorang agen dan pengelola tanah asal Inggris. Sejarah menceritakan bahwa pada jaman dahulu petani memohon kepada Charles Boycott agar menurunkan harga penggarapan lahan pertanian.

Namun permohonan para petani tersebut ditolak oleh Charles Boycott. Tidak lama kemudian, sikap penolakan dari Charles Boycott dibalas dengan penolakan juga oleh para petani.

Para petani kemudian sepakat untuk tidak menggarap lahan pertanian yang akhirnya membuat Boycott mengalah. Charles Boycott bertanggung jawab terhadap gerakan mogok kerja yang dilakukan oleh para petani sehingga kemudian ia mengundurkan diri dari jabatannya.

Kemudian, pada tahun 1950-an hingga 1960-an, boikot termasuk ke dalam aksi yang dilakukan untuk memperjuangkan hak-hak sipil di Amerika. Tindakan boikot bertujuan untuk melawan kesenjangan sosial dan politik yang tengah terjadi pada kala itu, contohnya saja seperti rasisme yang terjadi di suatu tempat atau perusahaan.

Bentuk-Bentuk Boikot

1. Boikot Konsumen

Boikot konsumen merupakan tindakan dimana anggota masyarakat umum dihimbau untuk tidak membeli produk dari perusahan yang menjadi target boikot. Tindakan boikot konsumen biasanya diorganisir oleh grup aktivis sosial.

Tujuan dilakukannya boikot konsumen ini adalah sebagai tindakan protes atas praktek ketidakadilan atau tidak etis. Walt Disney yang merupakan penerbit buku anak-anak terbesar di dunia, pernah melakukan boikot memakai kertas dari Indonesia.

2. Boikot Business to Business

Boikot business to business dilakukan sebagai upaya perlindungan suatu bisnis terhadap bisnis lain. Boikot business to business dapat merusak secara material, sehingga aksi ini sering disebut dengan balas dendam.

Sebagai contoh, pemboikotan produk Apple di Tiongkok pada saat perang dagang antara Amerika dan Tiongkok. Beberapa perusahaan Tiongkok memberikan dukungannya kepada Huawei dengan memboikot produk Apple di lingkungan kantor. Tidak hanya itu, perusahan akan memberikan subsidi kepada karyawan yang ingin membeli smartphone Huawei.

3. Boikot “Employee Walkout”

Saat ini, kata boikot lebih dikenal dengan pemogokan buruh dimana karyawan melakukan aktifitas mogok kerja untuk melakukan protes terhadap perusahaan. Di beberapa negara, karyawan yang melakukan mogok secara kolektif diperbolehkan untuk diberhentikan, meskipun secara pengertian “walkout” berarti “Resign”.

Faktor Keberhasilan Aksi Boikot

Boikot sering dilakukan dalam bentuk aksi yang bertujuan untuk memberikan dampak sosial tertentu. Aksi Boikot dapat dikatakan berhasil apabila dipengaruhi dan mempengaruhi beberapa hal di bawah ini:

1. Keikutsertaan Simpatisan Aksi

Jumlah simpatisan yang mengikuti aksi boikot juga sangat mempengaruhi keberhasilan dari kegiatan pemboikotan tersebut. Semakin banyak orang yang ikut serta dalam aksi pemboikotan, maka semakin besar pula kemungkinan tujuan boikot berhasil dicapai.

2. Waktu Boikot Berlangsung

Waktu menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan aksi boikot. Boikot harus dilakukan pada waktu yang sesuai jika ingin tujuannya tercapai.

3. Tokoh atau Organisasi

Aksi boikot yang diawali oleh tokoh atau organisasi kelompok tertentu dinilai sangat efisien untuk pelaksanaan boikot pertama kali. Hal ini dikarenakan tokoh atau organisasi lebih mudah mempengaruhi orang lain untuk ikut serta ke dalam aksi pemboikotan

.4. Riset

Sebelum melakukan aksi boikot, riset menjadi hal penting untuk dilakukan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar aksi boikot berjalan sesuai fakta dan agar tujuan boikot lebih mudah dicapai.

Cari Istilah Keuangan

×