Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capital Adequacy Ratio - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Tahukah Anda dengan istilah Capital Adequacy Ratio? Bisa jadi tak banyak yang mengetahui tentang istilah Capital Adequacy Ratio walaupun mungkin kita pernah menggunakannya. Dalam pembahasan keuangan, istilah ini memiliki beberapa definisi. Kali ini kita akan membahas Capital Adequacy Ratio yang masih memiliki keterkaitan dengan keuangan. Pembahasan mengenai Capital Adequacy Ratio biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Bank, Rasio dan Analisis Kinerja .

Definisi Capital Adequacy Ratio

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

"Rasio kecukupan modal bank yang diukur berdasarkan perbandingan antara jumlah modal dengan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR)."

Simak penjelasan tentang Capital Adequacy Ratio lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Capital Adequacy Ratio.

Apa itu Capital Adequacy Ratio?

Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio kecukupan modal yang berguna untuk menampung risiko kerugian yang kemungkinan dihadapi bank. Capital Adequacy Ratio  menunjukkan sejauh mana bank mengandung resiko (kredit, pernyataan, surat berharga, tagihan) yang ikut dibiayai oleh dana masyarakat. 

Semakin tinggi Capital Adequacy Ratio, maka semakin bank kemampuan terkait dalam menanggung resiko dari setiap kredit/aktiva produktif yang beresiko. Jika nilai Capital Adequacy Ratio tinggi, maka bank dapat membiayai kegiatan operasional dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas. Peningkatan Capital Adequacy Ratio dapat meningkatkan keamanan nasabah yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kepercayaan nasabah pada bank tersebut, yang kemudian dapat berdampak positif pada peningkatan profitabilitas bank.

Perhitungan Capital Adequacy Ratio

Capital Adequacy Ratio dapat dihitung dengan persamaan berikut:

CAR = Modal / Aktiva tertimbang menurut resiko * 100%

Mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah, Capital Adequacy Ratio perbankan untuk tahun 2002 minimal sebesar 8%, yaitu menurut Peraturan Bank Indonesia Nomor 3/21/PBI/2001 Pasal 2 Tentang Kewajiban Minimum Bank, yang kemudian diperbarui dalam Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dalam pasal 2. 

Ketentuan 8% Capital Adequacy Ratio untuk kewajiban penyediaan modal minimum bank terbagi ke dalam 2, yaitu:

  • 4% modal inti (tier 1), terdiri dari shareholders equity, preferred stock, dan reserves.
  • 4% modal sekunder (tier 2), terdiri dari subordinate debt, loan loss provisions, hybrid securities, dan revaluation reserves.

Ketentuan CAR dari Bank Indonesia

Ketentuan Capital Adequacy Ratio dari Bank Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut:

Tingkat

Predikat

8% ke atas

Sehat

6,4% - 7,9%

Kurang sehat

Di bawah 6,4%

Tidak sehat

Posisi Capital Adequacy Ratio suatu bank bergantung pada:

  1. Jenis aktiva dan besarnya resiko yang melekat padanya.
  2. Kualitas aktiva atau tingkat kolektibilitasnya.
  3. Total aktiva pada suatu bank, semakin besar aktiva maka semakin bertambah resikonya.
  4. Kemampuan bank untuk meningkatkan pendapatan dan laba.

Cari Istilah Keuangan

×