Deposito Berjangka - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Apakah Anda pernah mempelajari istilah Deposito Berjangka? Mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang istilah Deposito Berjangka meskipun mungkin kita pernah menggunakannya. Dalam pembahasan finansial, istilah ini memiliki beberapa definisi. Berikut ini penjelasan yang kita dapatkan dari beberapa literatur. Pembahasan mengenai Deposito Berjangka biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Obligasi, Surat Berharga Negara (SBN) dan Bank.

Definisi Deposito Berjangka

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

“Simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank (time deposit).”

Definisi Menurut Lukman Dendawijaya

“Pengertian deposito menurut Lukman Dendawijaya adalah simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang sistem penarikannya hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian antara pihak ketiga dengan bank yang bersangkutan.”

Simak penjelasan tentang Deposito Berjangka lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Deposito Berjangka.

Fungsi Deposito

Deposito mempunyai 2 fungsi, yaitu fungsi internal dan fungsi eksternal.

  • Fungsi Internal

Simpelnya adalah deposito secara internal mendukung semua kegiatan dan operasional dalam bank. Jenis simpanan ini adalah salah satu sumber utama modal bank yang mudah pemakaiannya karena memiliki limit waktu. Deposito ini untuk sebuah bank fungsinya sebagai pemenuh kebutuhan modal bank, dan disisi lain juga membantu menjaga posisi likuiditas bank. Keperluan terhadap modal kerja sebuah bank harus selalu dipenuhi setiap saat sehubungan dengan salah satu fungsi yang utama yaitu sebagai lembaga yang menyalurkan dana dari masyarakat berupa kredit atau sebagai lembaga pemberi kredit.

  • Fungsi Eksternal

Fungsi eksternal ini berhubungan dengan fungsi yang berada di luar perusahaan bank sebagai lembaga yang pergerakannya pada bidang jasa yang mempermudah arus pembayaran uang. Dalam negara yang masih berkembang, dapat diharapkan lembaga perbankan dapat berkontribusi pada level yang lebih tinggi untuk membantu perekonomian nasional dan juga internasional.

Jenis-Jenis Deposito

Deposito akan dibedakan berdasarkan dengan jangka waktunya. Berikut ini jenis-jenis deposito yang dibedakan berdasarkan dengan jangka waktu dan kondisinya:

  • Deposito berjangka

Pada dasarnya, deposito itu punya jangka waktu penyimpanan. Pilihan jangka waktunya pun beragam, dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan. Uang yang disimpan hanya bisa diambil ketika jatuh tempo oleh pihak yang tertera pada bilyetnya (bisa perorangan atau lembaga).

Sertifikat tersebut tidak mengacu pada nama seseorang atau lembaga tertentu karena sertifikat tersebut nantinya dapat digunakan untuk memindahtangankan atau bisa juga dijual pada pihak lain. Pencairan bunga dari sertifikat deposito dapat dilakukan di muka, tiap bulan, atau tiap jatuh tempo, baik tunai maupun non tunai.

  • Deposito on call

Jika kamu dapat memiliki kedua jenis deposito di atas berbulan-bulan maka berbeda dengan deposito on call. Deposito on call adalah tabungan berjangka dengan waktu minimal tujuh hari atau paling lama kurang dari satu bulan. Deposito ini diterbitkan dengan diatasnamakan oleh nasabah dan dalam jumlah yang besar. Pencairan bunganya bisa dilakukan pada saat pencairan deposito on call dengan catatan bahwa nasabah sudah memberitahukan sebelumnya bahwa tabungannya akan diambil atau dicairkan.

Cari Istilah Keuangan

×