Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Depresi - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Tahukah Anda dengan istilah Depresi? Mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang definisi Depresi walaupun mungkin kita pernah menggunakannya. Dalam bidang keuangan, istilah ini memiliki beberapa definisi. Disini kita akan membahas Depresi yang masih memiliki keterkaitan dengan keuangan. Pembahasan mengenai Depresi biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Bisnis, Waralaba dan Investasi.

Definisi Depresi

Definisi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

"n Ek keadaan perniagaan yang sukar dan lesu."

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

"Keadaan ekonomi yang ditandai oleh menurunnya harga, menurunnya daya beli, jumlah penawaran yang jauh melebihi permintaan, angka pengangguran yang meningkat secara tajam, dan kelesuan dunia usaha yang mengarah kepada likuidasi perusahaan (depression)."

Simak penjelasan tentang Depresi lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Depresi.

Apa itu Depresi?

Depresi adalah keadaan ekonomi yang mengalami resesi berkepanjangan sehingga mengakibatkan sektor ekonomi tersebut melemah. Sedangkan resesi adalah keadaan di mana terjadi pemerosotan pada produk domestik bruto. Depresi dan resesi memiliki hubungan sebab akibat. Depresi terjadi karena resesi dalam waktu yang lama.

Apa Akibat dari Depresi?

Depresi mengakibatkan turunnya daya beli karena keadaan ekonomi yang sulit. Hal ini ditandai dengan banyaknya pengangguran yang muncul, krisis perbankan, krisis kredit, dan harga-harga melambung naik. Bukan tidak mungkin di negara yang mengalami depresi akan terjadi krisis karena pertumbuhan ekonominya terhambat. Depresi yang berkepanjangan dapat berakibat pula kepada negara-negara lain yang disebut Great Depression, seperti yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1929 hingga 1939.

Siapa yang Merasakan Efek Depresi?

Efek kemerosotan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh individu saja, namun sampai ke level perusahaan, bahkan ke level negara. Di level individu, depresi bisa dilihat dari meningkatnya jumlah pengangguran. Di level perusahaan, depresi bisa dilihat dari banyaknya perusahaan yang bangkrut sehingga memecat para karyawannya. Kalau ditarik garis besar, kondisi depresi menyambung dari satu level ke level lainnya, hingga level negara.

Tanda-tanda Negara yang Mengalami Depresi

  • Menurunnya Daya Beli. Bisa dibayangkan bila suatu negara mengalami depresi. Keadaan ekonomi sulit dan lapangan kerja mengecil membuat daya beli individu berkurang.
  • Saham Dijual Besar-besaran. Resesi yang terjadi pada masa depresi justru membuat harga saham meningkat. Kondisi ini dimanfaatkan para investor untuk menjual sahamnya secara masif sehingga bisa membuat harga saham merosot tajam. Efek paling buruknya adalah saham menjadi tidak berharga dan kepercayaan konsumen ikut menurun.
  • Produksi Barang Berkurang Hingga 50%. Efek menurunnya daya beli masyarakat membuat banyaknya barang sisa-sisa produksi yang tersimpan di gudang. Hal tersebut membuat para produsen mengurangi produksinya untuk tetap bisa bertahan karena untung belum tentu didapat dari hasil produksi sebelumnya.
  • Bank Pailit. Dalam kondisi depresi, masyarakat yang menyimpan uang di bank berbondong-bondong mengambil simpanan mereka di bank. Kalau hal tersebut terjadi terus menerus, bank akan mengalami defisit kas dan dalam jangka waktu panjang bisa mengakibatkan bank tersebut pailit.

Cari Istilah Keuangan

×