Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Embargo - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Kali ini kita akan membahas tentang istilah yang berkaitan dengan keuangan, yaitu Embargo. Mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang definisi Embargo walaupun mungkin kita pernah menggunakannya. Jika berbicara keuangan, istilah ini memiliki beberapa arti. Berikut ini penjelasan yang diperoleh dari beberapa referensi. Pembahasan mengenai Embargo biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Ekspansi Ekonomi, Globalisasi dan Ilmu Ekonomi.

Definisi Embargo

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

"Larangan yang dikeluarkan pemerintah untuk melakukan impor atau ekspor barang tertentu ke negara lain dalam rangka kebijakan yang berkaitan dengan politik, ekonomi, ataupun kebijakan lain (embargo)."

Definisi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

"n :1 penyitaan sementara terhadap kapal-kapal asing, misalnya pada waktu perang, dengan maksud agar kapal-kapal itu tidak meninggalkan pelabuhan; 2 larangan lalu lintas barang (antarnegara); 3 larangan menyiarkan berita sebelumwaktu yang telah ditentukan."

Simak penjelasan tentang Embargo lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Embargo.

Apa Itu Embargo?

Embargo adalah istilah untuk mendefinisikan perihal kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah dari suatu negara, yang mana kebijakan ini mengatur pelarangan transaksi perdagangan dengan satu atau beberapa negara lainnya yang dikehendaki oleh negara pemberlaku embargo tersebut.

Embargo umumnya dilatarbelakangi oleh kepentingan politik atau ekonomi yang terjadi di antara kedua negara atau lebih yang terlibat tersebut.

Apa Tujuan Embargo?

Sebuah negara ‘terpaksa’ melakukan embargo dengan tujuan untuk mempersulit negara ‘sasaran’-nya dalam mendapatkan berbagai komoditas, utamanya berupa barang-barang kebutuhan. Hal ini dipicu oleh konflik kepentingan yang terjadi di antara keduanya, di mana negara pelaku embargo berharap kebijakan ini mampu memaksa negara lainnya untuk mau duduk bersama dalam menyelesaikan duduk perkara yang sedang terjadi.

Amerika Serikat (AS) adalah negara yang kerap menerapkan kebijakan embargo kepada negara-negara yang mereka anggap ‘bermasalah’, baik dengan negara adikuasa itu sendiri maupun secara global. Korea Utara, Cuba, dan Iran adalah contoh negara-negara yang terkena sanksi ekonomi tersebut.

Apa yang dilakukan oleh negara pimpinan Donald Trump ini acap kali dilatarbelakangi oleh kepentingan politik dan keamanan internasional. Sebagai contoh, pasca serangan 11 September 2001, dengan alasan memerangi terorisme, Amerika Serikat memberlakukan embargo ke sejumlah negara di Timur Tengah yang dianggap terlibat dalam salah satu serangan terburuk dalam sejarah negara tersebut.

Jenis-Jenis Embargo

Secara umum, embargo terbagi ke dalam 2 (dua) jenis, yaitu:

  • Embargo ekonomi, yakni melarang segala bentuk kegiatan ekonomi, baik ekspor maupun impor, kepada negara yang terkena sanksi embargo ini. Misalnya, embargo penjualan atau pembelian alat utama sistem pertahanan (alutsista), atau embargo minyak.
  • Embargo informasi, yakni melarang suatu berita atau informasi lainnya untuk dirilis ke publik selama masa berlakunya embargo jenis ini.

Dampak Embargo

Kebijakan embargo tentu saja membawa dampak negatif. Diterapkannya embargo terhadap suatu negara akan menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dari negara penerima sanksi embargo ini, yang lantas juga berimbas pada menurunnya kesejahteraan masyarakat negara tersebut.

Sementara itu, embargo juga berdampak pada memburuknya hubungan antar kedua negara yang ‘bertikai’ tersebut, sehingga mengganggu cita-cita perdamaian dunia yang selalu diidam-idamkan.

Cari Istilah Keuangan

×