Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Kontrak Investasi Kolektif (KIK) - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Tahukah Anda dengan istilah Kontrak Investasi Kolektif (KIK)? Mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang istilah Kontrak Investasi Kolektif (KIK) walaupun mungkin kita pernah menggunakannya atau menemuinya. Dalam pembahasan finansial, istilah ini memiliki beberapa definisi. Kali ini kita akan membahas Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang berhubungan dengan keuangan. Pembahasan mengenai Kontrak Investasi Kolektif (KIK) biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Investasi, Portofolio Investasi dan Reksa Dana.

Definisi Kontrak Investasi Kolektif (KIK)

Simak penjelasan tentang Kontrak Investasi Kolektif (KIK) lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Kontrak Investasi Kolektif (KIK).

Apa itu Kontrak Investasi Kolektif?

KIK atau Kontrak Investasi Kolektif adalah kontrak antara manajer investasi dan bank kustodian yang mengikat pemegang unit penyertaan dimana manajer investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan bank kustodian diberikan wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif.

Jenis-jenis Kontrak Investasi Kolektif (KIK)

Terdapat dua jenis Kontrak Investasi Kolektif (KIK), yaitu Kontrak Investasi Kolektif Penyertaan Terbatas dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), berikut penjelasannya:

1. Kontrak Investasi Kolektif Penyertaan Terbatas 

Adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari Pemodal Profesional yang selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi pada portofolio Efek. 

2. Efek Beragun Aset (KIK EBA)

Efek yang diterbitkan oleh Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset yang portofolionya terdiri dari aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial, tagihan kartu kredit, tagihan yang timbul di kemudian hari (future receivables), pemberian kredit termasuk KPR, Efek bersifat hutang yang dijamin oleh Pemerintah, Sarana Peningkatan Kredit (Credit Enhancement) /Arus Kas (Cash Flow), dan aset keuangan yang berkaitan dengan aset keuangan tersebut. 

Perbedaan Reksadana Konvensional dengan Kontrak Investasi Kolektif Penyertaan Terbatas

Perbedaan yang mencolok antara reksadana konvensional dengan Kontrak Investasi Kolektif Penyertaan Terbatas adalah KIK Penyertaan Terbatas hanya boleh ditawarkan kepada pemodal profesional dan tidak boleh dimiliki lebih dari 50 orang. Sementara reksadana konvensional unit penyertaan ditawarkan kepada masyarakat umum dan tidak dibatasi jumlah pemegang unit.

Manfaat Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA)

Terdapat beberapa manfaat jika memiliki Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), antara lain:

  • Menjadi alternatif investasi pada surat berharga, yang menawarkan rating terbaik, tenor jangka panjang dan aman, meminimalkan resiko dengan cara antara lain pemilihan KPR yang hanya berkualitas dan diversifikasi wilayah originasi KPR.
  • Mendapatkan imbal hasil yang menarik biasanya lebih tinggi dari obligasi
  • Memiliki kontribusi langsung pada perkembangan sektor riil secara umum dan sektor perumahan secara khusus.

Untuk risiko dan kewajiban, KIK EBA relatif sama dengan reksadana yang lain.

Cari Istilah Keuangan

×