Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Laba Bersih - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Apakah kamu pernah mengetahui istilah Laba Bersih? Mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang pengertian Laba Bersih walaupun mungkin kita pernah memakainya. Jika berbicara finansial, istilah ini memiliki beberapa arti. Disini kita akan membahas Laba Bersih yang masih memiliki keterkaitan dengan keuangan. Pembahasan mengenai Laba Bersih biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Bisnis, Harga dan Bunga.

Definisi Laba Bersih

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

"Laba bersih yang diperoleh dalam tahun buku berjalan setelah dikurangi taksiran utang pajak (net profit)."

Simak penjelasan tentang Laba Bersih lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Laba Bersih.

Apa Itu Laba?

Laba adalah jumlah pendapatan yang melebihi jumlah modal yang telah dikeluarkan untuk proses produksi. Hal ini bertolak belakang dengan pengertian rugi. Rugi adalah kondisi di mana jumlah pendapatan berada di angka yang lebih kecil daripada jumlah modal untuk membiayai produksi.

Selain laba dan rugi, ada juga yang namanya break-even point (BEP), atau dalam bahasa awam disebut ‘impas’, yakni kondisi ketika jumlah pendapatan berbanding lurus dengan biaya yang sudah dikeluarkan sebagai modal untuk memproduksi barang atau jasa.

Apa itu Laba Bersih?

Laba bersih adalah nilai keuntungan atau kelebihan pendapatan dari aktivitas perdagangan dalam suatu periode tertentu, di mana nilai tersebut sudah dikurangi oleh beban pajak penghasilan.

Sementara itu, laba kotor adalah nilai keuntungan dari aktivitas perdagangan yang dilakukan, namun keuntungan tersebut belum dikurangi pajak penghasilan dan sebagainya.

Cara Menghitung Laba Bersih

Sebelum menghitung laba bersih, hal yang pertama harus dilakukan adalah menghitung jumlah laba kotor yang didapat dalam periode yang telah ditentukan.

Rumus menghitung laba kotor adalah:

Laba Kotor: Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan (HPP)

  • Penjualan Bersih, adalah hasil penjualan setelah dikurangi biaya-biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan penjualan: Penjualan – Distribusi – Retur Penjualan – Diskon Penjualan
  • Harga Pokok Penjualan (HPP), adalah biaya yang berkaitan dengan barang hasil produksi yang akan dijual ke konsumen: Persediaan awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir
  • Pembelian Bersih, adalah total biaya yang dikeluarkan untuk membeli segala kebutuhan berkaitan dengan proses produksi dan penjualan: Pembelian + Distribusi – Retur pembelian – Diskon Pembelian

Setelah nilai laba kotor didapatkan, maka barulah dihitung berapa jumlah atau nilai laba bersih pada periode yang ditentukan tersebut.

Rumus menghitung laba bersih adalah:

Laba Bersih: Laba Kotor – Beban Usaha

  • Beban Usaha: Beban Operasional + Beban Non-Operasional
  • Laba Sebelum Pajak, Bunga, Penyusutan Amortisasi (EBTIDA): Beban Bunga – Biaya Operasional
  • Laba Sebelum Pajak dan Bunga (EBIT): EBITDA – Biaya Penyusutan dan Amortisasi
  • Laba Sebelum Pajak (EBT): Beban Bunga + Pendapatan Bunga - EBIT

Cari Istilah Keuangan

×