Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Money Multiplier - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Apakah kamu pernah mengetahui istilah Money Multiplier? Mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang pengertian Money Multiplier walaupun mungkin kita pernah menggunakannya atau menemuinya. Dalam pembahasan finansial, istilah ini memiliki beberapa arti. Berikut ini penjelasan yang diperoleh dari beberapa referensi. Pembahasan mengenai Money Multiplier biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Uang, Bank dan Ilmu Ekonomi.

Definisi Money Multiplier

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

Efek penggandaan uang yang terjadi sebagai dampak dari berfungsinya intermediasi perbankan.

Simak penjelasan tentang Money Multiplier lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Money Multiplier.

Pengertian Efek Money Multiplier

Pengganda uang menggambarkan bagaimana setoran awal mengarah ke peningkatan akhir yang lebih besar dalam total jumlah uang beredar. Juga dikenal sebagai "pengganda moneter," itu mewakili tingkat terbesar di mana jumlah uang beredar dipengaruhi oleh perubahan dalam jumlah deposito. 

Proses penggandaan uang atau money multiplier adalah proses pasar (penyesuaian antara permintaan dan penawaran uang). Proses ini terjadi karena bank, tidak harus menjamin secara penuh uang giral yang diciptakannya dengan uang tunai. Seandainya cash ratio yang dipegang bank adalah 100%,maka proses pelipatan uang tidak akan terjadi.

Uang giral (demand deposit, time deposit, & saving deposit) tidak harus dijamin secara penuh dalam bentuk uang tunai oleh bank. Uang giral sebesar Rp10.000 misalnya, bank hanya perlu menyimpan uang tunai (cadangan bank) sebesar Rp500 (jika cash ratio yang berlaku 5%). Artinya dengan memegang uang inti sebesar Rp500 bank bisa menciptakan uang giral sebesar Rp10.000.

Pada tingkat makro, efek pengganda mengukur dampak perubahan permintaan agregat terhadap output ekonomi akhir.

Faktor yang Mempengaruhi Money Multiplier

Perkembangan angka pelipat ganda uang tidaklah bersifat konstan. Angka tersebut senantiasa berubah-ubah sesuai dengan pola interaksi antar otoritas moneter, masyarakat, dan bank umum. Nah, faktor-faktor yang mempengaruhi proses ini antara lain:

1. Currency Ratio (c) 

Tinggi rendahnya currency ratio dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam memilih uang kartal atau uang giral. Dalam hal ini, banyak juga faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut, misalnya saja kenyamanan dan keamanan dalam menggunakan uang kartal atau uang giral. 

2. Reserve Ratio (r)

Dalam pelaksanaan operasional kegiatan bank, jumlah uang tunai yang dicadangkan terbagi atas dua komponen, yang jumlahnya tetap dan yang merupakan kelebihan dari jumlah tetap. Komponen pertama yang tentunya dapat diperkirakan jumlahnya dikenal sebagai cadangan resmi (legal reserve). Sementara itu, komponen kedua adalah kelebihan cadangan (excess reserve). Dengan demikian, reserve ratio dapat dibagi menjadi dua komponen juga, yaitu rasio cadangan resmi terhadap simpanan masyarakat (legal reserve ratio) yang dipengaruhi oleh ketentuan otoritas moneter dan rasio kelebihan cadangan terhadap simpanan masyarakat (excess reserve ratio) yang dipengaruhi oleh keperluan bank akan likuiditas jangka pendek.

Cari Istilah Keuangan

×