Nisbah Kas - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu istilah yang berkaitan dengan keuangan, yaitu Nisbah Kas. Bisa jadi tak banyak yang mengetahui tentang istilah Nisbah Kas meskipun mungkin kita pernah menggunakannya atau menemuinya. Kalau bicara mengenai keuangan, istilah ini memiliki beberapa definisi. Kali ini kita akan membahas Nisbah Kas yang berhubungan dengan keuangan. Pembahasan mengenai Nisbah Kas biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Nisbah, Aktiva Lancar dan Rasio.

Definisi Nisbah Kas

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

“rasio kas (cash ratio).”

Simak penjelasan tentang Nisbah Kas lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Nisbah Kas.

Apa Itu Nisbah Kas?

Nisbah kas atau rasio kas adalah nisbah antara kas dan aktiva lain seperti surat berharga dengan kewajiban lancar. Nisbah kas digunakan untuk menganalisis sejauh mana perusahaan dapat menutupi utang lancarnya untuk tahun yang bersangkutan.

Rumus perhitungan rumus kas dapat diperhitungkan sebagai berikut:

Rasio Kas = (Kas + Surat Berharga) / Utang Lancar

Contoh Perhitungan Nisbah Kas

Perusahaan PT ABC memiliki aktiva lancar sebesar Rp10.000.000 yang diantaranya berupa kas sebesar Rp3.000.000, surat berharga sebesar Rp2.000.000. Sementara, utang lancar perusahaan ABC sebesar Rp7.000.000. Maka berapa perhitungan nisbah kas perusahaan PT ABC?

= (Rp3.000.000 + Rp2.000.000) / Rp7.000.000

= Rp5.000.000 / Rp7.000.000

= 0,71

Berdasarkan perhitungan di atas, nisbah kas PT ABC adalah sebesar 0,71 kali

Penilaian Terhadap Nisbah Kas

Dari contoh perhitungan yang sudah dilakukan di atas, diketahui nisbah kas yang didapat adalah 0,71 kali, yang berarti PT ABC memiliki kas dan setara kas untuk membayar 75% dari kewajiban lancarnya. Nisbah kas tersebut bisa dibilang cukup tinggi karena menunjukkan saldo kas yang relatif tinggi sepanjang tahun.

Cari Istilah Keuangan

×