Nisbah Modal Terhadap Risiko Aset - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Tahukah Anda dengan istilah Nisbah Modal Terhadap Risiko Aset? Mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang pengertian Nisbah Modal Terhadap Risiko Aset walaupun mungkin kita pernah memakainya. Kalau bicara mengenai keuangan, istilah ini memiliki beberapa definisi. Berikut ini definisi yang kita peroleh dari beberapa sumber. Pembahasan mengenai Nisbah Modal Terhadap Risiko Aset biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Modal, Bank dan Analisis Nisbah.

Definisi Nisbah Modal Terhadap Risiko Aset

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

“jumlah modal dibagi rata-rata total aset nilai setiap aset tersebut didasarkan pada bobot risikonya (capital to risk assets ratio).”

Simak penjelasan tentang Nisbah Modal Terhadap Risiko Aset lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Nisbah Modal Terhadap Risiko Aset.

Apa Itu Nisbah Modal Terhadap Risiko Aset?

Nisbah modal terhadap risiko aset digunakan untuk melindungi deposan dan meningkatkan stabilitas dan efisiensi sistem keuangan. Semakin besar nilai nisbah modal terhadap risiko aset yang dimiliki oleh suatu perbankan, maka semakin baik pula kemampuan perbankan dalam tingkat keamanan dan pemenuhan kewajibannya.

Cara Perhitungan Nisbah Modal Terhadap Risiko Aset

Untuk memperoleh nilai nisbah modal terhadap risiko aset, total modal dibagi dengan aset tertimbang menurut risiko (ATMR). Modal yang digunakan untuk menghitung nisbah modal terhadap risiko aset terbagi menjadi dua.

  1. Modal Tingkat Pertama

    Modal tingkat pertama atau modal inti terdiri dari modal ekuitas, modal saham biasa, aset tidak terwujud, dan cadangan pendapatan yang tidak diaudit. Modal tingkat pertama digunakan untuk menyerap kerugian, dan tidak memerlukan bantuan dari bank untuk menghentikan operasi.
  1. Modal Tingkat Kedua

    Modal tingkat kedua terdiri dari laba ditahan yang tidak diaudit, cadangan yang tidak diaudit, dan cadangan kerugian umum. Modal tingkat kedua adalah modal yang menanggung kerugian jika bank ditutup, sehingga akan memberikan tingkat perlindungan yang lebih rendah kepada deposan dan kreditor.

Kedua tingkat modal akan ditambahkan dan dibagi dengan aset tertimbang menurut risiko untuk mendapatkan hasil nisbah modal terhadap risiko aset. Aset tertimbang menurut risiko dapat dihitung dengan melihat jumlah pinjaman bank, mengevaluasi risiko, dan kemudian ditentukan bobotnya.

Cari Istilah Keuangan

×