Teori Kuantitas Uang - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Tahukah Anda dengan istilah Teori Kuantitas Uang? Mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang arti Teori Kuantitas Uang walaupun mungkin kita pernah memakainya. Dalam pembahasan finansial, istilah ini memiliki beberapa definisi. Berikut ini definisi yang kita dapatkan dari beberapa referensi. Pembahasan mengenai Teori Kuantitas Uang biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Teori Harapan, Elastisitas Penawaran dan Bukti Transaksi.

Definisi Teori Kuantitas Uang

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

Teori yang menjelaskan hubungan antara uang, harga, dan ekonomi; hubungan ini menjelaskan bagaimana tingkat inflasi yaitu dengan cara mengendalikan jumlah uang yang beredar (quantify theory of money).

Simak penjelasan tentang Teori Kuantitas Uang lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Teori Kuantitas Uang.

Apa itu Teori Kuantitas Uang?

Teori kuantitas uang adalah teori bahwa variasi harga berkaitan dengan variasi jumlah uang beredar. Versi yang paling umum, kadang-kadang disebut "teori neo-kuantitas" atau teori Nelayan, menunjukkan ada hubungan proporsional mekanis dan tetap antara perubahan dalam jumlah uang beredar dan tingkat harga umum. Perumusan teori kuantitas uang yang populer dan kontroversial ini didasarkan pada persamaan oleh ekonom Amerika Irving Fisher.

Persamaan Fisher dihitung sebagai :

M×V=P×T

Dimana:

M=money supply (jumlah uang beredar)

V=velocity of money (perputaran uang)

P=average price level (tingkat harga rata-rata)

T=volume of transactions in the economy (volume transaksi dalam perekonomian)

Secara umum, teori kuantitas uang mengasumsikan bahwa peningkatan jumlah uang cenderung menciptakan inflasi, dan sebaliknya. Misalnya, jika Federal Reserve atau Bank Sentral Eropa (ECB) menggandakan pasokan uang dalam perekonomian, harga jangka panjang dalam perekonomian akan cenderung meningkat secara dramatis.

Teori Model Fisher memiliki banyak kekuatan, termasuk kesederhanaan dan penerapan ke model matematika. Namun, ia menggunakan beberapa asumsi palsu untuk menghasilkan kesederhanaannya, termasuk desakan pada peningkatan proporsional dalam jumlah uang beredar, independensi variabel dan penekanan pada stabilitas harga.

Cari Istilah Keuangan

×