Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Bahasa Prancis dan Contoh ATP SD-SMA

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Prancis SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Bahasa Prancis selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran

Rasional

Bahasa Prancis merupakan bahasa internasional yang resmi dipakai di PBB dan organisasi internasional lainnya serta memiliki penutur lebih dari 300 juta di dunia. Posisi negara Prancis di bidang penelitian telah diakui oleh dunia karena keberhasilannya dalam meraih 69 hadiah Nobel dan 14 medali Fields bidang matematika. Bahasa Prancis memiliki peran penting di beberapa bidang, misalnya industri dan teknologi untuk bidang aeronautika, satelit, agroteknologi, kimia dan obat-obatan, serta industri berbasis generasi 4.0 menjadi unggulan pada pendidikan tinggi dan bidang penelitian. Selain itu, banyak karya sastra besar yang ditulis oleh sastrawan Prancis dan bahasa Prancis juga merupakan bahasa utama yang digunakan dalam bidang kuliner dan mode. Berdasarkan hal-hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahasa Prancis memiliki peranan yang penting di dunia. Dengan demikian, bahasa Prancis penting untuk diajarkan di Indonesia untuk tingkat Sekolah Menengah Atas/sederajat.
Pembelajar bahasa Prancis di SMA / sederajat diharapkan mampu menguasai bahasa Prancis sebagai bahasa asing sesuai standar level A2.2 CECRL (Cadre Européen Commun de Références pour Les Langues) yaitu penutur dapat memahami dan menggunakan istilah dan kosakata dasar yang sederhana dan biasa digunakan sehari-hari. Penutur dapat mengerti ungkapan-ungkapan dan kosakata yang berhubungan dengan keluarga, jual-beli, lingkungan, dan pekerjaan. Pemahaman teks berupa iklan, jadwal, dan pesan singkat. Penutur dapat memperkenalkan diri dan orang lain, bisa bertanya dan menjawab pertanyaan mengenai data diri seperti tempat tinggal, orang sekitar, dan barang miliknya. Ia bisa berinteraksi secara sederhana dan jelas mengenai keluarga, kondisi dan kehidupan orang-orang sekitarnya, dan kehidupan profesionalnya. Penutur dapat juga membuat surat sederhana. Dengan demikian mempelajari bahasa Prancis dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik bukan hanya berlatih meningkatkan kecerdasan intelektual tetapi juga menjadi sarana untuk memperkaya budaya para peserta didik karena keterampilan berbahasa Prancis akan sangat berguna untuk menunjang karir masa depan mereka. Untuk menunjang karir masa depan mereka tidak hanya dibekali oleh keterampilan berbahasa tetapi juga pemahaman dan pengenalan budaya Prancis, seperti dunia mode, intervieu pekerjaan, sistem pendidikan, dan kuliner yang khas ala Prancis sebagai pengenalan budaya Prancis pada peserta didik. Standar CECRL menetapkan estimasi jumlah jam pelajaran untuk mencapai kemampuan berbahasa Prancis pada tingkat tertentu

Selama kelas XI dan XII peserta didik belajar bahasa Prancis dengan alokasi waktu enam (6) jam pelajaran per minggu setara dengan 324 Jam baik di kelompok bahasa maupun peminatan. Apabila dihitung total alokasi waktu untuk belajar bahasa Prancis selama dua (2) tahun atau empat (4) semester, maka peserta didik dapat mencapai tingkat A2.2 bahkan dapat mencapai A2. Berdasarkan data dan fakta tentang peluang, tujuan, kebermaknaan penguasaan bahasa Prancis, dan total alokasi waktu belajar yang tersedia, maka capaian pembelajaran bahasa Prancis mengacu pada standar CECRL tingkat A2.2 setara A2.
Mata pelajaran bahasa Prancis diajarkan dengan menggunakan beberapa pendekatan (berbasis teks, penyingkapan bahasa, dan berbasis proyek) melalui pemanfaatan beragam teks (lisan, tulis, visual, audiovisual), serta kegiatan yang mendorong peserta didik untuk berkomunikasi dan berinteraksi menggunakan bahasa.
Profil Pelajar Pancasila merupakan karakter dan kompetensi yang ingin dituju sebagai luaran jangka panjang. Keenam dimensi profil pelajar Pancasila harus diterapkan dan diapliaksikan di kelas pembelajaran bahasa Prancis. Selama proses pembelajaran peserta didik diharapkan untuk mandiri seperti mencari sumber rujukan yang ditugaskan oleh guru di internet. Ketika guru menerangkan suatu wacana peserta didik diaharapkan dapat menganalisa berdasarkan sumber yang mereka baca. Dengan banyaknya jumlah peserta didik di kelas (antara 30 s.d 48 peserta didik) proses pembelajaran seharusnya dilakukan secara berkelompok. Guru memberikan tugas dengan Project Based Learning. Tujuan pendekatan ini agar peserta didik bisa bekerja bersama (Gotong Royong) menghargai satu sama lain (Berkebhinekaan Global) dan membuat mereka kreatif.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran bahasa Prancis bertujuan untuk memastikan peserta didik :
1. Menguasai dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Prancis tulis dan lisan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar peserta didik;
2. Menguasai keterampilan berbahasa Prancis minimal setara dengan tingkat A2 standar CECRL (Cadre Européen Commun de Références pour Les Langues);
3. Mengembangkan pemahaman lintas budaya untuk memahami dan menghargai budaya yang berbeda dan meningkatkan pemahaman terhadap budaya sendiri;
4. Mengembangkan kepercayaan diri untuk berekspresi sebagai individu yang religius, mandiri, berkepribadian, dan bertanggungjawab dalam rangka mempersiapkan diri menjadi warga global (global citizenship);
5. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif; dan
6. Mengembangkan kemampuan literasi melalui pengembangan strategi membaca berbagai jenis teks sedehana berbahasa Prancis.

Karakteristik

1. Mata pelajaran bahasa Prancis diberikan melalui materi yang memuat :
a. peningkatan kecakapan hidup peserta didik melalui ungkapan sehari-hari yang sederhana untuk memperkenalkan diri atau orang lain, mengajukan dan menjawab pertanyaan tentang tempat tinggal, hubungan keluarga, hobi atau kegemaran serta kepemilikan benda; dan
b. peningkatan kesadaran dan kepedulian peserta didikterhadap lingkungan fisik dan lingkungan sosial budayanya.
2. Mata pelajaran bahasa Prancis terdiri atas keterampilan reseptif yang mencakup menyimak dan membaca, dan keterampilan produktif yaitu berbicara dan menulis sesuai standar level A2.2 CECRL.

Pembelajaran bahasa Prancis mencakup keterampilan berbahasa reseptif (menyimak dan membaca) dan produktif (berbicara dan menulis). Pembelajaran keempat keterampilan berbahasa disajikan secara terintegrasi. Keterampilan reseptif terdiri dari sub-keterampilan penguasaan Vocabulaires (kosakata) dan Grammaires (kaidah tata bahasa), yang dilengkapi dengan sub-keterampilan membedakan secara auditif untuk keterampilan menyimak (Compréhension orale) dan sub-keterampilan membedakan secara ortografis untuk keterampilan membaca (Compréhension écrite). Keterampilan produktif terdiri dari sub-keterampilan penguasaan dan penerapan Vocabulaires (kosakata) dan Grammaires (kaidah tata bahasa), yang dilengkapi dengan sub-keterampilan membedakan dan menggunakan tanda-tanda auditif untuk keterampilan berbicara (Production orale) dan sub-keterampilan membedakan dan menggunakan tanda-tanda ortografis untuk keterampilan menulis (Production écrite). Pembelajaran unsur kebahasaan dilakukan secara terintegrasi dalam empat keterampilan berbahasa. Keempat keterampilan tersebut dilatihkan dan digunakan dalam konteks komunikasi sehingga harus disajikan secara kontekstual sesuai konteks budaya yang tepat.
Bahasa Prancis memiliki karakteristik yang membedakannya dengan bahasa lainnya. Misalnya :
1. ‘Articles’
• Artikel menemani kata benda. Articles indéfinis, articles définis, dan articles contractés.
Contoh: Un, une, des,le, la, les, au, à là, aux.
2. Kata kerja atau verba (Verbes) yang mengalami perubahan (conjugaison)
Contoh:
infinitif être: Je suis , tu es, il/elle est, nous sommes, vous êtes, ils/elles sont.
3. Angka : 17 : dix-sept, 70 : soixante-dix, 80 : quatre vingts.
Di samping pembelajaran melalui bahasa, peserta didik juga disiapkan untuk memiliki pemahaman lintas budaya. Bahasa tidak luput dari unsur budaya maka penyajian budaya terintegrasi pembelajaran bahasa Prancis. Pembelajaran budaya tidak hanya berupa data atau fakta tentang negara Prancis (civilisation française), namun juga melekat pada komunikasi bahasa Prancis. Tujuan pemahaman lintas budaya agar peserta didik dapat memahami dan menghargai budaya mereka lebih baik.
Peserta didik diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mandiri, berkepribadian, dan bertanggungjawab. Oleh karena itu penyajian desain pembelajaran bahasa Prancis menggunakan berbagai strategi, metode dan teknik pembelajaran. Peserta didik diharapkan dapat menggali potensi dirinya secara aktif dan mandiri dalam proses pembelajaran baik secara tatap muka atau jarak jauh.
Keberhasilan proses pembelajaran tidak hanya melalui proses pembelajaran saja tetapi juga melalui sarana prasarana, aksesbilitas sumber-sumber belajar, kemampuan peserta didik yang berbeda, dan sosio-kultural di daerahnya. Guru dan peserta didik dapat memiliki ruang yang leluasa untuk mengembangkan pembelajaran Bahasa Prancis sesuai dengan situasi, kondisi dan sosio-kultural di daerahnya. Topik atau materi dapat mengalami pengulangan pada jenjang kelas yang berbeda, namun yang membedakan pada tiap jenjang kelas adalah tingkat keluasan dan kedalaman materi.