Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Agribisnis Perbenihan Tanaman dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Agribisnis Perbenihan Tanaman SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Agribisnis Perbenihan Tanaman selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Mata pelajaran Agribisnis Perbenihan Tanaman merupakan sekumpulan unit-unit kompetensi yang akan dipelajari pada Program Keahlian Agribisnis Tanaman, Konsentrasi Keahlian Agribisnis Perbenihan Tanaman. Mata pelajaran ini meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dikuasai dalam mengembangkan produksi/penangkaran benih generatif, produksi benih vegetatif, produksi benih secara kultur jaringan (in vitro), pengujian mutu benih, dan penjaminan mutu benih sesuai kewenangannya dalam membantu tugas analis benih di industri perbenihan tanaman pangan dan/atau tanaman hortikultura, dan/atau tanaman perkebunan. Selain itu peserta didik juga dibekali dengan kemampuan berwirausaha yang kreatif dan mandiri di bidang penangkaran benih tanamanFungsi mata pelajaran ini untuk mengembangkan peserta didik dalam melakukan proses agribisnis tanaman sebagai generasi muda penerus pertanian dengan menjadi agripreneur muda dan/atau bekerja di industri perbenihan tanaman, membantu menjaga ketahanan sumber nabati secara berkelanjutan, serta secara tidak langsung sebagai pelestari dan pengembang keanekaragaman sumber daya genetis tanaman nasional dalam menghadapi perubahan iklim, dan perkembangan teknologi global.Pembelajaran mata pelajaran ini dapat dilakukan menggunakan berbagai pendekatan, strategi, metode serta model yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang harus dipelajari. Pembelajaran tersebut harus dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, renjana (passion), dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Model-model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain Project-based Learning, teaching factory, Discovery Learning, Problem-based Learning, Inquiry Learning, atau model lainnya serta metode yang relevan.

Mata pelajaran ini berkontribusi dalam membangun kemampuan dasar peserta didik menjadi pribadi yang menguasai keahlian agribisnis perbenihan tanaman dengan memegang teguh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia terhadap manusia dan alam, bernalar kritis, mandiri, kreatif, komunikatif dan adaptif terhadap lingkungan.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan soft skills meliputi disiplin, problem solving, komunikasi interpersonal, kerja sama tim, kepemimpinan, dan hard skills sehingga mampu:
1. menerapkan proses bisnis secara menyeluruh di bidang Agribisnis Perbenihan Tanaman;
2. menerapkan perkembangan teknologi produksi/penangkaran benih tanaman dan isu-isu global terkait dengan pengelolaan sumber daya genetis, penyiapan media tanam, penyiapan bibit tanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan dan penanganan pasca panen serta pemasaran;
3. mengembangkan produksi/penangkaran benih tanaman inbrida maupun hibrida untuk tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan;
4. menerapkan pengolahan dan pengujian mutu benih tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan;
5. menerapkan pengelolaan limbah hasil pertanian;
6. mengembangkan kewirausahaan di bidang perbenihan tanaman yang mandiri dan kreatif; dan
7. menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Karakteristik

Mata pelajaran ini memiliki komponen pengetahuan (fakta, konsep, prosedural dan metakognitif), keterampilan, dan sikap meliputi ketelitian, ketekunan, integritas, percaya diri, dan selalu taat mengikuti standar prosedur yang sudah ditetapkan. Komponen tersebut dikembangkan agar kompeten di bidang produksi/penangkaran benih tanaman secara menyeluruh dengan mengikuti prinsip genetis dan prinsip agronomis yang meliputi: teknik penanaman, persemaian, mengelola pertanaman, seleksi (roguing) pemurnian, penyerbukan (polinasi), panen dan penanganan pasca panen calon benih, mengolah benih, pengujian benih, perbanyakan benih secara vegetatif, mendistribusikan/mengedarkan/ memasarkan benih.
Mata pelajaran ini mengintegrasikan kemampuan soft skills dan hard skills, yang terdiri dari elemen-elemen sebagai berikut.