Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Dasar-dasar Agribisnis Ternak dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Dasar-dasar Agribisnis Ternak SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Dasar-dasar Agribisnis Ternak selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Dasar-dasar Agribisnis Ternak adalah mata pelajaran dasar pada program keahlian Agribisnis Ternak, merupakan mata pelajaran prasyarat bagi mata pelajaran kejuruan yang lain pada program keahlian Agribisnis Ternak.

Mata pelajaran ini berisi kemampuan yang mendasari penguasaan keahlian Agribisnis Ternak agar peserta didik mampu berpikir ilmiah, bersikap positif, dan berketerampilan sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan, mampu menemukan berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru secara mandiri. Mata pelajaran ini akan menjadi dasar bagi peserta didik untuk memahami dan menjalankan proses-proses dalam Agribisnis Ternak; menyiapkan kandang, mengoperasikan peralatan farm, mengidentifikasi bibit ternak, membuat dan memberikan pakan, memelihara ternak, menjaga kesehatan hewan, mengelola recording farm, memanen dan memasarkan hasil panen sesuai standar.

Mata pelajaran Dasar-dasar Agribisnis Ternak ini membekali peserta didik untuk mampu mengaplikasikan dasar-dasar pemeliharaan ternak dalam berwirausaha dan/atau bekerja pada jabatan-jabatan kerja di dunia usaha dan dunia kerja bidang peternakan. Mata pelajaran ini harus dipahami oleh peserta didik sebelum mempelajari mata pelajaran lain pada program keahlian Agribisnis Ternak, agar mereka ahli di bidang peternakan sekaligus bernalar kritis, mandiri, kreatif, dan adaptif. Selain itu, mata pelajaran ini juga memberikan wawasan bagi peserta didik tentang isu-isu global terkait dengan ketahanan pangan, perubahan iklim, dan kelestarian ekosistem.

Setelah mempelajari mata pelajaran ini diharapkan peserta didik akan termotivasi untuk terus belajar dan mempelajari lebih lanjut tentang tentang agribisnis peternakan yang akan dipelajari di kelas XI dan XII. Peserta didik juga diharapkan akan mampu mengembangkan secara mandiri usaha agribisnis peternakan, atau dapat berkiprah di dunia kerja sesuai tuntutan dan kebutuhan perkembangan industri peternakan.

Mata pelajaran Dasar-Dasar Agribisnis Ternak ini berkontribusi dalam membangun kemampuan dasar peserta didik menjadi pribadi yang menguasai keahlian agribisnis ternak dengan memegang teguh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia terhadap manusia dan alam, bernalar kritis, mandiri, kreatif, komunikatif dan adaptif terhadap lingkungan.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran Dasar-dasar Agribisnis bertujuan untuk membekali peserta didik dengan dengan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap baik soft skills maupun hard skills sehingga memiliki pemahaman yang utuh (komprehensif) tentang Program Keahlian Agribisnis Ternak setelah menyelesaikan proses pembelajaran, meliputi:
1. Memahami profil dan proses bisnis industri bidang agribisnis ternak;
2. Memahami perkembangan teknologi dan isu-isu global terkait bidang agribisnis ternak;
3. Memahami agripreneur, lapangan kerja, dan peluang usaha di bidang agribisnis ternak;
4. Memahami proses-proses dasar pekerjaan bidang peternakan;
5. Memahami penanganan komoditas ternak sesuai prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3LH).

Karakteristik

Dasar-dasar Agribisnis Ternak merupakan mata pelajaran prasyarat untuk mata pelajaran kejuruan lain pada program keahlian Agribisnis Ternak. Mata pelajaran ini memuat pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang diperlukan dalam memahami secara komprehensif profil industri, profesi atau pekerjaan, dan peluang usaha pada industri peternakan.

Pada awal pembelajaran peserta didik dikenalkan kepada lapangan kerja, jabatan kerja, dan peluang usaha yang dapat dimasuki setelah lulus, serta konsentrasi keahlian yang dapat dipelajari di kelas XI dan XII untuk menumbuhkan passion (renjana), vision (visi), imajinasi, dan kreativitas melalui:
1. Pembelajaran di ruang kelas;
2. Pembelajaran di laboratorium/workshop/bangsal unit-unit pembibitan, pakan, pembesaran, pemotongan ternak, penanganan kesehatan ternak, dan pengolahan hasil peternakan;
3. Pembelajaran di unit teaching factory;
4. Pembelajaran membuat projek sederhana;
5. Berinteraksi dengan alumni dan atau praktisi industri;
6. Berkunjung ke industri peternakan;
7. Pencarian informasi melalui media digital.

Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran harus sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan tujuan yang ingin dicapai. Pelaksanaan pembelajaran dapat menggunakan model pembelajaran berbasis projek (project-based learning), discovery learning, pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), atau inquiry learning serta metode antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi, observasi, peragaan atau demonstrasi yang dipilih berdasarkan karakteristik materi. Penilaian meliputi aspek pengetahuan melalui tes dan non tes, sikap melalui observasi, catatan kejadian menonjol (anecdotal record), penilaian antar teman, dan penilaian diri serta keterampilan melalui penilaian proses, produk, portofolio dan studi kasus. Pembelajaran Dasar-dasar Agribisnis Ternak dapat dilakukan dengan sistem blok (block system) disesuaikan dengan karakteristik elemen yang dipelajari.

Mata pelajaran Dasar-Dasar Agribisnis Ternak mengintegrasikan kemampuan-kemampuan dasar baik hard skill maupun soft skills, meliputi kemampuan pemahaman profil industri dan profesi di industri peternakan, perkembangan teknologi bidang peternakan, isu-isu global terkait dengan peternakan, agripreneur, peluang usaha dan pekerjaan/profesi pemahaman proses-proses dasar peternakan dan penanganan komoditas peternakan sesuai prosedur, keselamatan, serta kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH). Kemampuan-kemampuan tersebut disusun sebagai elemen-elemen pembelajaran.