Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Dasar-dasar Broadcasting dan Perfilman dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Dasar-dasar Broadcasting dan Perfilman SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Dasar-dasar Broadcasting dan Perfilman selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Dunia broadcasting, baik radio maupun televisi, serta dunia film merupakan representasi dari usaha manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lain. Dalam kehidupan sekarang, komunikasi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Dasar-dasar Broadcasting dan Perfilman merupakan kumpulan mata pelajaran pada Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman yang penting untuk diberikan. Mata pelajaran ini berisi dasar-dasar mata pelajaran untuk penguasaan kompetensi pada produksi dan siaran program radio, produksi siaran dan program televisi, produksi film dan program televisi dan produksi film.

Mata pelajaran Dasar-dasar Broadcasting dan Perfilman diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, mengasah kepekaan estetis dan teknis, dan sensitivitas terhadap fenomena alam dan lingkungan kehidupan. Peserta didik mengamati fenomena alam serta kehidupan secara objektif dan imajinatif, melakukan eksplorasi atau eksperimen untuk mengolah media audio visual dengan estetis, kreatif, dan imajinatif. Dengan ini, peserta didik didorong untuk menemukan fakta-fakta, membangun konsep, melakukan eksplorasi secara prosedural, serta membangun nilai-nilai baru secara mandiri.

Masing-masing materi memuat soft skills untuk berfikir kritis dan memecahkan masalah, kreativitas dan inovasi, kerjasama, keterampilan komunikasi serta sadar prosedur kerja dan prosedur teknis. Aspek hard skills merepresentasikan penguasaan spesifik sesuai pekerjaan di dunia kerja serta integritas, yakni kejujuran, determinasi untuk bekerja keras, inspiratif, sehat, berakhlak mulia, bertanggungjawab, cinta tanah air, dan mengembangkan keterampilan untuk hidup mandiri. Maka dengan demikian, mata pelajaran ini diberikan memberi pemahaman peserta didik mengenai tanggung jawab pribadi, kelompok dan tanggung jawab sebagai makhluk ciptaan Tuhan dalam rangka membangun Profil Pelajar Pancasila yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, bernalar kritis, mandiri, kreatif, bergotong royong dan peduli terhadap lingkungan.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran Dasar-dasar Broadcasting dan Perfilman bertujuan membekali peserta didik dengan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap (hard skill dan soft skill), serta terkait dengan kompetensi kejuruan serta perkembangan teknologi komunikasi audio visual meliputi:
1. Memahami profesi dan proses bisnis yang sedang berkembang dalam industri broadcasting dan perfilman;
2. Memahami perkembangan teknologi di industri dan dunia kerja dan isu-isu global terkait broadcasting dan perfilman;
3. Memahami dan menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) dalam proses produksi;
4. Memahami profil technopreneur, peluang usaha dan dunia kerja/profesi dalam industri broadcasting dan perfilman;
5. Memahami prototype Produksi dan Siaran Program Radio, Produksi Siaran dan Program Televisi, Produksi Film dan Program Televisi serta Produksi Film secara kreatif dan inovatif berdasarkan tren pasar masa kini dan akan datang;
6. Memahami teknik dasar proses produksi pada industri broadcasting dan perfilman;
7. Mengoperasikan peralatan audio video;
8. Menggunakan media digital;
9. Memahami dasar-dasar fotografi, tata kamera, tata artistik, tata suara dan editing;
10. Memahami estetika seni audio visual (EAV).

Karakteristik

Mata pelajaran Dasar-dasar Broadcasting dan Perfilman merupakan mata pelajaran yang menjadi fondasi Program keahlian Broadcasting dan Perfilman, serta salah satu mata pelajaran pada konsentrasi Produksi dan Siaran Program Radio, Produksi Siaran dan Program Televisi, Produksi Film dan Program Televisi serta Produksi Film. Mata pelajaran ini mempunyai beberapa materi ajar yang beragam, yang dipelajari melalui pengetahuan dan praktik, dengan porsi dominan pada pemahaman, serta memiliki dinamika yang tinggi karena selalu terkait dengan perkembangan teknologi.

Pada awal pembelajaran siswa dikenalkan pada lapangan kerja, jabatan kerja setelah lulus dari program keahlian di satuan pendidikan, dan konsentrasi yang dapat dipelajari pada kelas XI dan XII untuk menumbuhkan passion (renjana), vision (visi), imajinasi, dan kreativitas melalui:
1. Pembelajaran di kelas;
2. Pembelajaran di laboratorium dan lingkungan sekitar sekolah;
3. Projek sederhana individual dan kolaboratif;
4. Berinteraksi dengan peserta didik kelas XI dan atau Kelas XII, alumni atau praktisi industri melalui kegiatan guru tamu atau workshop sederhana;
5. Berkunjung pada industri yang relevan;
6. Pencarian informasi melalui media digital.
Tahap ini membutuhkan porsi dominan (75%) pada pembelajaran soft skills sebelum mempelajari aspek hard skills sebagaimana tercantum pada elemen mata pelajaran.

Perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran harus sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan tujuan yang dicapai. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan berbagai variasi model pembelajaran, antara lain model pembelajaran project-based learning, problem based learning, dan model-model pembelajaran lainnya sesuai dengan karakteristik materi, serta metode pembelajaran yang menyenangkan dan menumbuhkan kemandirian, seperti diskusi, observasi, eksperimen, peragaan/demonstrasi. Penilaian meliputi aspek pengetahuan (tes dan non tes), sikap (observasi) dan keterampilan (proses, produk dan portofolio). Pembelajaran Dasar-dasar Broadcasting dan Perfilman dimungkinkan untuk dapat diterapkan secara sistem blok (block system) disesuaikan dengan karakteristik elemen yang dipelajari.