Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Dasar-dasar Desain dan Produksi Kriya dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Dasar-dasar Desain dan Produksi Kriya SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Dasar-dasar Desain dan Produksi Kriya selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Dasar-dasar Desain dan Produksi Kriya merupakan mata pelajaran yang berisi kompetensi yang mendasari penguasaan desain dan produksi kriya, yaitu pemahaman tentang perkembangan desain kriya, kebutuhan pasar kriya, kreativitas desain kriya, inovasi produk kriya, menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), serta memiliki karakter pelajar Pancasila. Selain itu juga menjadi landasan bagi peserta didik di kelas XI dan XII untuk mendalami desain dan produksi kriya secara utuh dengan konsentrasi keahlian diantaranya: kriya kreatif batik dan tekstil, kriya kreatif kulit dan imitasi, kriya kreatif keramik, kriya kreatif logam dan perhiasan, serta kriya kreatif kayu dan rotan.

Fungsi mata pelajaran Dasar-dasar Desain dan Produksi Kriya untuk mengasah sensitivitas secara objektif dan imajinatif melalui proses eksplorasi atau eksperimen sehingga menemukan bentuk-bentuk visual yang estetis, kreatif, inovatif, serta membangun nilai-nilai baru secara mandiri. Selain itu, menumbuhkan kebanggaan pada peserta didik terhadap profesi di bidang desain dan produksi kriya antara lain sebagai desainer produk kriya, visualisator, pekerja di industri kriya atau menjadi pengusaha pemula (startup) di bidang kriya.

Lingkup mata pelajaran Dasar-dasar Desain dan Produksi Kriya meliputi pemahaman secara utuh dan menyeluruh tentang profesi dan industri seni kriya yang sedang berkembang, serta peran industri kreatif kriya dalam meningkatkan ekonomi bangsa, memahami prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan lingkungan hidup (K3LH), memahami korelasi antara desain (prototipe), produksi, dan pasar, serta dapat mendesain baik secara manual maupun digital.

Mata pelajaran Dasar-dasar Desain dan Produksi Kriya berkontribusi dalam memampukan peserta didik menjadi warga yang menguasai keahlian di bidang desain dan produksi kriya, dengan memegang teguh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia terhadap manusia dan alam, bernalar kritis, mandiri, kreatif, komunikatif dan adaptif terhadap lingkungan sebagai bentuk penerapan profil pelajar pancasila.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran Dasar–dasar Desain dan Produksi Kriya bertujuan membekali peserta didik dengan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap (hardskill, softskill, dan karakter meliputi:
1. Memahami proses bisnis di industri kreatif bidang desain dan produksi kriya;
2. Memahami perkembangan teknologi di industri dan dunia kerja serta isu-isu global terkait dunia industri di bidang desain dan produksi kriya;
3. Memahami teknik dasar proses produksi pada industri Desain dan Produksi Kriya;
4. Memahami profil teknopreneur, peluang usaha dan dunia pekerjaan/profesi dalam bidang desain dan produksi kriya;
5. Memiliki wawasan Seni, Desain, dan Kriya;
6. Menggambar Desain dan Produksi Kriya;
7. Memahami dasar-dasar Desain dan Produksi Kriya;
8. Memahami portofolio Desain dan Produksi Kriya.

Karakteristik

Mata Pelajaran Dasar-dasar Desain dan Produksi Kriya memiliki karakter utama estetis, kreatif, ergonomik, fungsional/hiasan, dan berkarakter Indonesia (potensi budaya dan alam) yang dapat bersaing dalam pasar global. Dasar-dasar Desain dan Produksi Kriya melatih peserta didik dalam proses penciptaan kriya meliputi: berpikir kritis dan pemecahan masalah kebutuhan pengembangan produk kriya, eksplorasi gagasan, eksplorasi tampilan artistik, kerja produktif dalam manufaktur produk kriya, dan pemasaran produk kriya lingkup lokal, nasional dan global.

Pada awal pembelajaran peserta didik dikenalkan secara holistik tentang desain dan produksi kriya antara lain isu - isu penting perkembangan seni kriya, industri seni kriya, lapangan kerja, jabatan kerja atau usaha secara mandiri setelah lulus dari Program Keahlian Desain dan Produksi Kriya dan konsentrasi yang dipelajari pada kelas XI dan XII untuk menumbuhkan passion (renjana), vision (visi), imajinasi, dan kreativitas melalui:
1. Pembelajaran di kelas;
2. Pembelajaran di studio;
3. Kegiatan berbasis projek sederhana;
4. Pembelajaran Teaching Factory;
5. Berinteraksi dengan alumni atau guru tamu dari praktisi industri desain dan produksi kriya sebagai motivasi bagi siswa;
6. Berkunjung pada industri desain dan produksi kriya yang relevan baik yang berskala kecil (UMKM) atau yang berskala besar;
7. Pencarian informasi melalui media digital.
Tahapan tersebut di atas membutuhkan porsi dominan (sekitar 75%) pada pembelajaran untuk pengembangan soft skills, sebelum mempelajari aspek hard skills sebagaimana tercantum pada elemen mata pelajaran.

Perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan tujuan yang ingin dicapai. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan berbagai variasi model pembelajaran, antara lain model pembelajaran project-based learning, problem-based learning, dan model-model pembelajaran lainnya sesuai dengan karakteristik materi, serta metode pembelajaran yang menyenangkan dan menumbuhkan kemandirian, seperti diskusi, observasi, eksperimen, peragaan/demonstrasi. Penilaian meliputi aspek pengetahuan (tes dan non tes), sikap (observasi) dan keterampilan (proses, produk dan portofolio). Pembelajaran Dasar-dasar Desain dan Produksi Kriya dapat dilakukan secara sistem blok (block system) disesuaikan dengan karakteristik elemen yang dipelajari.