Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Dasar-dasar Keahlian Busana (Fesyen) dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Dasar-dasar Keahlian Busana (Fesyen) SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Dasar-dasar Keahlian Busana (Fesyen) selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Bidang Keahlian Busana (Fesyen) sangat dibutuhkan saat ini karena menjadi salah satu elemen penting dari gaya hidup yang diperlukan manusia modern di era global ini. Dasar-dasar Keahlian Busana (Fesyen) merupakan mata pelajaran yang berisi kompetensi-kompetensi yang mendasari penguasaan keahlian Busana (Fesyen) mencakup pemahaman akan gaya hidup, perubahan selera (trend) hingga proses desain, produksi, dan marketing.

Mata pelajaran Dasar-dasar Keahlian Busana (Fesyen) tidak hanya meliputi proses pembuatan busana mulai dari gambar, membuat pola, dan menjahit, namun peserta didik diajak untuk memahami secara menyeluruh ekosistem industri fesyen yaitu kreasi, produksi dan marketing. Mata pelajaran Dasar-dasar Keahlian Busana meliputi proses pengamatan, eksplorasi serta eksperimen untuk menumbuhkan kreativitas, mengasah kepekaan estetis, menemukan bentuk visual yang inovatif dan imajinatif disesuaikan dengan pemahaman konsep dan trend. Peserta didik juga diajak untuk mengamati fenomena alam dan kehidupan melalui pendekatan sustainable fashion yang menjadi dasar industri fashion global.

Masing-masing materi memuat soft skills antara lain berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreativitas dan inovasi, kerjasama, keterampilan komunikasi, serta sadar mutu produk; dan hard skills, yaitu penguasaan kompetensi spesifik sesuai dengan pekerjaan di dunia kerja; dan integritas, yaitu jujur, pekerja keras, menginspirasi, sehat, akhlak mulia, bertanggungjawab, cinta Indonesia, keterampilan untuk hidup mandiri, dengan model belajar Project Based Learning, peserta didik didorong untuk menemukan fakta-fakta, membangun konsep, melakukan eksplorasi secara prosedural, serta membangun nilai-nilai baru secara mandiri yang bertujuan untuk membangun konsep berpikir kreatif, bernalar kritis, mandiri, dan gotong royong sebagai bagian dari Profil Pelajar Pancasila yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran Dasar-dasar Keahlian Busana (Fesyen) bertujuan membekali peserta didik dengan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap (hard skills dan soft skills) meliputi:
1. Memahami profil technopreneur, peluang usaha dan pekerjaan/profesi di bidang busana (fesyen);
2. Memahami proses bisnis berbagai industri di bidang busana (fesyen);
3. Memahami perkembangan teknologi di industri dan dunia kerja serta isu-isu global pada bidang busana (fesyen);
4. Memahami teknik dasar proses produksi pada industri busana (fesyen);
5. Memahami dan menerapkan dasar fesyen desain;
6. Memahami dan menerapkan gambar mode;
7. Memahami dan menerapkan dasar pola;
8. Memahami dan menerapkan teknik dasar menjahit;
9. Memahami dasar branding dan marketing.

Karakteristik

Mata pelajaran Dasar-dasar Keahlian Busana (Fesyen) merupakan fondasi untuk mengenal lebih dalam atau lebih jauh tentang seluk beluk keahlian busana (fesyen) yang bukan hanya mencakup keterampilan teknis pembuatan busana namun meliputi sisi kreasi, produksi, dan marketing. Mata pelajaran Dasar-dasar Keahlian Busana (fesyen) merupakan fundamen untuk bisa melanjutkan pembelajaran kompetensi berikutnya.

Dengan mempelajari dan menguasai mata pelajaran Dasar-dasar Keahlian Busana (Fesyen) maka pada pembelajaran kompetensi selanjutnya, peserta didik akan lebih mudah untuk mengikuti dan memilih konsentrasi kejuruannya. Pilihan konsentrasi kejuruan meliputi konsentrasi keahlian pembuatan busana berbasis kreasi (studio desain), konsentrasi keahlian pembuatan busana berbasis produksi (studio industri/busana siap pakai), dan konsentrasi keahlian pembuatan busana berbasis pesanan perorangan (studio pelanggan/atelier).

Pada awal pembelajaran peserta didik dikenalkan pada lapangan kerja, jabatan kerja setelah lulus dari program keahlian di satuan Pendidikan, dan konsentrasi yang dapat dipelajari pada kelas XI dan XII untuk menumbuhkan passion (renjana), vision (visi), imajinasi, dan kreativitas melalui:
1. Pembelajaran di kelas;
2. Pembelajaran di studio/laboratorium busana;
3. Projek sederhana;
4. Berinteraksi dengan alumni atau praktisi industri;
5. Berkunjung pada industri yang relevan;
6. Pencarian informasi melalui media digital.
Tahap ini membutuhkan porsi dominan (75%) untuk pengembangan soft skills pada pembelajaran sebelum mempelajari aspek hard skills sebagaimana tercantum pada elemen mata pelajaran.

Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan tujuan yang ingin dicapai. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan berbagai variasi model pembelajaran, antara lain model pembelajaran project based learning, problem based learning, dan model-model pembelajaran lainnya sesuai dengan karakteristik materi, serta metode pembelajaran yang menyenangkan dan menumbuhkan kemandirian, seperti diskusi, observasi, eksperimen, peragaan/demonstrasi. Penilaian meliputi aspek pengetahuan (tes dan non tes), sikap (observasi) dan keterampilan (proses, produk dan portofolio). Pembelajaran Dasar-dasar Keahlian Busana (Fesyen) dapat dilakukan secara block system disesuaikan dengan karakteristik elemen yang dipelajari.