Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Dasar-dasar Seni Pertunjukan dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Dasar-dasar Seni Pertunjukan SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Dasar-dasar Seni Pertunjukan selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Kebudayaan akan berkembang terus sesuai dengan perkembangan zaman, baik dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta kepandaian manusia. Di era keterbukaan ini pemerintah Indonesia telah menggaungkan untuk mengembangkan berbagai potensi daerah untuk komoditi wisata dan kebutuhan ekonomi daerah serta masyarakat. Dengan adanya otonomi daerah, setiap daerah berusaha menggali potensi sumber daya alam dan potensi budaya untuk dikemas, dimunculkan, dilestarikan, dipromosikan, dan dipertunjukan sesuai kebutuhan daerah tersebut. Sehubungan dengan itu, kesenian tradisi mulai bermunculan dalam bentuk kesenian baru yang bernuansa tradisional dengan berbagai kreativitas dan inovasi, sebagai upaya pelestarian budaya tradisi dan juga untuk pengembangan kreativitas serta memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas.

Dengan demikian, prospek keberadaan industri kreatif budaya lokal di era globalisasi mendapatkan tempat untuk berkembang dan tetap memiliki lapangan kerja yang luas, baik di dalam negeri dan luar negeri. Sekolah Menengah Kejuruan perlu memperhatikan program keahlian seni pertunjukan untuk melahirkan generasi penerus bangsa dengan memperkenalkan berbagai seni pertunjukan budaya lokal Indonesia agar tumbuh kepekaan terhadap seni tradisional dan memiliki hasrat untuk mengembangkan dan mempertunjukan kesenian Indonesia secara global. Oleh karena itu, mata pelajaran dasar-dasar seni pertunjukan sangat berguna untuk membekali peserta didik menjadi calon seniman yang multitalenta dalam memahami seni pertunjukan, meliputi seni musik klasik, seni musik populer, seni tari, penataan tari, seni karawitan, penataan karawitan, seni pedalangan, pemeranan, dan tata artistic teater.

Mata pelajaran dasar-dasar seni pertunjukan berfungsi untuk menumbuhkan kreativitas, mengasah kepekaan estetis, dan sensitivitas terhadap fenomena alam lingkungan kehidupan. Peserta didik mengamati fenomena alam dan kehidupan secara objektif dan imajinatif, melakukan eksplorasi atau eksperimen untuk menemukan bentuk-bentuk visual yang estetis, kreatif, inovatif, dan imajinatif, sehingga peserta didik didorong untuk menemukan fakta-fakta, membangun konsep, melakukan eksplorasi secara prosedural, serta membangun nilai-nilai baru secara mandiri.

Setiap materi menggali budaya lokal dan multikultural memuat soft skills antara lain berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreativitas dan inovasi, kerjasama, dan keterampilan komunikasi; hard skills, yaitu penguasaan kompetensi spesifik sesuai dengan pekerjaan di dunia kerja; dan integritas, yaitu jujur, pekerja keras, menginspirasi, sehat, akhlak mulia, bertanggungjawab, cinta Indonesia, keterampilan untuk hidup mandiri, serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Muatan seni pertunjukan tersebut sangat berkaitan erat dengan pengembangan Profil Pelajar Pancasila.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran dasar-dasar seni pertunjukan bertujuan membekali peserta didik dalam dunia seni pertunjukan melalui pengetahuan, keterampilan, dan sikap (hard skills dan soft skills) yaitu:
1. Memahami pengelolaan bisnis berbagai industri di bidang seni pertunjukan;
2. Memahami perkembangan penerapan teknologi dalam bidang seni pertunjukan serta isu-isu global terkait dunia pertunjukan;
3. Memahami wawasan pekerjaan/profesi, kewirausahaan, dan peluang usaha di bidang seni pertunjukan serta mempraktikkan berbagai teknik dasar seni pertunjukan untuk melatih kepekaan rasa, kreativitas dan inovasi pada diri sendiri;
4. Menguasai teknik Dasar Seni Pertunjukan;
5. Mengembangkan kemampuan apresiasi dan keterampilan seni pertunjukan melalui penerapan repertoar seni pertunjukan;
6. Memahami proses produksi bidang seni pertunjukan.

Karakteristik

Dasar-dasar seni pertunjukan merupakan fondasi dasar pengetahuan seni pertunjukan, untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kesenian Indonesia, membuka wawasan pengetahuan dan wirausaha yang dapat memperkuat minat peserta didik dalam mempelajari seni pertunjukan, sehingga peserta didik memiliki keinginan untuk berpartisipasi dan bersaing di dunia industri kesenian baik di dalam negeri dan pasar global. Dengan mempelajari dasar-dasar seni pertunjukan peserta didik dapat menentukan pilihan untuk memperdalam program keahlian seni pertunjukan secara spesifik.

Adapun pada kelas XI dan XII, peserta didik dikenalkan pada lapangan kerja dan jabatan kerja atau usaha yang dapat dilakukan setelah lulus dari program keahlian Seni Pertunjukan, sesuai konsentrasi keahlian di satuan pendidikan untuk menumbuhkan dan mengembangkan passion (renjana), vision (visi), imajinasi dan kreativitas melalui:
1. Pembelajaran di kelas;
2. Pembelajaran di bengkel/studio;
3. Projek sederhana;
4. Berinteraksi dengan alumnus atau praktisi industri;
5. Berkunjung pada industri atau sanggar/kelompok seni yang relevan;
6. Pencarian informasi melalui media digital.
Tahapan ini membutuhkan porsi dominan pada pembelajaran untuk pengembangan soft skill (75%) sebelum mempelajari aspek hard skills sebagaimana tercantum pada elemen mata pelajaran.

Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan tujuan yang ingin dicapai. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan berbagai variasi model pembelajaran, antara lain model pembelajaran project-based learning, problem based learning, dan model-model pembelajaran lainnya sesuai dengan karakteristik materi, serta metode pembelajaran yang menyenangkan dan menumbuhkan kemandirian, seperti diskusi, observasi, eksperimen, peragaan/demonstrasi. Penilaian meliputi aspek pengetahuan (tes dan non tes), sikap (observasi) dan keterampilan (proses, produk, dan portofolio). Pembelajaran dasar-dasar seni pertunjukan dapat dilakukan secara sistem blok (block system) disesuaikan dengan karakteristik materi yang dipelajari, waktu dan sumber daya yang tersedia.