Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Dasar-dasar Teknik Furnitur dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Dasar-dasar Teknik Furnitur SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Dasar-dasar Teknik Furnitur selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Dasar-Dasar Teknik Furnitur merupakan mata pelajaran dasar kejuruan pada Program Keahlian Teknik Furnitur, berfungsi untuk memberi bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akan mendasari penguasaan kompetensi pada mata pelajaran konsentrasi keahlian di kelas XI dan XII. Peserta didik juga dikenalkan dengan perkembangan produksi furnitur secara massal mekanis dengan cepat dan murah yang semula menggunakan kayu utuh digantikan oleh kayu olahan atau bahan/material baru lainnya, serta desain dan produksi furnitur yang ramah lingkungan untuk menjawab isu kemajuan teknologi untuk kesejahteraan umat manusia dan lingkungan tempat tinggalnya.

Ruang lingkup materi Dasar-dasar Teknik Furnitur membekali peserta didik dalam pekerjaan produksi furnitur meliputi wawasan teknik furnitur, kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan hidup (K3LH), menggambar teknik dasar, pemilihan kayu untuk produksi furnitur, pembuatan sambungan dengan peralatan tangan dan mesin tangan, perawatan peralatan tangan dan mesin tangan.

Pada pembelajaran dasar-dasar teknik furnitur peserta didik diajak melaksanakan pembelajaran untuk memperoleh hard skills dan soft skills dengan menerapkan ilmu dan teknologi dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yaitu berpikir kritis, kreatif dan analisis, jujur, tekun, teliti, cermat serta tanggung jawab, menghargai perbedaan pendapat, bekerja bergotong royong, membangun interaksi dan komunikasi secara aktif antar peserta didik.

Pembelajaran dasar-dasar teknik furnitur dapat dilakukan secara sistem blok yang terintegrasi pada kegiatan pembelajaran dengan mata pelajaran lain ataupun berdiri sendiri sebagai pengenalan dan pendukung fakta dan konsep pada mata pelajaran lain. Model pembelajaran yang digunakan diharapkan dapat membentuk peserta didik menjadi masyarakat beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, bernalar kritis, mandiri, kreatif, bergotong royong dan peduli terhadap lingkungan.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Furnitur bertujuan membekali peserta didik dengan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap (hard skills dan soft skills) meliputi:
1. Memahami proses bisnis dan profil industri pada desain pemodelan dan informasi bangunan;
2. Memahami perkembangan penerapan teknologi dan isu-isu global pada desain pemodelan dan informasi bangunan;
3. Memahami profesi dan kewirausahaan (job-profile dan technopreneur), serta peluang usaha di bidang teknik furnitur;
4. Memahami Teknik dasar proses produksi pada industri furnitur
5. Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) dan budaya kerja industri di lingkungan kerjanya;
6. Menggambar teknik dasar;
7. Memahami karakteristik dan perlakuan bahan/kayu untuk produksi furnitur;
8. Memahami pembuatan sambungan dengan peralatan tangan dan mesin tangan;
9. Memahami perawatan peralatan tangan dan mesin tangan.

Karakteristik

Mata pelajaran Dasar-dasar Teknik Furnitur sebagai kemampuan dasar dalam memahami dasar pekerjaan furnitur guna mengaktualisasi desain dan gambar furnitur yang dituangkan pada dasar pekerjaan menggambar teknik (gambar teknik) yang diawali dengan memahami fakta, konsep, prinsip tentang perkembangan produksi furnitur, memahami karakteristik dan perlakuan kayu dan bahan lainnya untuk produksi furnitur, membuat sambungan/konstruksi furnitur dengan peralatan tangan dan mesin tangan, perawatan peralatan furnitur dengan prinsip-prinsip kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan hidup.

Pada awal pembelajaran peserta didik dikenalkan pada lapangan kerja, jabatan kerja setelah lulus dari program keahlian di satuan pendidikan, dan konsentrasi yang dapat dipelajari pada kelas XI dan XII untuk menumbuhkan renjana (passion), visi (vision), imajinasi, dan kreativitas dapat dilakukan melalui:
1. Pembelajaran di kelas;
2. Pembelajaran di bengkel;
3. Proyek sederhana;
4. Berinteraksi dengan alumnus atau praktisi industri;
5. Berkunjung pada industri yang relevan;
6. Pencarian informasi melalui media digital.
Tahap ini membutuhkan porsi dominan (75%) pada pembelajaran sebelum mempelajari aspek hard skills sebagaimana tercantum pada elemen mata pelajaran.

Perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran harus sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan tujuan yang dicapai. Pelaksanaan pembelajaran dapat menggunakan model pembelajaran berbasis projek (project-based learning), discovery learning, pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), atau inquiry learning serta metode pembelajaran antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi, observasi, peragaan atau demonstrasi yang dipilih berdasarkan karakteristik materi dan tujuan yang ingin dicapai. Penilaian meliputi aspek pengetahuan melalui tes dan non-tes, aspek sikap melalui observasi, catatan kejadian menonjol (anecdotal record), penilaian antar-teman, dan penilaian diri serta aspek keterampilan melalui penilaian proses, produk, portofolio dan studi kasus. Pembelajaran Dasar-dasar Teknik Furnitur dapat dilakukan dengan sistem blok (block system) disesuaikan dengan karakteristik elemen yang dipelajari.