Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Farmasi Klinis Dan Komunitas dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Farmasi Klinis Dan Komunitas SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Farmasi Klinis Dan Komunitas selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Mata pelajaran Konsentrasi Keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas merupakan mata pelajaran yang mempelajari tentang kefarmasian pada pelayanan farmasi di sarana fasilitas pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan resep baik di apotek, klinik, maupun rumah sakit, pelayanan obat bebas dan obat bebas terbatas, administrasi farmasi, Farmakognosi, Farmakologi, dan Kimia Farmasi Analisis. Konsentrasi keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas diharapkan dapat menghasilkan tenaga Asisten Tenaga Kefarmasian yang dalam pekerjaan utamanya dapat membantu Asisten Apoteker atau Apoteker yang bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Mata pelajaran ini berfungsi sebagai mata pelajaran inti pada Konsentrasi Keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas kejuruan di fase F. Peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep dan nilai-nilai baru secara mandiri. Sehingga peserta didik mampu menumbuhkan jiwa wirausaha, bekerja dalam jabatan dunia kerja pada bidang farmasi serta mendukung untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi vokasi dengan jurusan sejenis.

Mata pelajaran ini berkontribusi dalam membentuk peserta didik menjadi ahli pada bidang teknologi farmasi pada keahlian farmasi klinis dan komunitas, sekaligus berpikir kritis, mandiri dalam hal melakukan pekerjaan kefarmasian, kreatif dalam menangani permasalahan di lingkungan sekitarnya dan adaptif dengan kemajuan abad teknologi di bidang kefarmasian. Proses pembelajaran Konsentrasi Keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas mengintegrasikan muatan sikap yang melatih peserta didik untuk mandiri dan kreatif sehingga menjadi kekuatan peserta didik untuk bekerja secara profesional dalam bidang farmasi.

Pembelajaran dapat dilakukan menggunakan berbagai pendekatan, strategi, metode serta model yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang harus dipelajari, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, renjana dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Model-model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain project-based learning, teaching factory, problem-based learning, inquiry-based learning, atau model lainnya serta metode yang relevan.

Mata pelajaran ini berkontribusi dalam membentuk peserta didik memiliki keahlian pada bidang teknologi farmasi, meningkatkan lebih lanjut kemampuan logika dan teknologi digital (computational thinking) yaitu suatu cara berpikir yang memungkinkan untuk menguraikan suatu masalah menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan sederhana, menemukan pola masalah serta menyusun langkah-langkah solusi mengatasi masalah. Penguasaan kemampuan konsentrasi keahlian farmasi klinis dan komunitas akan membiasakan peserta didik berpikir kritis dalam menghadapi permasalahan, bekerja mandiri serta kreatif dalam menemukan solusi permasalahan kehidupan.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan mata pelajaran ini adalah untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap (hard skills dan soft skills) agar dapat:
1. memahami pelayanan farmasi;
2. memahami administrasi farmasi;
3. memahami farmakologi;
4. memahami farmakognosi; dan
5. memahami kimia farmasi analisis.

Karakteristik

Karakteristik mata pelajaran ini berfokus pada kompetensi yang harus dimiliki oleh asisten tenaga kefarmasian serta jabatan lain sesuai dengan perkembangan dunia kerja pada fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu dalam proses pembelajarannya memerlukan ketelitian, ketekunan dan pemahaman mendalam.
Mata pelajaran ini terdiri dari 5 elemen berikut.