Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Informatika dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Informatika SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Informatika selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Mengapa logika penting diajarkan? Berpikir/pemikiran komputasi merupakan suatu teknik pemecahan masalah yang sangat luas wilayah penerapannya, bukan hanya untuk menyelesaikan masalah seputar ilmu komputer saja, melainkan juga untuk menyelesaikan berbagai masalah di dalam pekerjaan yang terkait kompetensi keahliannya dan bahkan pada kehidupan sehari-hari. Logika dimaksud adalah logika pemikiran komputasional (computational thinking) atau logika komputasi yang merupakan suatu cara berpikir yang memungkinkan untuk menguraikan suatu masalah menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan sederhana, menemukan pola dalam dan masalah tersebut, serta menyusun langkah-langkah solusi mengatasi masalah.
Logika komputasi dapat diberikan sejak jenjang sekolah dasar dan menengah hal ini diharapkan menjadi bekal siswa di SMK nantinya untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Dengan menerapkan Logika Komputasi, seorang siswa bisa belajar lebih efisien dan optimal dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dalam semua pelajaran, karena terbiasa mencari solusi optimal, dan membentuk pola solusi yang akan mempercepat melakukan penyelesaian suatu masalah (problem solving).
Berdasarkan beberapa literatur logika simbolik menjadi dasar logika komputasi, tetapi logika simbolik (symbolic logic) telah menjadi cabang matematika yang sebagian besar telah hilang hubungan dengan akarnya penalaran manusia (Kowalski, 2011). Logika komputasi yang digunakan dalam Artificial Intelligence (AI) juga menggunakan notasi matematika (Paulson, 2018) yang memfasilitasi implementasi pada komputer namun mengaburkan relevansinya dengan pemikiran manusia. Logika komputasi seyogyanya tidak hanya digunakan yang bertujuan untuk mengembangkan program-program komputer, tetapi meningkatkan kecerdasan mereka sendiri, meningkatkan pemikiran manusia sehingga meningkatkan perilaku. Berdasarkan literatur diatas maka dapat disimpulkan bahwa logika komputasi yaitu metode pemecahan masalah untuk menemukan solusi dengan menggunakan pendekatan algoritma komputasi, dan direpresentasikan dalam bentuk yang dapat dibuktikan secara efektif melalui perangkat pengolah informasi.
Penerapan profil pelajar pancasila pada era digitalisasi industri membuat logika komputasi ini sangat penting untuk diadaptasi ke dalam mata pelajaran di SMK. Profil pelajar dengan sifat berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif di era digitalisasi industri harus diperkuat dengan kemampuan seorang siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul akibat disrupsi teknologi di dunia industri, dan profil pelajar pancasila menjadi tumpuan pengembangan mata pelajaran ini. Dengan demikian maka definisi dari Informatika dapat diartikan suatu metode pemecahan masalah untuk menemukan solusi menggunakan algoritma komputasi, dan direpresentasikan dalam bentuk yang dapat dibuktikan secara efektif melalui perangkat pengolah informasi dalam mendukung transformasi menuju digitalisasi industri.
Melihat teknologi yang terus berkembang secara eksponensial menciptakan disruptive industri yang mengarah pada digitalisasi dan otomatisasi. International Society for Technology in Education (ISTE) telah memasukan computational thinker sebagai salah satu standar yang harus dimiliki siswa dalam menghadapi era digitalisasi industri. Mempelajari Informatika dapat membantu guru dan siswa mengembangkan keterampilan konseptual dan analitis, serta pemahaman teoritis yang lebih dalam dalam rangka membangun dasar penalaran berbantuan komputer untuk berpikir logis dan sistematis.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran (TP) merupakan deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh peserta didik dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju CP. Mengingat jam pelajaran untuk mata pelajaran Informatika adalah 4 jam per minggu maka tujuan Pembelajaran tiap elemen mata pelajaran Informatika yang dipelajari pada kelas X dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Berpikir Komputasional (BK)
2. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
3. Sistem Komputasi (SK)
4. Jaringan Komputer dan Internet (JKI)
5. Analisis data (AD)
6. Algoritma dan Pemrograman (AP)
7. Dampak Sosial Informatika (DSI)
8. Praktik Lintas Bidang (PLB)

Karakteristik

Mata pelajaran Informatika membekali peserta didik dengan pemahaman dasar pekerjaan yang menggunakan komputer guna mengaktualisasi perencanaan, desain, administrasi, jaringan, aplikasi dan keamanan.
Pada awal pembelajaran peserta didik dikenalkan pada lapangan kerja, jabatan kerja setelah lulus dari program keahlian di satuan pendidikan dan konsentrasi yang dapat dipelajari pada kelas XI dan XII untuk menumbuhkan passion (motivasi), vision (visi), imajinasi, dan kreativitas melalui: Mendidik siswa berpikir logis, terstruktur, dan sistematis.
1. Mempersiapkan siswa sebagai bagian dari warga digital (digital citizen)
2. Mempersiapkan siswa dalam menghadapi digitalisasi industri.
3. Mendidik siswa menemukan solusi dalam langkah algoritmis.
4. Mendidik siswa berkolaborasi dalam menyelesaikan suatu masalah.