Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Konsentrasi Teknik Geomatika dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Konsentrasi Teknik Geomatika SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Konsentrasi Teknik Geomatika selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Teknik Geomatika adalah ilmu terpadu dalam mengukur, menganalisis, dan mengelola deskripsi lokasi data-data kebumian, berupa data spasial yang didapat melalui pengukuran terestris, laut, wahana angkasa dan sensor-sensor satelit dengan mengacu pada kerangka dasar geodesi untuk menghasilkan produk berupa peta. Mata pelajaran ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) meliputi survei terestris, membuat peta digital dengan perangkat lunak, sistem informasi geografis, dan penginderaan jauh. Cakupan mata pelajaran adalah materi pokok yang dalam pelaksanaannya dapat ditambah atau diperdalam oleh guru sesuai kondisi lingkungan dan perkembangan teknologi.

Mata pelajaran ini memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diberikan pada fase F. Mata pelajaran konsentrasi merupakan lanjutan dari mata pelajaran dasar program keahlian yang perlu didukung oleh mata pelajaran kelompok umum dan kejuruan lainnya. Mata pelajaran memuat kompetensi profesional untuk membekali tamatan menjadi pekerja pada bidang Geospasial seperti surveyor pemetaan, operator SIG, asisten surveyor berlisensi, dan operator fotogrametri atau sebagai wirausaha sesuai bidangnya. Selain itu peserta didik juga memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan sesuai kejuruannya. Dokumen capaian pembelajaran mata pelajaran ini digunakan sebagai dasar menyusun tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran dan bahan ajar.

Pembelajaran pada masing-masing materi yang berupa hard skills dan soft skills dilakukan dengan pendekatan saintifik melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Pelaksanaan pembelajaran dapat menggunakan model pembelajaran berbasis projek (project-based learning), discovery learning, pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), atau inquiry learning dan pembelajaran berbasis produksi atau jasa (teaching factory). Pembelajaran menggunakan metode yang dipilih berdasarkan karakteristik materi serta praktik kerja lapangan sebagai bentuk strategi pelajaran yang menggabungkan teori praktik di sekolah dan praktik di industri. Pembelajaran mata pelajaran ini dapat dilakukan secara sistem blok disesuaikan dengan karakteristik elemen yang dipelajari. Dalam mewujudkan capaian pembelajaran, sekolah hendaknya menerapkan konsep pengembangan SMK yaitu ā€œ8+iā€ secara efektif. Mata pelajaran ini dapat dilakukan di dalam kelas, di luar kelas, di laboratorium/bengkel, pembelajaran oleh guru tamu dan di industri, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang nyata dan bervariasi. Pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik tersebut diharapkan akan meningkatkan pemahaman konsep-konsep pengetahuan, meningkatkan keterampilan teknis, dan menumbuhkan sikap kerja secara optimal.

Mata pelajaran ini berkontribusi dalam membentuk peserta didik memiliki keahlian pada bidang teknik geomatika, dan menumbuhkan serta membentuk sikap peserta didik yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebhinekaan global; bergotong royong; mandiri; bernalar kritis serta kreatif.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran ini bertujuan membekali peserta didik dengan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap (hard skills dan soft skills) sehingga peserta didik mampu:
1. melakukan survei terestris;
2. menggambar dengan perangkat lunak bidang Teknik Geomatika;
3. melakukan pembuatan data geospasial dasar untuk membangun Sistem Informasi Geografis; dan
4. melakukan kegiatan penginderaan jauh.

Karakteristik

Mata pelajaran ini memiliki kekhususan, yaitu didominasi dengan konsep matematis yang terkait dengan penentuan posisi, perhitungan jarak dan sudut. Pada ranah pengetahuan berisi tentang teori penentuan posisi tiga dimensi. Penguasaan keterampilan berupa kemampuan pengambilan data lapangan dan penggambaran hasil pengukuran menggunakan berbagai peralatan digital serta perangkat lunak yang sesuai dengan pekerjaannya. Untuk melaksanakan mata pelajaran ini menuntut penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam penanganan alat dan pelaksanaan pengukuran serta ketelitian dalam perhitungan sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan.

Alur pembelajaran pada fase F dimulai dari pemahaman survei terestris meliputi pengambilan data lapangan dengan berbagai metode, mengolah data dan menyajikan data dalam bentuk gambar kerja atau peta digital menggunakan perangkat lunak penggambaran bidang Teknik Geomatika. Selanjutnya pada Sistem Informasi Geografis meliputi kegiatan input dan editing data serta penyajian peta digital untuk membangun sistem informasi geografis. Pada penginderaan jauh diberikan materi tentang survei fotogrametri dan pengolahan citra satelit. Pada kelas XII semua materi diperdalam selama satu semester dan melaksanakan praktik kerja lapangan. Mata pelajaran ini terdiri dari elemen-elemen berikut.