Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Pekerja Sosial dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Pekerja Sosial SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Pekerja Sosial selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Konsentrasi Keahlian Pekerja Sosial adalah mata pelajaran yang berisi kompetensi-kompetensi yang mendasari penguasaan keahlian pekerja sosial. Kompetensi ini merupakan kemampuan yang harus dimiliki seorang Asisten Pekerja Sosial dalam membangun relasi dengan klien dan lingkungan sosial, mengumpulkan data, melakukan asesmen masalah klien, merencanakan intervensi pelayanan, melaksanakan intervensi pelayanan, melakukan evaluasi dan terminasi. Mata pelajaran Konsentrasi Keahlian Pekerja Sosial membekali peserta didik dengan kemampuan melaksanakan kegiatan pelayanan sesuai dengan cara membangun relasi dengan klien dan lingkungan sosial, mengumpulkan data, melakukan asesmen masalah klien, merencanakan intervensi pelayanan, melaksanakan intervensi pelayanan, melakukan evaluasi dan terminasi.

Mata pelajaran ini berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang memiliki keahlian pada Konsentrasi Keahlian Pekerja Sosial, meningkatkan lebih lanjut kemampuan logika dan teknologi digital (computational thinking) yaitu suatu cara berpikir yang memungkinkan untuk menguraikan suatu masalah menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan sederhana, menemukan pola masalah, serta menyusun langkah-langkah solusi mengatasi masalah. Penguasaan kemampuan Konsentrasi Keahlian Pekerja Sosial akan membiasakan peserta didik berpikir kritis dalam menghadapi permasalahan, bekerja mandiri, serta kreatif dalam menemukan solusi permasalahan kehidupan.

Pembelajaran dapat dilakukan menggunakan berbagai pendekatan, strategi, metode serta model yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang harus dipelajari, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, renjana dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Model-model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain project-based learning, teaching factory, discovery-based learning, problem-based learning, inquiry-based learning atau model lainnya serta metode yang relevan.

Melalui lingkup materi tersebut diharapkan dapat membentuk peserta didik menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak yang baik kepada sesama, mandiri, berpikir kritis dan kreatif.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran ini bertujuan membekali peserta didik dengan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, sikap (hard skills dan soft skills) meliputi:
1. memahami cara membangun relasi;
2. memahami cara pengumpulan data;
3. memahami cara melakukan asesmen;
4. merencanakan intervensi pelayanan;
5. melaksanakan intervensi pelayanan; dan
6. melakukan evaluasi dan terminasi.

Karakteristik

Pada hakikatnya mata pelajaran ini berfokus pada kompetensi bersifat dasar yang harus dimiliki oleh Asisten Pekerja Sosial serta jabatan lain sesuai dengan perkembangan dunia kerja. Oleh karena itu dalam proses pembelajarannya memerlukan ketelitian, ketekunan, keramahan dan kesabaran dalam pemberian layanan kepada klien (anak, lansia, penyandang disabilitas dan korban penyalahgunaan NAPZA), memahami kondisi pekerjaan, risiko kerja, kematangan emosi, motivasi kerja, kerja sama dan menerapkan prosedur kerja. Selain itu peserta didik diberikan pemahaman tentang membangun relasi dengan klien dan lingkungan sosial, mengumpulkan data, melakukan asesmen masalah klien, merencanakan intervensi pelayanan, melaksanakan intervensi pelayanan, melakukan evaluasi dan terminasi.
Mata pelajaran ini terdiri dari 6 elemen berikut.