Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Pengawasan Mutu Hasil Pertanian dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Pengawasan Mutu Hasil Pertanian SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Pengawasan Mutu Hasil Pertanian selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Mata pelajaran Pengawasan Mutu Hasil Pertanian merupakan sekumpulan unit-unit kompetensi yang dipelajari pada Program Keahlian Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian Konsentrasi Keahlian Pengawasan Mutu Hasil Pertanian, yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai dalam mengimplementasikan teknik pengambilan sampel uji, pengujian organoleptik, pengujian secara volumetri dan gravimetri, pengujian fisikokimia dan instrumentasi, pengujian proksimat, mineral dan vitamin, pengujian mikrobiologis, teknik perekaman dan penyajian data hasil pengujian.

Fungsi mata pelajaran ini adalah membekali peserta didik dengan sikap dan keterampilan agar kompeten dalam melakukan pekerjaan sebagai pengawas mutu hasil pertanian secara mandiri/wirausaha, mengembangkan dan melakukan pekerjaan sebagai pelaksana/operator analis mutu laboratorium yang ada di industri pengolahan hasil pertanian. Mata pelajaran ini dapat juga sebagai landasan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan kompetensi Pengawasan Mutu Hasil Pertanian pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebelum mempelajari mata pelajaran ini diharapkan peserta didik sudah menuntaskan mata pelajaran Dasar-dasar Pengawasan Mutu Hasil Pertanian pada fase E, sehingga memiliki passion dan vision dalam bidang Pengawasan Mutu Hasil Pertanian.

Pembelajaran mata pelajaran ini dapat dilakukan menggunakan berbagai pendekatan, strategi, metode serta model yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang harus dipelajari. Pembelajaran tersebut harus dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, renjana (antusiasme yang kuat), dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Model-model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain project-based learning, teaching factory, discovery-based learning, problem-based learning, inquiry-based learning, atau model lainnya serta metode yang relevan.

Mata pelajaran ini, berkontribusi dalam membangun kemampuan dasar peserta didik yang menguasai kemampuan bidang Pengawasan Mutu Hasil Pertanian dengan memegang teguh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mempunyai jiwa gotong royong, mandiri, bernalar kritis, kreatif dan adaptif terhadap lingkungan serta dapat memenuhi tuntutan aspek sikap/budaya kerja industri diantaranya disiplin, cermat, teliti, jujur dan bertanggung jawab.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan soft skills, meliputi disiplin, problem solving, komunikasi interpersonal, kerja sama tim, kreatif, inovatif, kritis dan bertanggung jawab dan kemampuan hard skills sehingga mampu:
1. melakukan teknik pengambilan sampel uji;
2. melakukan teknik pengujian organoleptik;
3. melakukan teknik pengujian volumetri dan gravimetri;
4. melakukan teknik pengujian fisikokimia dan instrumentasi;
5. melakukan teknik pengujian proksimat, mineral dan vitamin;
6. melakukan teknik pengujian mikrobiologis; dan
7. melakukan teknik perekaman dan penyajian data hasil pengujian.

Karakteristik

Mata pelajaran ini memiliki komponen pengetahuan (fakta, konsep, prosedural dan metakognitif), keterampilan dan sikap terkait dalam hal teknik pengambilan sampel uji, pengujian organoleptik, pengujian secara volumetri dan gravimetri, pengujian fisikokimia dan instrumentasi, pengujian proksimat, mineral dan vitamin, pengujian mikrobiologis, teknik perekaman dan penyajian data hasil pengujian.
Mata pelajaran ini dikembangkan sesuai potensi bisnis pengujian mutu di daerah/kawasan seperti peluang berkembangnya jenis industri/ kegiatan bisnis yang berkembang di daerah/kawasan sekitar yang membutuhkan jasa pengujian atau tenaga analis (penguji), tenaga pengambil contoh uji (sampling) untuk melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang pekerjaan pengawasan mutu hasil pertanian, menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan kualitas dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi.

Ruang lingkup materi mata pelajaran ini meliputi teknik pengambilan sampel uji, pengujian organoleptik, pengujian secara volumetri dan gravimetri, pengujian fisikokimia dan instrumentasi, pengujian proksimat, mineral dan vitamin, pengujian mikrobiologis, teknik perekaman dan penyajian data hasil pengujian.

Berdasarkan capaian pada materi pembelajaran yang ada, output yang dihasilkan nantinya adalah lulusan yang siap kerja, mampu mengelola bidang pekerjaan Pengawasan Mutu Hasil Pertanian sesuai standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di industri Pengolahan Hasil Pertanian yang terintegrasi di setiap elemen-elemen.
Elemen-elemen pada mata pelajaran ini dapat diuraikan sebagai berikut.