Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Seni Pedalangan dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Seni Pedalangan SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Seni Pedalangan selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Mata Pelajaran Seni pedalangan merupakan mata pelajaran kejuruan berisi kompetensi-kompetensi yang mendasari penguasaan keahlian pekerjaan seni pedalangan. Di dalamnya berisi berbagai ilmu dasar sebagai bekal mempelajari mata pelajaran lain. Keberadaannya berfungsi membekali peserta didik dengan seperangkat pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan passion (renjana), Praktik pedalangan dalam mata pelajaran ini adalah salah satu unit kompetensi pada program keahlian seni pedalangan. Hal-hal yang harus dipelajari dan dikuasai sebelum melakukan praktik mendalang, antara lain, yaitu: kemampuan sabet (teknik gerak wayang), vokal, dhodhogan dan keprakan, serta iringan pedalangan. Selain itu, harus mempelajari dan memahami lakon wayang (cerita) baik Mahabarata, Ramayana, maupun dari sumber pedalangan yang lain.

Mata pelajaran ini membekali peserta didik dalam melakukan praktik mendalang, unsur-unsur garap tersebut disesuaikan etnis masing-masing. Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran dilakukan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan tujuan yang ingin dicapai.

Pembelajarannya menggunakan berbagai variasi model pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai bakat, minat, renjana, serta perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain: Project-based Learning, Problem-based Learning, Teaching Factory, Discovery Learning, Inquiry Learning, atau metode dan model lain yang relevan.

Mata pelajaran Seni Pedalangan berkontribusi menjadikan peserta didik memiliki kompetensi sebagai seniman dalam bidang seni pedalangan yang berakhlak mulia, mampu berkomunikasi, bernegosiasi dan berinteraksi antar budaya, mampu bekerja dalam tim, bertanggungjawab, memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap situasi dan lingkungan kerja, serta kritis dan kreatif.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran seni pedalangan bertujuan membekali peserta didik melalui pengetahuan, keterampilan, dan sikap (soft skill dan hard skill, serta karakter), sebagai seniman dalang yaitu kemampuan sabet (teknik gerak wayang), vokal, dhodhogan dan keprakan, iringan pedalangan serta mengimplementasikan dalam lakon pedalangan. Adapun tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah:
1. memahami dan menerapkan sabet (teknik gerak wayang) pedalangan;
2. memahami vokal pedalangan;
3. memahami dhodogan dan keprakan pedalangan;
4. memahami iringan pedalangan; dan
5. mampu mementaskan lakon pedalangan

Karakteristik

Pada hakekatnya pembelajaran pada konsentrasi keahlian seni Pedalangan bersifat muatan pembelajaran pokok yang harus dimiliki oleh pelaku seni/dalang dalam bidang seni pedalangan. Pembelajaran meliputi sabet pedalangan (teknik gerak wayang), vokal pedalangan, dhodhogan dan keprakan, iringan pedalangan, serta menyajikan lakon pedalangan. Selain itu, peserta didik diberikan pemahaman tentang proses bisnis, perkembangan penerapan teknologi dan isu-isu global, profil entrepreneur, job profile, peluang usaha dan pekerjaan/profesi, sehingga peserta didik mampu bekerja di industri, berwirausaha mandiri dan melanjutkan pendidikan di tingkat lanjut yang sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.
Elemen dan deskripsi pada konsentrasi keahlian seni karawitan secara penjabaran dapat dijelaskan sebagai berikut.

Keterangan:
1. Pembelajaran setiap elemen secara porsi beban pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik/kebutuhan etnis Pedalangan setempat serta tuntutan kompetensi keahlian mitra Dunia Kerja pada setiap satuan pendidikan.
2. Elemen-elemen dalam seni pedalangan bersifat etnis, sehingga implementasi pembelajaran setiap elemen sangat tergantung pada kaidah-kaidah konvensi dari etnik masing-masing sesuai dengan lingkup budaya Pedalangan setempat
3. Elemen dan capaian pembelajaran dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik/kebutuhan etnis Pedalangan setempat serta memenuhi standar tuntutan dari mitra Dunia Kerja pada setiap satuan pendidikan.