Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Teknik Kelistrikan Pesawat Udara (Aircraft Electricity) dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Teknik Kelistrikan Pesawat Udara (Aircraft Electricity) SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Teknik Kelistrikan Pesawat Udara (Aircraft Electricity) selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Teknik Kelistrikan Pesawat Udara (Aircraft Electricity) adalah mata pelajaran yang membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi penguasaan konsep dan praktik dasar pada keahlian Teknik Kelistrikan Pesawat Udara. Materi pelajaran ini meliputi pengoperasian, perawatan, perbaikan, melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Kelistrikan Pesawat Udara. Mata pelajaran Teknik Kelistrikan Pesawat Udara berisi materi esensial yang dalam pelaksanaannya dapat ditambah atau diperdalam oleh guru sesuai kondisi lingkungan dan perkembangan teknologi.

Mata pelajaran ini merupakan lanjutan dari mata pelajaran dasar program keahlian Ketenagalistrikan fase E dan harus didukung oleh mata pelajaran kelompok umum dan kejuruan. Mata pelajaran ini memuat kompetensi profesional untuk membekali tamatan menjadi pekerja pada sektor kelistrikan pesawat udara, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha. Dokumen Capaian Pembelajaran mata pelajaran ini selanjutnya menjadi dasar penyusunan tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, dan bahan ajar.

Pembelajaran pada mata pelajaran ini menggunakan pendekatan saintifik yang mendorong peserta didik melaksanakan pembelajaran melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Pembelajaran dapat menggunakan berbagai model, antara lain pembelajaran berbasis projek (project-based learning), pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), pembelajaran teaching factory (bagi sekolah yang yang telah melaksanakan) dan model pembelajaran lainnya sesuai karakteristik kompetensi. Kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan dalam bentuk teori dan praktik di sekolah, kunjungan industri, praktik kerja lapangan atau melaksanakan projek kerja bersama institusi pasangan untuk mengembangkan kompetensi secara utuh dan mendalam. Dalam mewujudkan capaian pembelajaran sekolah hendaknya menerapkan strategi pengembangan SMK yaitu “8+i”secara efektif.

Pembelajaran Teknik Kelistrikan Pesawat Udara berkontribusi dalam membentuk profil pelajar Pancasila yang meliputi: beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; berkebhinekaan global; bergotong royong; kreatif dalam menemukan solusi permasalahan kehidupan, bernalar kritis dalam menghadapi permasalahan dan mandiri.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran ini bertujuan membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam bentuk soft skills dan hard skills, sehingga peserta didik mampu;
1. memahami Basic Aircraft Technical Knowledge (BATK);
2. menginterpretasikan Gambar Listrik Pesawat Udara dan CAD;
3. mengoperasikan dan memelihara Kelistrikan dan Elektronika Pesawat Udara;
4. mengoperasikan dan memelihara Mesin Listrik dan Kontrol Motor;
5. menguji dan memelihara Instrumen Pesawat Udara; dan
6. menerapkan Perakitan Sistem Kelistrikan Pesawat Udara.

Karakteristik

Mata pelajaran ini membangun soft skills dan hard skills program ketenagalistrikan yang meliputi proses bisnis menyeluruh dalam industri ketenagalistrikan. Mata pelajaran ini memiliki berbagai karakteristik yang harus diperhatikan dalam pengorganisasian pembelajaran, yaitu; selalu terkait dengan perkembangan teknologi; syarat dengan keterampilan sehingga pembelajaran perlu banyak praktik; memiliki berbagai peralatan khusus sehingga menuntut kemahiran; menuntut ketelitian dalam pengukuran dan kemampuan matematis untuk perencanaan; memerlukan penguasaan kompetensi pengorganisasian pada setiap langkah persiapan, pelaksanaan dan pengujian; memiliki kepatuhan tinggi terhadap standar berlaku; memerlukan kemampuan menganalisis kegagalan kerja suatu sistem dan memberikan solusi, memerlukan kemampuan interpretasi terhadap gambar kerja yang harus diwujudkan dalam pekerjaan; dan memiliki tingkat bahaya yang tinggi sehingga diperlukan kepatuhan terhadap K2. Mata pelajaran ini memiliki elemen-elemen sebagai berikut.