Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Teknik Pengecoran Logam dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Teknik Pengecoran Logam SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Teknik Pengecoran Logam selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Mata pelajaran Teknik Pengecoran Logam adalah mata pelajaran yang membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi penguasaan keahlian Teknik Pengecoran Logam, yaitu melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang pekerjaan Pengecoran Logam. Teknik pengecoran logam dikenal dari 3.000 tahun sebelum masehi, berkembang sesuai peradaban manusia ditandai dengan ditemukannya bahan paduan yang mempunyai keunggulan kekuatan dan sifat mekanis lebih baik.

Mata pelajaran Teknik Pengecoran Logam berada pada fase F merupakan pendalaman dan tingkat lanjut bagi peserta didik agar mampu memahami isu-isu penting terkait dengan teknologi manufaktur dan rekayasa khususnya pada bidang teknik pengecoran logam yang terus berkembang. Mata pelajaran Teknik Pengecoran Logam memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan untuk berwirausaha, bekerja di industri pengecoran sebagai Operator, Pattern Drafter, Quality Control pada tingkat menengah dan lanjut, atau melanjutkan kuliah. Mata pelajaran Teknik Pengecoran Logam memberikan kompetensi teknis teknik pembuatan pola (pattern), teknik pembuatan cetakan dan inti (moulding), teknik pengecoran manual (casting) dan teknik pengecoran dengan mesin (die casting).

Mata pelajaran Teknik Pengecoran Logam dihantarkan melalui pembelajaran di kelas, pembelajaran di bengkel (workshop), Kegiatan pembelajaran berbasis proyek sederhana, interaksi dengan alumnus, guru tamu dari industri/praktisi bidang pengecoran logam untuk menumbuhkan minat dan motivasi siswa, kunjungan industri untuk mengenalkan dunia kerja yang sesungguhnya, praktik kerja lapangan, serta pencarian informasi perkembangan teknologi pengecoran logam melalui media digital. Pembelajaran dapat dilakukan dengan pendekatan contextual teaching learning, cooperative learning, maupun individual learning. Model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain project-based learning, problem-based learning, inquiry-based learning, discovery-based learning, teaching factory, atau model pembelajaran lainnya yang relevan.

Mata pelajaran Teknik Pengecoran Logam berkontribusi dalam membentuk peserta didik memiliki keahlian pada bidang pengecoran logam, untuk menumbuhkan renjana (passion), visi (vision), imajinasi, dan kreativitas. Mata pelajaran Teknik Pengecoran Logam berkontribusi dalam membentuk kompetensi (hard skills, soft skills) dan karakter peserta didik pada bidang teknik pengecoran logam. Pembelajaran Teknik Pengecoran Logam membiasakan peserta didik bernalar kritis dalam menghadapi permasalahan, bekerja mandiri, kreatif, inovatif dalam menemukan solusi permasalahan kehidupan sehingga menjadi warga yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran Teknik Pengecoran Logam bertujuan untuk memastikan peserta didik dibekali dengan karakter, sikap (attitude), keterampilan (hard skills, soft skills), dan pengetahuan (knowledge) dengan menerapkan budaya kerja industri, 5R, prosedur-prosedur mutu, Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) sebagai berikut:
1. menganalisis berbagai jenis pembuatan pola;
2. menganalisis pembuatan cetakan dan inti;
3. menganalisis pengecoran manual; dan
4. memahami pengecoran dengan mesin.

Karakteristik

Pada hakikatnya mata pelajaran Teknik Pengecoran Logam berfokus pada kompetensi tingkat menengah dan lanjut yang harus dimiliki oleh tenaga operator, teknisi dan jabatan profesi lainnya disesuaikan dengan skema sertifikasi ruang lingkup kebutuhan kerja pada konsentrasi keahlian teknik pengecoran logam. Skema sertifikasi ini diharapkan sesuai dengan renjana, minat, dan bakat peserta didik. Mata pelajaran ini membekali peserta didik untuk bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan studi sesuai dengan mata pelajaran Teknik Pengecoran Logam.
Mata pelajaran Teknik Pengecoran Logam memiliki elemen-elemen sebagai berikut.