Programmable Search Engine requires JavaScript

JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To use Programmable Search Engine, enable JavaScript by changing your browser options and reloading this page.

Capaian Pembelajaran Usaha Pertanian Terpadu dan Contoh ATP Kejuruan SMK

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) Usaha Pertanian Terpadu SD-SMA dalam kurikulum merdeka belajar berisi keterampilan yang harus diselesaikan peserta didik di setiap tahap. Capaian Pembelajaran Usaha Pertanian Terpadu selanjutnya digunakan untuk menentukan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Modul Ajar

Rasional

Usaha Pertanian Terpadu merupakan mata pelajaran yang berisi kompetensi-kompetensi yang memadukan berbagai kegiatan usaha pengelolaan pertanian yang terdiri dari tanaman, perikanan dan peternakan, baik perpaduan secara vertikal, horizontal maupun campuran antara vertikal dan horizontal. Usaha pertanian terpadu secara horizontal adalah memadukan dua kegiatan usaha atau lebih antar komoditas pertanian (misalnya: usaha budidaya kacang tanah dengan usaha budidaya jagung, usaha budidaya padi dengan usaha budidaya ikan, usaha budidaya ayam dengan usaha budidaya ikan, usaha budidaya kelapa dengan usaha budidaya sapi, dan lain sebagainya). Usaha pertanian terpadu secara vertikal adalah memadukan dua kegiatan usaha pertanian atau lebih, bisa dalam satu komoditas ataupun berbeda komoditas. Usaha pertanian terpadu secara vertikal dalam satu komoditas, misalnya: usaha budidaya ternak sapi perah dengan pengolahan susunya, usaha budidaya ternak sapi dengan pembuatan biogas dari kotoran sapinya, usaha budidaya kedelai dengan usaha pembuatan tempenya dan lain sebagainya. Sedangkan usaha pertanian terpadu secara vertikal berbeda komoditas, misalnya: usaha pembuatan tahu dengan usaha memelihara ternak sapi yang diberikan makan limbah tahu (bungkil tahu), usaha pembuatan tahu dengan usaha pembuatan pakan dengan salah satu bahannya dari limbah tahu (bungkil tahu) dan lain sebagainya.

Mata pelajaran ini akan menumbuhkan minat dan gairah (passion) pada peserta didik sehingga mereka mampu mengembangkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan tentang usaha pertanian terpadu yang efisien, yang berdasarkan pada produktivitas sumber daya (lahan, manusia, hewan, ikan, dan fasilitas tumbuh lainnya) serta kemandirian dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Hasilnya adalah peserta didik yang memiliki kebanggaan sebagai pegiat dan pelaku usaha pertanian terpadu Indonesia yang nantinya akan menjadi ujung tombak ketahanan pangan bangsa.

Aktivitas pembelajaran Usaha Pertanian Terpadu ini harus dilakukan melalui memadukan berbagai unsur 5F dalam keterkaitannya antara satu sama lain, melalui antara lain:

1. Pembelajaran di kelas dilakukan secara interaktif dan melibatkan siswa secara aktif.
2. Pembelajaran langsung di lapangan adalah menyambung dan sejalan dengan pembelajaran yang dilakukan didalam kelas.
3. Bila terhubung dengan fasilitas pembelajaran di luar SMK, maka siswa dapat melakukan pembelajaran mandiri secara langsung di tempat yang melaksanakan usaha pertanian terpadu.
4. Pembelajaran projek dilakukan melalui eksperimen penggabungan unsur-unsur Usaha Pertanian Terpadu, misalnya membuat instalasi Aquaponik atau Hidroponik dengan menggunakan air limbah dari budidaya ikan air tawar.
5. Penggunaan teknologi informasi untuk mengakses data sehubungan dengan proses pertanian, marketplace, pemeliharaan tanaman/ternak/ikan secara efisien.
6. Pelaksanaan PKL yang berinteraksi dengan alumni dan atau praktisi industri; yang melaksanakan usaha pertanian terintegrasi dengan pertanian, peternakan, perikanan maupun pengolahan hasil pertanian.

Masing-masing materi tersebut akan dibelajarkan dengan menggunakan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang mengedepankan praktek lapangan dan pembentukkan soft skills yang diperlukan: kejujuran, tanggung jawab, bekerja secara kolektif/kolegial, komunikasi interpersonal dan marketing, analytical thinking/ kemampuan analisa (termasuk analisa usaha), problem solving serta kreativitas. Apabila ketersediaan fasilitas di SMK tidak dapat mencakup semua komponen/fasilitas yang diperlukan maka sekolah dapat melakukan ‘outsourcing’ ke fasilitas lain yang tersedia di sekitarnya, baik yang ada di komunitas maupun pada industri terkait. Sehingga peserta didik dapat berkembang menjadi pribadi yang mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia baik kepada diri sendiri, kepada sesama, maupun kepada alam serta lingkungan, gotong royong, mandiri, kemampuan menyelesaikan tugas dan pekerjaan tepat waktu, berintegritas, bernalar kritis, kreatif khususnya dalam berinovasi untuk mengembangkan usaha pertanian terpadu yang sesuai dengan kearifan lokal Indonesia untuk kemandirian pangan di masa kini dan masa depan.

Tujuan Pembelajaran

Mata pelajaran ini bertujuan membekali peserta didik dengan Pemahaman akan keterpaduan antara tanaman, perikanan dan peternakan; serta sikap dan keterampilan (soft skills dan hard skills) yang dibutuhkan sehingga mampu:
1. membuat perencanaan kegiatan usaha pertanian terpadu sesuai dengan prinsip 4F (Food, Feed, Fuel, Fertilizer) + Finance;
2. menyiapkan sarana dan prasarana usaha pertanian terpadu sesuai situasi dan kondisi dimana mereka berada, apakah berbasis pada tanaman, perikanan atau peternakan;
3. melakukan kegiatan usaha pertanian terpadu baik tanaman, ternak, maupun ikan sesuai prosedur dan persyaratan teknis sampai dengan menghasilkan produk pangan lebih beragam;
4. menangani produk hasil panen dan pasca panen hasil usaha pertanian terpadu baik tanaman, ternak, maupun ikan sesuai prosedur dan K3LH untuk mendukung ketahanan pangan;
5. mengolah hasil pertanian usaha pertanian terpadu baik tanaman, ternak, maupun ikan sesuai prosedur dan K3LH untuk meningkatkan nilai tambah produk pangan;
6. membuat pakan ternak/ikan dari produk samping dan produk ikutan hasil usaha pertanian terpadu baik dari hasil produksi tanaman, ternak maupun ikan sesuai prosedur dan K3LH;
7. membuat energi biomassa dari kotoran ternak dan manusia untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga semisal biogas;
8. membuat pupuk organik dari limbah ternak berupa kotoran dan urine dan limbah tanaman dan sisa makanan dengan komposisi dan aplikasi yang tepat; dan
9. melakukan analisa usaha, seperti biaya, pendapatan, keuntungan, dan kelayakan usaha (R/C, B/C, PBP, NPV, IRR, RoI, BEP) sehingga mampu mengakses permodalan usaha sesuai dengan yang dibutuhkan.

Karakteristik

Situasi dunia di masa depan akan semakin kompetitif dan semakin menantang, karena dengan pertumbuhan populasi penduduk yang terus meningkat maka kebutuhan pangan pun terus meningkat namun disisi lain ketersediaan lahan pertanian semakin terbatas. Oleh karena itu, intensifikasi pertanian merupakan keharusan. Manfaat intensifikasi pertanian selain untuk peningkatan volume produksi pertanian yang dihasilkan tetapi juga diversifikasi produk pertanian yang dihasilkan dalam satu hamparan lahan. Dengan semakin terbatasnya sumber daya di masa depan, maka konsep pertanian terpadu dengan efisiensi input dalam mengoptimalkan output di lahan terbatas menjadi sebuah jawaban penting bagi ketahanan pangan dan keberlanjutan bangsa.

Sistem usaha pertanian terpadu adalah pertanian yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem di dalamnya sehingga aliran nutrisi dan energi akan selalu berimbang. Usaha Pertanian Terpadu adalah pendekatan pertanian dengan input yang minimal untuk meminimalkan ketergantungan pada input eksternal, dipahami sebagai 4F (Food, Feed, Fuel dan Fiber/Fertilizer), ditambah F ke-5 yakni Finance:

• Food – Pertanian terpadu diharapkan dapat menghasilkan pangan lebih beragam, seperti beras, sayuran, daging, telur dan ikan.
• Feed – Limbah dari pengolahan produk pertanian seperti dedak dan bungkil jagung dapat diolah kembali menjadi konsentrat untuk pakan ternak dan perikanan.
• Fuel – Bahan bakar biogas dapat diperoleh dari pengolahan kotoran ternak, sehingga dapat mencukupi kebutuhan energi rumah tangga, seperti memasak.
• Fertilizer – Limbah dari kotoran hewan dan urine serta pembusukan bahan organik lain dapat dimanfaatkan untuk pupuk cair dan padat.
• Finance – Mengaplikasikan Analisa Usaha secara tepat sehingga mampu menghasilkan pemasukan yang dapat menjamin kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Usaha Pertanian Terpadu sangat penting pada masa sekarang dan situasi Indonesia yang sangat beragam, dimana dibutuhkan keterampilan pengelolaan pertanian yang terintegrasi dengan perikanan dan peternakan. Sehingga mampu dilaksanakan pada berbagai kondisi lahan maupun di situasi lahan yang terbatas; keterbatasan air, dan keterbatasan sumber daya penting lainnya, serta dampak perubahan iklim terhadap produktivitas pertanian. Usaha Pertanian Terpadu adalah agroekosistem yang dapat mendukung produksi pertanian maupun hayati, peningkatan ekonomi dan pelestarian sumber daya alam serta mengacu pada kearifan lokal pertanian berkelanjutan yang dimiliki Indonesia.

Usaha Pertanian Terpadu memiliki kekhususan karena memadukan 2 (dua) atau lebih kegiatan usaha di bidang pertanian sehingga terwujud intensifikasi pertanian. Dengan input minimal menghasilkan output maksimal. Prinsip dasar dari Usaha Pertanian Terpadu adalah integrasi atau keterpaduan antara berbagai sistem dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan, seperti digambarkan dalam skema di bawah ini. Mata pelajaran ini membekali pengetahuan, keterampilan, dan sikap tentang pengelolaan usaha pertanian terpadu bagi generasi muda, khususnya peserta didik agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang utuh tentang usaha pertanian terpadu, memadukan berbagai jenis komoditas tanaman hortikultura, tanaman keras atau tanaman industri, ternak ikan dan ternak kecil dan ternak besar dalam kegiatan usaha, memanfaatkan ekosistem dan daur hidup untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, penggunaan materi dari luar ekosistem alami, kemampuan memanfaatkan seluruh produk utama dan produk sampingan serta produk turunan untuk memaksimalkan pendapatan, kemampuan memanfaatkan kearifan lokal untuk produktivitas pertanian dan peternakan, melakukan analisis usaha dan permodalan usaha, manajemen keuangan sederhana, melihat peluang usaha berdasarkan data dan riset pasar serta mencari peluang permodalan hingga pemanfaatan teknologi untuk peningkatan usaha pertanian.

Mata pelajaran ini membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap tentang teknis usaha pertanian terpadu sehingga menjadi mampu, dimulai dari proses pengolahan hasil pertanian, dari bahan baku, produksi, hingga pemasarannya dengan pendekatan holistic dan systematic thinking. Selain itu, mata pelajaran ini juga mampu membekali para peserta didik dalam menyikapi isu-isu global tentang ketahanan pangan, perubahan iklim dan kelestarian ekosistem/keberlanjutan.

Mata pelajaran ini dapat diterapkan dengan berbasis tanaman seperti mina padi, berbasis ternak seperti mina itik, dan berbasis ikan seperti aquaponik, longyam. Masing-masing sekolah memilih sesuai dengan kondisi sekolah dan potensi wilayahnya masing-masing.

Mata pelajaran ini adalah mata pelajaran yang mengintegrasikan kemampuan-kemampuan dasar baik soft skills maupun hard skills, meliputi kemampuan dalam hal melakukan kegiatan usaha pertanian terpadu baik tanaman, ternak, maupun ikan sesuai prosedur dan persyaratan teknis sampai dengan menghasilkan produk pangan lebih beragam menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern; menangani produk hasil panen dan pasca panen hasil usaha pertanian terpadu baik tanaman, ternak, maupun ikan sesuai prosedur dan K3LH untuk mendukung ketahanan pangan; mengolah hasil pertanian usaha pertanian terpadu baik tanaman, ternak, maupun ikan sesuai prosedur dan K3LH untuk meningkatkan nilai tambah produk pangan; membuat pakan ternak/ikan dari produk samping dan produk ikutan hasil usaha pertanian terpadu baik dari hasil produksi tanaman, ternak maupun ikan sesuai prosedur dan K3LH; membuat energi biomassa dari kotoran ternak dan manusia untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga semisal biogas; membuat pupuk organik dari limbah ternak berupa kotoran dan urine dan limbah tanaman dan sisa makanan dengan komposisi dan aplikasi yang tepat; melakukan analisa usaha, seperti biaya, pendapatan, keuntungan, dan kelayakan usaha (R/C, B/C, PBP, NPV, IRR, RoI, BEP) sehingga mampu mengakses permodalan usaha sesuai dengan yang dibutuhkan.

Kemampuan-kemampuan tersebut disusun sebagai elemen-elemen pembelajaran berdasarkan kebutuhan dan persyaratan yang ada di industri, dunia usaha sektor usaha pertanian terpadu dan persyaratan standar kompetensi yang relevan.