Aktiva Lancar - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Aktiva Lancar merupakan salah satu istilah yang biasanya berkaitan dengan bidang keuangan. Bisa jadi tak banyak yang mengetahui tentang istilah Aktiva Lancar meskipun mungkin kita pernah menggunakannya. Jika berbicara keuangan, istilah ini memiliki beberapa arti. Berikut ini penjelasan singkat yang didapatkan dari beberapa literatur. Pembahasan mengenai Aktiva Lancar biasanya juga berkaitan dengan istilah lain, yaitu Harta, Harta Bersih dan Neraca.

Definisi Aktiva Lancar

Definisi Menurut Otoritas Jasa Keuangan

“Aktiva dalam bentuk uang tunai atau barang berharga lain yang sewaktu-waktu dengan mudah dapat dijadikan uang tunai dalam bahasa inggris dikenal current asset.”

Definisi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

“Kas, bank, dan sumber lain yang dapat dicairkan, dijual, atau dinilai dengan uang atau dipakai habis dalam satu tahun atau dalam siklus kegiatan normal jika melampaui satu tahun.”

Simak penjelasan tentang Aktiva Lancar lebih lanjut berikut ini agar kamu lebih paham mengenai apa yang dimaksud Aktiva Lancar.

Apa itu Aktiva Lancar?

Aktiva lancar adalah segala kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan, yang dimaksud dengan kekayaan ini adalah sumber daya yang dapat berupa benda atau hak yang dikuasai yang sebelumnya diperoleh perusahaan melalui transaksi atau kegiatan di masa lalu. Banyak yang mengatakan bahwa aktiva lancar merupakan manfaat kegiatan ekonomi yang cukup pasti.

Aktiva lancar merupakan jenis aktiva yang mempunyai manfaat dalam kurun waktu yang relatif singkat yakni kurang lebih satu tahun yang kemudian dapat diubah.

Jenis-Jenis Aktiva Lancar

  1. Kas atau cash: semua aktiva yang tersedia di dalam kas perusahaan ataupun setara kas yang disimpan di bank yang bisa diambil setiap kapan saja dengan mudah.
  2. Piutang Dagang: tagihan dari perusahaan kepada yang diajukan kepada pihak lain (debitur) yang disebabkan karena penjualan barang atau jasa secara kredit.
  3. Piutang pendapatan: jenis pendapatan yang berupa hak namun belum dibayarkan.
  4. Piutang Wesel: surat perintah penagihan pada seseorang atau badan untuk dapat membayar sejumlah uang di tanggal yang telah ditentukan, pada orang yang namanya sudah ada di dalam surat tersebut.
  5. Surat Berharga: kepemilikan saham atau juga obligasi perusahaan lain yang mempunyai sifat sementara, yang dapat dijual kembali.
  6. Beban Dibayar di Muka: pembayaran beban yang dibayar di muka, namun belum menjadi suatu kewajiban pada periode selanjutnya.
  7. Persediaan Barang Dagang: barang yang dibeli dengan tujuan dapat dijual kembali.
  8. Inventaris: inventaris terdiri dari barang-barang yang dimiliki sebuah perusahaan yang dalam bisnis perusahaan menjual barang-barang tersebut.

Karakteristik Aktiva Lancar

  1. Perusahaan mengharapkan untuk menggunakan atau mengeluarkan (menjual) aktiva dalam kurun siklus normal kurang dari satu tahun buku.
  2. Perusahaan mempunyai aktiva yang ditujukan untuk diperdagangkan.
  3. Perusahaan akan merealisasikan aktiva dalam rentang waktu periode satu tahun buku setelah laporan

Cari Istilah Keuangan

×