Pengertian Cloud Computing Prinsip Kerja dan Manfaatnya

Di era digital seperti sekarang, penggunaan teknologi komputasi awan sudah semakin besar. Mungkin tidak banyak dari kita yang menyadari bahwa sehari-hari kita telah memanfaatkan sebuah teknologi tersebut. Teknologi ini memungkinkan kita untuk menyimpan data secara terpusat di satu server, tanpa perlu repot menyiapkan infrastruktur seperti komputer server, data center atau media penyimpanan (storage) karena semua sudah tersedia secara virtual.

Jika Anda pernah memakai layanan google drive, gmail, google form atau google classroom, berarti Anda sudah memanfaatkan teknologi ini.

Pengertian Cloud Computing

Cloud computing atau Komputasi Awan adalah sebuah konsep yang digunakan untuk menggambarkan berbagai konsep komputasi yang melibatkan sejumlah besar komputer yang terhubung melalui jaringan komunikasi real-time seperti internet.

Teknologi yang memanfaatkan layanan internet menggunakan pusat server yang bersifat virtual dengan tujuan pemeliharaan data dan aplikasi.

Keberadaan Cloud Computing (komputasi awan) jelas akan menimbulkan perubahan dalam cara kerja sistem teknologi informasi dalam sebuah organisasi. Hal ini karena komputasi awan melalui konsep virtualisasi, standarisasi dan fitur mendasar lainnya dapat mengurangi biaya Teknologi Informasi (TI), menyederhanakan pengelolaan layanan TI, dan mempercepat penghantaran layanan.

Pengertian Cloud Computing menurut Wardani (2008)

Cloud computing adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud.

Pengertian Cloud Computing menurut NIST (2011)

Cloud Computing sebagai “sebuah model untuk kenyamanan, akses jaringan on-demand untuk menyatukan pengaturan konfigurasi sumber daya komputasi (seperti, jaringan, server, media penyimpanan, aplikasi, dan layanan) yang dapat dengan cepat ditetapkan dan dirilis dengan usaha manajemen yang minimal atau interaksi dengan penyedia layanan. Cloud computing menawarkan peluang dan tantangan baru bagi praktisi ICT. Di beberapa kasus, keahlian yang dimiliki praktisi ICT dapat langsung digunakan dalam penerapan teknologi cloud, dan dalam beberapa kasus yang lain perlu di dikembangkan.

Baca Juga : Pengertian Komunikasi Data

Prinsip Kerja Cloud Computing

Sistem cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi.

Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah-perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi.

Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya.

Contohnya lewat penggunaan email seperti Yahoo ataupun Gmail. Data di beberapa server diintegrasikan secara global tanpa harus men-download software untuk menggunakannya. Pengguna hanya memerlukan koneksi internet dan semua data dikelola langsung oleh Yahoo dan juga Google. Software dan juga memori atas data pengguna tidak berada di komputer tetapi terintegrasi secara langsung melalui sistem cloud menggunakan komputer yang terhubung ke internet. Secara tahapan cara kerja cloud computing sebagai berikut:

  1. Sebuah server pusat mengelola sistem memantau lalulintas dan permintaan client untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Sistem ini mengikuti seperangkat aturan yang disebut protokol dan menggunakan jenis khusus dari perangkat lunak, yang disebut middleware network.
  2. Middleware network memungkinkan komputer untuk berkomunikasi satu sama lain.
  3. Untuk klasifikasi layanan salah satunya adalah PaaS (Platform as a Service) hal ini memfokuskan untuk membuat desain, men-deploy dan juga meng-host aplikasi di internet. Penyedia layanan: Perusahaan DATABASE; Google big, Table amazon.
  4. Saas (Software as a Service) layanan ini memberikan service berupa akses software kepada kostumer tanpa harus membeli, biasanya para vendor atau service provider sudah menyediakan berbagai software. Dengan mengakses internet secara langsung mengakses juga software. Penyedia layanan: perusahaan PRODUCTIVITY; Zoho ,Google apps.

 

Karakterisitik Cloud Computing

Proyek-proyek cloud computing saat ini memiliki karakteristik yang diposisikan pada fase testing dan ditunjukkan sebagai layanan IT yang diyakini tidak rumit. Tantangan yang dihadapi oleh pengguna layanan cloud computing terletak pada wilayah keamanan data dan kepatuhan terhadap regulasi standar. Karakteristik menjelaskan hubungan-hubungan dan beberapa perbedaan terhadapa IT saat ini.

  1. NIST mengidentifikasi lima karakteristik penting dari komputasi awan (Mell & Grance, 2011) sebagai berikut:
    On-demand self-service. Pengguna dapat memesan dan mengelola layanan tanpa interaksi manusia dengan penyedia layanan, misalnya dengan menggunakan, sebuah portal web dan manajemen antarmuka. Pengadaan dan perlengkapan layanan serta sumberdaya yang terkait terjadi secara otomatis pada penyedia.
  2. Broad network access. Kemampuan yang tersedia melalui jaringan dan diakses melalui mekanisme standar, yang mengenalkan penggunaan berbagai platform (misalnya, telepon selular, laptop, dan PDA).
  3. Resource pooling. Penyatuan sumberdaya komputasi yang dimiliki penyedia untuk melayani beberapa konsumen menggunakan model multi-penyewa, dengan sumberdaya fisik dan virtual yang berbeda, ditetapkan secara dinamis dan ditugaskan sesuai dengan permintaan konsumen. Ada rasa kemandirian lokasi bahwa pelanggan umumnya tidak memiliki kontrol atau pengetahuan atas keberadaan lokasi sumberdaya yang disediakan, tetapi ada kemungkinan dapat menentukan lokasi di tingkat yang lebih tinggi (misalnya, negara, negara bagian, atau datacenter). Contoh sumberdaya termasuk penyimpanan, pemrosesan, memori, bandwidth jaringan, dan mesin virtual.
  4. Rapid elasticity. Kemampuan dapat dengan cepat dan elastis ditetapkan.
  5. Measured Service. Sistem komputasi awan secara otomatis mengawasi dan mengoptimalkan penggunaan sumber- daya dengan memanfaatkan kemampu- an pengukuran (metering) pada beberapa tingkat yang sesuai dengan jenis layanan (misalnya, penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan account pengguna aktif). Penggunaan sumber-daya dapat dipantau, dikendalikan, dan dilaporkan sebagai upaya memberikan transparansi bagi penyedia dan konsumen dari layanan yang digunakan.

Komponen Cloud Computing

beberapa komponen yang diperlukan, yakni:

a. Cloud Clients, Seperangkat komputer atau software yang secara khusus didesain untuk penggunaan layanan berbasis cloud computing.
Contohnya :

  • Mobile – Windows Mobile, Symbian
  • Thin Client – Windows Terminal Service, CherryPal
  • Thick Client – Internet Explorer, FireFox, Chrome

b. Cloud Services, produk, layanan dan solusi yang dipakai dan disampaikan secara real-time melalui media internet.
Contohnya :

  • Identitas – OpenID, OAuth, dan lain2.
  • Integration – Amazon Simple Queue Service.
  • Layments – PayPal, Google Checkout.
  • Mapping – Google Maps, Yahoo! Maps.

c. Cloud Applications, aplikasi-aplikasi yang memanfaatkan Cloud Computing dalam arsitektur software sehingga para penggunanya tidak perlu menginstal namun bisa menggunakan aplikasi dengan menggunakan komputer.
Contohnya :

  • Peer-to-peer – BitTorrent, SETI, dan lain-lain.
  • Web Application – Facebook.
  • SaaS – Google Apps, SalesForce.Com, dan lain-lain.

d. Cloud Platform, layanan berupa platform komputasi yang terdiri dari hardware dan software infrastruktur. Layanan ini merupakan layanan berupa platform komputasi yang berisi hardware dan software infrasktruktur. Biasanya mempunyai aplikasi bisnis tertentu dan menggunakan layanan PaaS sebagai infrastruktur aplikasi bisnisnya
Contohnya :

  • Application Frameworks– Python Django, Rubyon Rails, .NET
  • Web Hosting
  • Propietary – Force.Com

e. Cloud Storage, melibatkan proses penyimpanan data sebagai sebuah layanan. Contohnya :

  • Database – Google Big Table, Amazon SimpleDB.
  • Network Attached Storage – Nirvanix CloudNAS, MobileMe iDisk.

f. Cloud Infrastructure, penyampaian infrastruktur komputasi sebagai sebuah layanan.

  • Grid Computing – Sun Grid.
  • Full Virtualization – GoGrid, Skytap. Compute – Amazon Elastic Compute Cloud

Manfaat Cloud Computing

Dalam dunia pendidikan dan pemerintahan cloud computing ini sangat penting dilakukan untuk mengembangkan kreasi dan proyek yang dilakukan serta keamanan dalam menyimpan data. Manfaat cloud computing, yaitu:

Skalabilitas yaitu dengan cloud computing dapat menambah kapasitas penyimpanan data tanpa harus membeli peralatan tambahan, antara lain hardisk. Peralatan yang perlu menambah kapasitas yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing.

  1. Aksesibilitas, yaitu dapat mengakses data kapanpun dan dimanapun user berada, asal peralatan dan user terkoneksi dengan internet, sehingga memudahkan mengakses data disaat yang penting.
  2. Keamanan, yaitu data terjamin keamanannya oleh penyedia layanan cloud computing, sehingga bagi perusahaan yang berbasis IT, data bisa disimpan secara aman di penyedia cloud computing. Hal ini mengurangi biaya yang diperlukan untuk mengamankan data perusahaan. Selanjutnya sisi keamanan cloud computing dapat dilihat dari letaknya pada protokol yang mengatur komunikasi data tersebut di dalam jaringan. Protokol yang dijadikan referensi dalam kasus ini yaitu protocol TCP/IP (Tranmission Control Protocol/Internet Protokol).
  3. melakukan/mengembangkan kreasi atau proyek tanpa harus mengirimkan proyek secara langsung ke perusahaan, tapi user bisa mengirimkannya lewat penyedia layanan cloud computing.
  4. Kecemasan, ketika terjadi bencana alam data tersimpan aman di cloud meskipun hardisk atau gadgetnya rusak

Leave a Comment

Your email address will not be published.