Trik Viral Marketing yang Efektif untuk Meningkatkan Bisnis

Di masa sekarang ini kita sering mendengar istilah viral. Istilah ini biasanya berhubungan dengan sebuah konten di sosial media, dimana sebuah peristiwa menjadi perbincangan banyak orang. Sebuah konten, baik berupa tulisan, foto, maupun video yang menarik, unik, aneh, lucu atau bahkan kontroversi biasanya akan diperbincangkan banyak orang, sehingga manjadi viral.

Dengan viralnya sebuah peristiwa tersebut, maka secara tidak langsung akan menjadi sebuah promosi, walaupun mungkin tanpa disengaja.

Di dalam dunia pemasaran atau Marketing, Viral Marketing menjadi sebuah metode yang sangat efektif untuk mempromosikan sebuah produk atau menyampaikan pesan mengenai produk maupun jasa secara berantai atau bisanya orang-orang menyebutnya menyebar dari “mulut ke mulut”. Viral marekting ini menjadi sebuah strategi pemasaran yang luar biasa karena ola penyebarannya yang cepat dan jangkauannya lebih luas.

Viral marketing ini sebenarnya merupakan strategi yang sebenarnya sudah ada sejak lama. Akan tetapi, semakin heboh dan menjadi lebih gencar setelah teknologi digital berkembang pesat, yaitu dengan semakin banyaknya manusia yang menggunakan media sosial. Media ini kerap dijadikan medium dalam memviralkan sebuah konten baik berupa tulisan, audio maupun video.

Lalu, apa itu viral marketing? Seperti apa bentuk strateginya dalam bisnis? Bagaimana pengaruhnya pada perkembangan bisnis? Kita simak saja langsung informasi lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Viral Marketing

Viral marketing adalah sebuah strategi promosi untuk membuat sebuah iklan menjadi viral baik di media sosial maupun di media digital lainnya. Sistem penyebarannya lebih cepat dalam waktu singkat, dan yang membuatnya sedikit berbeda dari strategi marketing lainnya ialah viral marketing mengandalkan audiens untuk menjadi promotor atau pihak yang menyebarkannya.

Jika sebuah konten telah menjadi viral, para audiens itulah yang secara suka rela menyebarkannya ke orang lain, baik itu karena pengalaman mereka sebagai pengguna produk itu sendiri atau karena membantu memviralkan karena merasa diuntungkan dengan promosi tersebut. Dalam konteks internet marketing, hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara ataupun metode. Tergantung dari kreatifitas marketer itu sendiri. Untuk menjadikan sebuah konten menjadi viral, dibutuhkan sebuah kreatifitas dalam mengolah sebuah informasi sehingga audiens mau dengan suka rela membagikannya melalui media sosial.

Tujuan Strategi Viral Marketing

Media sosial seringkali dijadikan medium utama untuk melakukan strategi ini karena pola penyebarannya mudah dan cepat serta menjangkau audiens yang lebih luas. Meski tidak selalu media online yang digunakan, namun sebagian besar untuk melakukannya memerlukan media sosial. Kalau dulu media offline yang biasa digunakan adalah billboard, majalah, surat kabar, televisi dan lain-lain. Sekarang untuk menjadikan viral bisa melalui kedua media tersebut.

Kita bisa melihat beberapa contoh meme yang banyak tersebar di Instagram, twitter ataupun media sosial lainnya. Meme tersebut bisa sangat viral karena memiliki jumlah share yang cukup banyak. Artinya banyak orang yang secara suka rela membagikan meme tersebut. Dengan cara itulah viral marketing bekerja. Hal ini dikaitkan dengan istilah Word of Mouth (WOM) atau dari mulut ke mulut. Hasilnya pun lebih efektif untuk menunjang brand awareness. Bahkan, bisa menjadi sebuah hal yang lebih menguntungkan lagi yaitu sales convertion.

Salah satu contoh strategi viral marketing yang sukses yaitu viralnya billboard yang berisi iklan Podcast Deddy Corbuzier Close The Door. Siapa yang tidak mengenal Deddy Corbuzier yang saat ini telah dikenal menjadi salah satu YouTuber paling sukses di Indonesia. Seperti yang kita tahu Deddy Corbuzier adalah seorang artis yang sukses menajadi Youtuber berkat podcastnya.

Pada bulan November lalu, Deddy Corbuzier membuat papan iklan untuk mempromosikan podcast-nya. Iklan Billboard tersebut tampak dipajang di sebuah tepi jalan tol dan bertuliskan “SUDAH DENGAR #CLOSETHEDOOR CORBUZIER PODCAST HARI INI?”. Selang beberapa waktu, beberapa rekan selebriti yang tak menduga melihat iklan tersebut memotretnya dan menjadikannya sebagai Instagram Story.

Salah satu momen yang membuat iklan ini menajadi viral adalah Ivan Gunawan dalam sebuah video di Instagram mengomentari billboard Deddy tersebut dengan mengatakan, malas menonton acara itu. Hal ini yang membuat konten tersebut menjadi semakin viral karena dikomentari dan di share olah banyak orang.

Fungsi Viral Marketing

Fungsi Viral Marketing adalah dapat mendorong seseorang atau sebuah lembaga untuk menyampaikan sebuah pesan ataupun informasi produk secara cepat, massive, dan berkelanjutan.

Otomatis dengan metode seperti ini maka secara tidak langsung knowledge produk Anda akan diingat publik. Proses ini jugalah alasan mengapa disebut viral marketing. Bila strategi ini berjalan sukses, bisnis Anda bisa melejit dengan sangat cepat.

Kelebihan Viral Marketing

Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari strategi marketing. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

  1. Menghemat Cost Iklan Sebenarnya masalah biaya iklan itu relatif, tergantung medium apa yang Anda gunakan dan jenis konten apa yang ingin Anda sajikan. Namun, jika iklan Anda viral dan sukses, keuntungan yang didapat bisa jauh lebih besar tanpa keluar biaya mahal. Bahkan keuntungannya bisa berlipat hingga menutupi biaya modal awal saat membuat iklan tersebut.
  2. Meningkatkan Brand Awareness Ini adalah alasan terbesar mengapa banyak pebisnis menyukai strategi ini. Yup, dengan konten yang viral, otomatis bisnis Anda semakin banyak dikenal. Apalagi kalau iklan Anda bisa menyampaikan pesan yang bermanfaat dan solutif.
  3. Kesempatan Diliput oleh Berbagai Media Ini juga salah satu keuntungan yang masih berkaitan dengan poin pertama, yaitu hemat biaya. Saat iklan berhasil viral, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk press release atau memasang iklan di berbagai media. Seperti koran, televisi, radio, dan lain-lain.

Kekurangan Viral Marketing

Seperti halnya strategi marketing yang lain, viral marketing ini juga strategi yang memiliki resiko. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali apa saja kekurangan dari strategi ini, yaitu:

  1. Berpotensi Mendapatkan Citra Negatif Kenapa bisa berpotensi? Karena roda utamanya adalah word of mouth dari audiens atau konsumen. Bisa saja, mereka mengambil sudut pandang berbeda dari yang sebaliknya ingin Anda sampaikan.
  2. Dianggap Spam Penyebaran konten viral yang terlalu intens tidak selamanya baik. Ketika sedang menjadi pusat perhatian, kemungkinan besar iklan Anda akan sering muncul di berbagai tempat. Hal ini bisa saja menimbulkan kesan berbeda di beberapa orang. Salah satunya dianggap sebagai spam. Alih-alih membuat terkesan, mereka justru merasa bosan karena selalu terekspos di mana-mana.
  3. Sulit Diprediksi Viral marketing memiliki skenario hit or miss, alias bisa berhasil bisa tidak. Walaupun ada strategi tertentu untuk membuat konten viral, tetapi strategi ini lebih sulit diprediksi dibanding strategi lainnya.

Beberapa iklan bisa saja viral dalam waktu singkat. Tetapi, ada pula beberapa diantaranya yang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Atau bahkan tidak viral sama sekali. Dengan begitu, perlu mempertimbangkan strategi yang maksimal agar tidak menjadi campaign yang sia-sia.

6 Cara Memaksimalkan Strategi Viral Marketing

  1. Tentukan Target Audiens dan Channel yang Tepat Tidak ada sesuatu yang bisa viral begitu saja, karena itu, pastikan Anda menyampaikan pesan yang menarik perhatian target audiens. Kemudian, tentukan channel atau platform yang tepat.
  2. Gunakan Tools Social Media Analytics Tools ini bisa memudahkan Anda untuk mengumpulkan data dari setiap aktivitas di media sosial. Termasuk melacak performa dari setiap campaign.
  3. Ciptakan Kesan Emosional dan Berkualitas Penting untuk diingat, bahwa viral marketing tidak akan berhasil kecuali konten Anda memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah dengan menciptakan konten yang memancing emosional atau perasaan audiens.
  4. Gunakan Hashtag untuk Menyebarkan Konten Tidak kalah penting yaitu menggunakan hashtag pada iklan Anda. Hashtag juga menjadi cara efektif untuk membuat konten Anda populer, serta meningkatkan brand awareness.
  5. Gunakan Strategi Trend Jacking Trend Jacking (pembajakan tren) merupakan salah satu strategi marketing yang memanfaatkan situasi atau isu yang tengah naik daun untuk bahan promosi. Strategi ini sering digunakan sebagai cara untuk melakukan viral marketing.
  6. Social Outreach Strategi Social outreach ini merupakan langkah lain yang efektif untuk memviralkan konten Anda. Caranya yaitu dengan menjangkau orang-orang yang berpengaruh di dalam industri Anda seperti influencer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *