Pengertian Telekomunikasi

Definisi Telekomunikasi

Telekomunikasi berasal dari kata tele dan komunikasi. Komunikasi adalah proses pertukaran informasi antar user/individu melalui sistem simbol bersama. Telekomunikasi juga dapat diartikan proses komunikasi yang dilakukan melalui jarak jauh (tele=jarak jauh). Dalam hubungannya dengan komunikasi elektronika, telekomunikasi mengandung pengertian yaitu suatu metode, ilmu, teknologi dan cara-cara atau prosedur pemindahan atau penyebaran informasi berupa sinyal listrik melalui suatu media transmisi dalam jarak jauh. Informasi yang dapat dipertukarkan beragam variasinya, contohnya adalah teks, data, suara, grafik, sinyal video dan atau audio. Media transmisi pun juga banyak jenisnya, yang sering dipakai di antaranya kabel coaxial, fiber optik, frekuensi radio, inframerah dan sebagainya.

Saat ini proses telekomunikasi tersebut hampir selalu melibatkan pemancaran gelombang elektromagnetik melalui sebuah pesawat pemancar. Hal yang demikian tidak pernah kita jumpai pada masa lalu, di mana orang berkomunikasi menggunakan sinyal asap, kentongan atau bendera semafor. Jaman modern seperti sekarang ini, telekomunikasi sudah sangat luas dengan penggunaan berbagai macam perangkat untuk membantu proses komunikasi. Contohnya yang sudah sangat akrab dengan kita adalah televisi, radio, telepon.

Di samping itu dapat dijumpai pula penggunaan jaringan yang menghubungkan piranti-piranti komunikasi, seperti jaringan komputer, jaringan telepon umum, jaringan radio, dan jaringan televisi. Komunikasi dengan komputer lebih banyak pula penggunaannya melalui internet, misalnya dengan internet untuk berkirim surat (email= electronic mail) dan pesan- pesan serba cepat. Sistem itu adalah sebagian contoh dari telekomunikasi.

Pentingnya Sistem Telekomunikasi

Perkembangan    pasar    telekomunikasi dewasa ini pada tahun1990-an dapat diperkirakan men- capai 500 milyard dolar Amerika. Pertumbuhan ini akan naik terus hingga mencapai satu trilyun dolar Amerika pada tahun 2000-an. Kecenderungan ini adalah adanya kenaikkan kebutuhan para pengguna dan industrialisasi. Negara- negara berkembang seperti Indonesia, menjadi sangat potensial bagi pertumbuhan pasar peralatan telekomunikasi itu.

Sudah dapat kita duga bahwa ada hubungan yang sangat dekat antara pendapatan nasional bruto (PDB) suatu negara dengan kepadatan penduduk yang menggunakan telepon. Coba perhatikan gambar 1 berikut ini. Gambar tersebut melukiskan hubungan antara negara-negara yang mempunyai PDB tertentu dengan jumlah tiap 100 orang pada kelompok masyarakat yang sudah mempunyai sambungan telepon. Kita akan sepakat mengatakan bahwa telepon sebagai sarana komunikasi atau tele- komunikasi merupakan pengikat (katalis) dalam rangka upaya untuk pertumbuhan ekonomi. Namun demikian kita tidak boleh menyimpulkan bahwa semakin tinggi pertumbuhan ekonomi suatu negara akan menyebabkan tingginya kepadatan pengguna telepon.

Jumlah sambungan telepon tiap 100 penduduk telah banyak digunakan dalam survei statistik untuk menunjukkan pertanda berkembangnya suatu negara. Banyak negara berkembang sebagian besar masyarakatnya 70-90% hidup di daerah pelosok pedesaan. Gambaran ini sekaligus menunjukkan adanya kelompok 100 orang masyarakat yang belum ada satupun sambungan telepon.

Negara yang demikian tergolong sebagai negara yang sangat rendah perkembangannya, baik secara ekonomi maupun telekomunikasi. Untuk mencapai tujuan layanan telepon pada setiap orang di dunia, termasuk di Indonesia, menjelang tahun 2000 telah diusulkan bahwa setiap orang pada suatu masyarakat yang berjarak 5 kilometer, sambungan telepon harus sudah menjangkaunya.

Layak kita ketahui bahwa untuk menyediakan sambungan telekomunikasi pada daerah yang kepadatan penduduknya rendah adalah sangat mahal. Di samping itu tingkat kembalinya modal yang telah dikeluarkan menjadi sangat sedikit. Penyediaan jaringan telekomunikasi pada daerah pedesaan memerlukan penyediaan dana yang cukup besar, karena perlu ada perencanaan yang baik.

Sejarah Telekomunikasi

Munculnya telepon dan industri yang terkait telah menghasilkan perubahan-perubahan teknologi yang mengubah sejarah hidup manusia. Kejadian itu berlangsung bertahap sepanjang 125 tahun. Tahap perkembangan yang terjadi merupakan usaha-usaha yang luar biasa dalam penemuan dan pengembangan. Berikut ini akan disampaikan tahapan-tahapan perkembangan tersebut.

Dari saluran sepihak ke sambungan langsung.

Telepon telah membawa dampak besar pada abad 20 sejak adanya revolusi industri yang terjadi pada abad 19. Adanya penemuan telepon telah mengubah cara hidup manusia, pekerjaan dan permainan. Perubahan itu didukung adanya penemuan televisi, komputer, pager, mesin faksimil, surat elektronik (e-mail), internet, perdagangan melalui dunia maya dan sebagainya. Pada masa-masa mendatang sepuluh tahun lagi dari sekarang, kita berharap adanya sambungan internet tanpa kabel yang dapat dilakukan di sembarang tempat termasuk di dalam mobil, tas kantor, nomor-nomor telepon yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari yang diaktifkan (dialing) melalui suara sebagaimana kita menekan tombol-tombol baik di rumah maupun di kantor atau tempat kerja lainnya.

Penemu prinsip komunikasi jarak jauh pertama kali dengan suara dilakukan oleh Alexander Graham Bell pada 10 Maret 1876. Kalimat yang diucapkan kepada temannya itu adalah “Mr. Watson, come here! I need you!”. Setelah itu perkembangan sistem telekomunikasi mulai terbuka lebar.

Periode tahun 1870 hingga 1910

1876: Alexander Graham Bell menemukan pesawat telepon
1881: Direktori halaman kuning telepon yang pertama
1891: Dial (nomor-nomor) telepon pertama; 512.000 sambungan telepon di Amerika
1887: Telepon yang bekerja dengan koin pertama kali dipasang di Hartford Bank oleh penemunya William Gray.
1915: Panggilan pertama secara resmi dari pantai ke pantai dilakukan oleh Alexander Graham Bell di New York City kepada Thomas Watson di San Francisco.

Periode 1920

1928: Herbert Hoover menjadi presiden pertama Amerika Serikat yang menggunakan telepon di meja kerjanya. Hingga waktu itu, presiden berbicara selalu berbicara dari dan keluar kantornya.

Periode 1950-1960

1957: Uji coba pertama kali penggunaan pagers dimulai di Allentown dan Bethlehem, Pennsylvania

1958: Telepon pangeran diperkenalkan. Teleponpertama dengan nomor yang diberi cahaya, menjadi bagian budaya populer Amerika

1960: Telepon tombol nada sentuh mulai dipasarkan di Findlay, Ohio. Telepon ini mempunyai 10 tombol, tidak seperti sekarang yang mempunyai 12 tombol.

1963: Sambungan langsung terjadi antara Gedung Putih dan Kremlin berkaitan dengan krisis senjata di Cuba.

1968: 911 dipilih sebagai nomor darurat seluruh negara. Perusahaan telepon menyetujui urutan nomor itu tidak disediakan sebagai nomor sambungan keluar.

Periode 1970-1980

1972: Pesan pertama surat elektronik (email). Istilah “internet” digunakan pertama kali dua tahun kemudian, tetapi konsep internet sebagaimana kita kenal saat ini tidak ada peningkatan

1984: Telepon seluler pertama kali dikenalkan

Perkembangan tahun 1990an

1991: Pengenalan caller ID (internasional). Ada perbe-daan pandangan saat itu.

1998: World Wide Web (www) telah lahir, menjadikan tanda internet permulaan internet seperti yang kita kenal sekarang ini. Banyak orang Amerika menyambungkan Internet melalui saluran teleponnya masing-masing.

Periode tahun 2000 hingga sekarang ini

2000: “Web Phone” dikombinasikan dengan telepon tradisional dengan menggunakan layar sentuh LCD dan keyboard yang dapat dilipat agar pengguna bisa berselancar dengan Internet, mengecek e-mail, melakukan panggilan telepon dan mengecek pesan suara hanya dengan piranti tunggal.

2000: “Thin Phone” menggabungkan akses Internet tanpa kabel dengan layanan telepon lokal tanpa kabel, memungkinkan pengguna Internet tetap tersambung dengan segala sesuatu dari halaman pages ke suara dan e-mail, sekalipun berpindah-pindah.

2000 hingga sekarang : “Information Appliances” (pemakaian informasi) memuat Internet mobile (bergerak), tanpa kabel “Web to Go,” sambungan telepon diaktifkan suara, nomor- nomor telepon untuk kehidupan sesuai keinginan, panggilan telepon dan Internet pada pesawat TV kita, TV melalui telepon tanpa kabel, dan masih banyak lagi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *